
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
Brukk
"HAHH!"mengambil remote televisi tangan putih tersebut memencet tombol untuk membuka layar hitam yang terpampang cukup lebar didepannya, setelah menyala iya memilih menyandarkan dirinya ke sandaran sofa dan mendecih kala mengigat hal yang membuat perasaan nya dongkol.
"Enak,dasar pembohong ulung!tau kah iya aku merasa tidak enak akan hal tersebut dan iya malah biasa-biasa saja"tangan tersebut menggapai bantal sofa dan meremas kuat untuk menyalurkan kekesalannya
"Hahh, Lexka-"ucapan Arsen terhenti seketika saat telinganya menangkap suara bobot sesuatu terdengar jatuh disusul suara seruan yang lumayan kuat.
BRUKKK
"NONAAA/UBANN !!"
Arsen langsung bergegas bangkit dan berlari menuju sumber suara keributan tadi dan saat sampai di tempat di mana tangga menuju lantai dua iya melihat seorang dengan helaian perak tergeletak tidak sadarkan diri dengan bagian kepala mengeluarkan rembesan darah,dan terlihat Luangxi dan Dion juga berjalan mendekat pada sosok tersebut.
"Lexka"jantung Arsen mencelos melihat pemandangan didepannya,memacu kakinya yang terasa lemas Arsen berusaha untuk tidak terjatuh air matanya saja sudah menetes saat melihat Dion dan angxi yang sudah bersiap menggotong Lexka menuju kamar agar segera di tangani.
POV Lexka on_
Melihat Arsen yang sudah memasang wajah tidak enak untuk di pandang aku memilih mengalah,karena pada dasarnya Arsen ini manusia paling ambekan salah sedikit bisa kena sleding dianya.
kami berdua dengan saling bergandengan tangan dengan Arsen yang terus-menerus tersenyum,aku sedikit heran sebenarnya dan juga takut!takut gigi kekasihku itu kering dan keropos terus menerus tebar senyum seperti itu,tapi apalah dayaku ingin berkomentar bisa-bisa mahluk ini akan berubah macam banteng.
pada dasarnya dirinya yang seharusnya mempunyai tahta tertinggi sebagai seorang perempuan yang apapun kesalahannya akan selalu benar berubah menjadi seperti lelaki yang punya beribu kesalahan Dimata pasangannya.
Tap
Tap
Tap
sampai di meja makan kami berdua segera duduk dengan Arsen yang berbasa-basi pada dua mahluk yang duduk di kursi meja makan sambil memasang wajah bete yang berusaha di tutup-tutupi dan wajah keduanya cukup menghibur bagiku.
"xka liat sup ini aku yang buat sendiri kamu harus mencobanya"mataku bergulir pada mangkok berisi sup yang Arsen maksud dan saat melihatnya untuk pertama kali aku sedikit terkesan dan tergoda untuk mencicipinya karena dari penampilan sepertinya sup itu punya rasa yang enak,aku mengangguk dan Arsen sendiri sudah menyendok sup tersebut dan memasukannya kedalam mangkuk kecil sambil kembali berbicara dengan Luangxi dan Dion.
__ADS_1
Saat mendengar kalimat,bahwa acara makan mereka di mulai oleh pangeran kecil yang tidak lain Arsen kami semua mulai makan,dan aku sendiri menerima mangkok yang di serahkan Arsen padaku.
Hap
saat makanan tersebut masuk kedalam rongga mulut ku cutttt rasanya aku sedang memasukan bongkahan garam cukup besar sampai mulutku ini seolah mati rasa,mencoba menelan makanan tersebut aku rasanya ingin segera berlari menuju wastafel untuk mencuci semua rongga mulut ku yang terasa tidak menyenangkan.
"Bagaimana!?"saat Arsen bertanya aku hanya tersenyum maklum dan mengangguk dengan mengatakan
"Tidak, Enak!"tentu saja ungkapan tidak hanya kuselipkan di tenggorokan sedangkan untuk kalimat kata enak aku lontarkan keluar,memang aku terlalu baik dengan tidak ingin membuat mata berharap Arsen luntur.
"benarkah,bawa sini biar aku coba juga!"Arsen merampas sendok yang aku gunakan dan itu bukan hal mengejutkan karena sudah terlalu sering terjadi
"by-"ingin mencegah Arsen untuk tidak mencoba makanan keramat tersebut hanya kesian saat itu sup sudah mendarat dengan indah di mulut Arsen,dan dalam hitungan detik kekasihnya itu memuntahkan kembali makan yang iya makan
Huekkkk
"ASINNNNNN!!"aku ingin tertawa melihat muka Arsen yang sangat lucu itu,tapi tidak berani.
Melihat tatapan Arsen yang tertuju padanya setelah menegak segelas air aku dapat menangkap tatapan kesal bercampur bersalah di iris mata Arsen dan untuk menghibur sosok di depannya ini aku hanya mampu memberikan senyum menenangkan
"lain kali kalau rasanya tidak karuan macam sup itu bilang saja sejujurnya"
"aku jujur kok"
"Mata kau jujur!,jangan makan itu lagi buang"ya walau Arsen berujar begitu aku tetap memakan sup tersebut tapi hanya isian saja yang iya makan tidak dengan kuahnya karena itu sumber Biang kerok dari rasa air laut yang iya telan.
Melihat Arsen yang bangkit dengan mangkok besar berisi sup dan membawa pergi untuk membuangnya aku hanya mengangkat bahu acuh dan lanjut makan dengan mangkok kecil yang aku pertahankan dari Arsen tadi, sekitar satu menit selesai makan entah mengapa kepalaku malah pusing tidak karuan bahkan tenggorokan terasa sangat sakit,tapi ya aku memilih diam,dan berpikir mungkin efek sakitnya hanya sementara.
"aku selesai!"ujarku mengalihkan pandangan Dion dan angxi
"Nona kenapa wajah anda pucat!"tanya Luangxi
"Salah liat,aku duluan"aku memilih pergi mengabaikan bisik-bisik antara Luangxi dan Dion yang mulai menggibahiku,menatap sekitar aku tidak melihat Arsen kembali ke meja makan mungkin anak itu kembali kekamar atau keruang keluarga untuk nonton tv karena kalau ada hal yang membuatnya merasa tidak nyaman dua tempat itu yang sering sekali Arsen datangi.
"sial,kenapa sakitnya makin menjadi!"mencoba mengerjakan mataku yang malah melihat keadaan sekitar berbayang-bayang aku malah memilih memundurkan langkah dan itu merupakan kesalahan terbodoh yang aku lakukan karena saat ini aku sedang berada di tangga yang sudah aku naikin setengahnya.
__ADS_1
BRUKk
BRUKk
BRUKk
DUK
aku terjatuh dan hal terakhir yang aku ingat sebelum kegelapan mengambil alih kesadaran ku adalah teriakan samar-samar yang di layangkan oleh Luangxi dan Dion.
off_
Tangan Arsen terulur dan menggenggam tangan kanan milik Lexka dan mendekatkan kearah dahinya, sungguh hatinya sakit melihat Lexka seperti ini dan semua yang terjadi adalah salahnya.
"aku bodoh,kenapa hal kecil saja aku tidak tau tentang mu,dan lihat sekarang ini-"Arsen seolah tidak mampu untuk melanjutkan perkataannya semua terasa kelu untuk di keluarkan.
" Nona Lexka alergi terhadap Piper Nigrum(sahang/merica)Tuan Arsen dan gejalanya sakit pada tenggorokan dan juga pusing,bahkan terkadang akan muncul ruam-ruam merah di tubuh nya"
Perkataan angxi terngiang-ngiang di ingatannya dan itu membuat Arsen merutuki kebodohan dan ketidak tau-an dirinya akan hal yang menyangkut keadaan Lexka.
"Maafkan aku!Maaf"
"aku bodoh,dan hampir menghilangkan nyawamu aku tidak berguna!"
"segera bangun,jangan lama tidurnya aku tidak bisa bertahan terlalu lama kalau kau terus memilih menetap di dunia mimpi"
"aku mencintaimu my boo,pandamu ini menunggu"Arsen mengecup bagian dagu Lexka dan memilih bangkit untuk pindah dan berbaring di sebuah sopa yang tidak terlalu jauh dari kasur sambil memeluk Bubu boneka yang pernah Lexka berikan padanya.
......................
......................
......................
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1