
...jangan lupa komen vote dan like ya...
disaat ini Lexka sudah ada dikamarnya yang ada di paviliun barat,iya tidak sendiri Arsen masih ada bersamanya hanya Dion tadi katanya ada urusan entah apa itu
dari masuk tadi,Arsen terus menatap sekitar dan pandangannya jatuh pada kasur Lexka yang diatasnya terdapat boneka panda besar,yang Arsen kira hewan hidup
Arsen langsung memegang lengan Lexka,sedangkan Lexka yang sedang membuka cadar yang iya gunakan terkejut, karena Arsen tiba tiba nemplok kek cicak dilengannya
"ada apa by!?"Lexka menoleh kepada Arsen Tampa menggunakan penutup wajah,dan kini terpampang lah wajah menawan Lexka yang sangat dekat dengan arsen
sedangkan Arsen wajahnya sudah bersemu merah saat iya kembali melihat Lexka yang Tampa penutup wajah
"Emm it-u"Arsen menunduk sambil meremas pakaian yang iya pakai sampai kusut,iya tidak berani menatap lexka,Lexka yang melihatnya malah mendengus geli
"ada apa sayang..."dengan iseng Lexka memanggil Arsen dengan panggilan sayang,sedangkan Arsen bertambah malu mukanya sudah benar benar memerah.
"ja-janga-n panggil beg-itu"
"panggil kaya apa"
"sa-yang"
"iya sayang.."Lexka makin menjadi menjahili Arsen,karena baginya gerak gerik Arsen sangat lucu
sadar atau tidak Arsen kembali menubruk Lexka dan memeluknya,untuk menyembunyikan wajahnya yang benar benar memerah karena malu,sedangkan Lexka malah kesenengan dan membalas pelukan Arsen dengan hati" karena punggung Arsen yang masih luka itu.
"tadi mau bicara apa hm.."tanya Lexka sambil mengelus rambut Arsen lembut,sedangkan Arsen sendiri masih dengan posisi menyembunyikan wajah manisnya diceruk leher Lexka
"ada hewan,masuk kamar!!"ucap Arsen sambil menunjuk kearah kasur,yang disana terdapat boneka panda gemoy lexka
"itu bukan hewan hidup by,itu boneka"jelas Lexka sambil melepaskan pelukannya pada Arsen,sedangkan Arsen yang merasakan Lexka tidak lagi memeluknya malah merenggut dan menatap kesal pada Lexka
Lexka yang tidak tau,kenapa Arsen berwajah kesal hanya menatap bingung
"kenapa"
"pikir sendiri"Arsen menjauh dari Lexka,dan berjalan menghampiri kasur,dan naik keatasnya begitu saja,untuk mendekati sesuatu yang Lexka bilang boneka,yang ukurannya sebesar tubuh Arsen sendiri.
"Hah...maksudnya apa!?"Lexka malah mengangkat bahunya acuh,dan mendekati lemari untuk mengambil pakaian ganti karena iya ingin mandi.
__ADS_1
ini semua gara gara kaisar yang tidak tau diri memanggilnya,pagi" buta untung saja gak ada belek onta Dimata nya
melihat kearah Arsen yang malah masih sibuk mencolek colek boneka,Lexka pun berlalu masuk ke kamar mandi dan mulai ritualnya.
Arsen menatap boneka panda besar yang duduk didepannya,saat sudah memastikan bahwa hewan didepannya merupakan benda mati,Arsen memberanikan diri untuk memegang nya.
dan saat lengan boneka itu sudah dipegang nya,Arsen dapat merasakan lembut dari bulu boneka panda itu,dan mendorongnya untuk memeluk si boneka
"lembut"ujar Arsen sambil mendusel duselkan wajahnya pada tubuh lembut boneka dipelukan nya
"boleh gak ya ini aku bawa?,Lexka ijinin gak ya!"gumam Arsen makin mengeratkan pelukannya pada si boneka
Karena sibuk dengan pikirannya Arsen tidak sadar Lexka yang sudah selesai dari acara mandinya,dan sedang mengeringkan rambut menggunakan handuk kecil terus melihat gerak gerik Arsen yang sedang berbaring dikasur nya sambil memeluk boneka,yang memang akan iya berikan pada Arsen besok.
selesai dengan kegiatan mengeringkan rambut dan menyisirnya Lexka mendekat kepada Arsen yang masih saja bergumam gumam kecil,seperti
Lexka marah gak ya kalau ini aku minta
bubu mau gak ikut Arsen
mau,,..tapi kita bilang Lexka dulu ya
tapi kalau Lexka gak kasih bagaimana
kalau bubu,ikut Arsen pasti gak nyesel soalnya kamar Arsen besar
Lexka yang mendengarnya mendengus geli,dan juga Lexka tidak habis pikir sejak kapan boneka itu mempunyai nama.
tiba tiba Lexka mendapat ide untuk menjahili Arsen,iya menarik napas pelan dan menghembuskan nya,mengatur mimik wajah Lexka mulai aksinya.
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH"bentak Lexka kepada Arsen sambil menatapnya dingin
Arsen yang mendengar suara bentakan bernada tinggi dari Lexka terkejut sampai iya terbangun terduduk diatas kasur dan menatap kearah Lexka dengan tubuh bergetar
"TURUN"ucap lexka kembali dan menatap dingin kepada arsen.
sedangkan Arsen tidak berani bergerak dari kasur,dan tubuhnya semakin bergetar disusul suara tangis histeris Arsen sambil mencengram rambutnya,dan Lexka terkejut akan hal itu,niat jahilnya malah membuat Arsen seperti ini
"arggggggggggg hiks-hiks....."
"huhuuuuuuuuuu hiks..."
__ADS_1
"Maaf"Lexka membawa Arsen ke pelukannya,dan menahan tangan Arsen yang kembali ingin menarik rambutnya"Maaf by maaf"Lexka mengecup dahi Arsen
"hiks...huuuuuuu uhukk..uhukk"
Lexka mengusap punggung Arsen pelan,untuk menenangkan karena napas Arsen yang mulai memburu itu
"tenang sayang,tarik napasnya pelan pelan"ucap lexka sambil mengusap pipi Arsen yang sudah memerah dengan air mata yang menghiasi
"ja-janga-n, ja-janga-n hiks..."
"iya maaf by,maaf karena aku sudah keterlaluan"kembali Lexka memeluk Arsen karena Arsen yang belum benar-benar tenang.
dan itu semua butuh waktu cukup lama sampai Arsen terdiam dengan tenang sambil memeluk boneka panda yang iya beri nama bubu,sambil bersandar pada lexka walaupun sesekali masih terdengar sesegukan akibat tangis yang terlalu lama.
sebenarnya Arsen bukan orang yang lembek,karena biasanya iya dibentak orang bahkan kaisar yang merupakan ayahnya iya hanya berekspresi datar atau marah saja,tapi saat Lexka melakukan hal itu,semua itu menyakitinya iya tidak suka.
Lexka mengusap rambut Arsen pelan,iya masih merasa bersalah karena menjadi penyebab Arsen mengeluarkan air mata berharganya
"maaf ya by"
"jangan di ulan-ggi"ujar Arsen sambil melihat kearah Lexka
"iya,maaf ya"
"Hmm"angguk Arsen yang membuat Lexka gemes,rasanya ingin sekali Lexka cium bib-ehh mikir apa sih Lexka segera menggeleng kepalanya
"Lexka"panggil Arsen,yang membuat Lexka sadar dari kegiatannya
"hahh!!...iya"
"boleh gak emmm"Arsen gugup ingin memberi tau apa keinginannya,sedangkan Lexka yang sudah tau mengangguk
"boleh,itu memang untuk mu"
"benarkah!!, terima kasih"dan Arsen berbalik memeluk lexka erat,dan Lexka tidak menyia nyiakan itu iya pun juga membalas pelukan Arsen
"sepertinya hari ini hari keberuntungan ku"batin lexka menyeringai
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung....^^^