
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
Dion menatap lukisannya,dengan menambah nama panjangnya disana akhirnya lukisan bertema Dark.
"akhirnya!!"melihat tidak ada lagi yang kurang Dion pun menutup lukisannya menggunakan kain putih dan bangkit untuk menyerahkan hasil karyanya.
setelah semuanya beres iya memilih mencari keberadaan rekannya si uban dan tuannya itu,dan disana iya melihat Lexka dan Arsen sedang duduk dengan Lexka yang merangkul Arsen dan ditangannya yang bebas terdapat minuman kaleng.
menghampiri keduanya Dion langsung mendudukkan diri disebelah Lexka yang kosong,karena bagian deretan kursi ketiganya sama sekali tidak diduduki oleh para bangsawan yang lainnya.
"ban bagi dong"dion mengulurkan tangan kanannya untuk meminta minum
Lexka melirik kearah dion,dan menyerahkan minumannya untuk dipegang
"pegang sebentar"
"oke,sekalian cemilan ya"
"Hm,berani ngulunjak"
"iya dong harus sekalian mau gue pamerin sama orang sini,bisa ngak mereka dapatin makan enak kayak gue"Dion berujar bangga
"sombong!"ujar Lexka dan menyerahkan kantong keresek berisi minuman dan Snack yang diinginkan oleh dio
"haruslah,makasih kakakku tersayang!!"
Lexka melirik menatap malas pada Dion yang mulai mengeledah kantong plastik yang iya beri tadi setelah menyerahkan minuman ketangan Lexka kembali.
"tidak sudi!!"dan Lexka kembali meminum minuman soda ditangannya.
Arsen sendiri hanya diam dengan pikirannya dan tidak menggubris obrolan yang dilakukan Dion dan Lexka,iya hanya memejamkan mata dan belum merubah posisinya dari tadi masih dengan mengistirahatkan kepalanya pada bahu Lexka.
"uban yang mulia kenapa!?"tanya Dion dengan cara berbisik saat melihat Arsen tidak seperti biasanya,apa lagi lemes kayak gitu padahal tadi baik-baik saja
"Hm"gumam tidak jelas Lexka sebagai jawaban untuk Dion
"ngomong yang bener ngapa,susah amat buka mulut!, gue gak ngerti bahasa kalbu ya"
"diamlah!!"
Dion mendumel dan memasukan coklat kemulut,dan mengunyahnya tidak santai.
Lexka sendiri menatap figur wajah Arsen yang dapat ditangkap oleh matanya,iya meneliti entah kenapa pipi itu makin memucat melebihi yang tadi.
memilih hal terbaik Lexka menyingkirkan tumpuan Arsen darinya,untuk merubah posisi agar dia dapat menghadap Arsen dan mengangkat tubuh Arsen begitu saja dan membawa pergi semua hal tersebut mengejutkan semua orang yang ada di sana.
Dion yang sempat tercengang memilih mengejar Lexka yang membawa tuannya entah kemana.
Arsen sendiri tidak ada perlawanan untuk protes saja iya tidak mampu,pusing yang sejak tadi iya tahan dan berusaha untuk iya sembunyikan dari lexka malah makin kuat,iya terus menutup mata karena kala matanya dibuka keadaan sekitar seperti berputar.
Pas masuk lorong istana dan disaat Dion memegang lengan Lexka mereka bertiga menghilang,menyisakan kekosongan di lorong tersebut.
__ADS_1
"aduh pusing!"mengerjap-ngerjap matanya Dion melihat kesekitar iya tau tempat ini walau hanya sekali Lexka membawa Arsen dan dirinya kebagian ini Dion sangat ingat betul bagian rumah inti di dimensi Cahya .
Lexka sudah masuk kedalam bodo amat akan Dion yang iya tinggal diluar, prioritas utama saat ini Arsen tunangannya.
"memang monyet si uban,main tinggalin aja udah tau gue ngak tau seluk beluk ini rumah raksasa"
"aduh bagaimana ini mereka ada diruangan mana!?"
tinggalkan Dion yang masih kebingungan dilantai dasar mencari keberadaan Lexka dan Arsen.
......................
Arsen sudah terbaring dikasur king size berbed cover putih salju yang terletak di kamar utama rumah megah kediaman terbesar yang ada di dimensi Cahya.
Lexka mengambil alat kesehatannya yang ada di dalam lemari dan mulai melakukan pemeriksaan kepada Arsen.
"Hahh!!by-by"Lexka hanya mampu menghela nafas berat setelah memasang infus pada punggung tangan Arsen,anak itu malah mengalami kurang cairan yang menyebabkan lemas dan kelelahan secara berlebihan.
"Lexka!"
"iya by kenapa!?"ucap lexka dengan tangan mengusap rambut hitam lebat Arsen dan menatap mata sayu beriris abu-abu itu.
"Arsen terlalu lemah ya!"
"kenapa berbicara seperti itu"
"by kamu sampai dititik ini sudah dikategorikan kuat kamu tidak lemah,banyak diluar sana fisik mereka kuat punya kekuatan besar tapi belum tentu daya mentalnya sanggup sepertimu,lagi pula aku tidak pernah merasa terbebani aku menikmati semuanya"
"tapi seharusnya aku yang mengambil alih sebagai orang yang dapat melindungi Lexka karena aku seorang laki-laki tapi ini!?
aku adalah pecundang yang bergelar putra mahkota dan selalu bersembunyi dibelakang kekasihnya"Arsen menatap kearah jendela dan melihat dua ekor burung berwarna biru dan hitam yang hinggap dan mematuki kaca jendela.
"hei anggap saja,aku mengambil peranmu dan kau mengambil peranku by,dan aku tidak mau mendengar kata yang tidak layak tersemat padamu lagi"
"tapi-"
"tidak ada tapi-tapi sudahi obrolan ini kalau kamu masih ingin membahas hal seperti itu,maaf tapi aku tidak akan menanggapi lagi"Lexka bangkit tetapi tangannya ditangkap oleh arsen
"tetap disini kumohon"pinta Arsen!,Lexka yang pada dasarnya lemah kepada Arsen memilih tetap disana.
......................
Dion sudah duduk lesehan dilantai dirinya capek keliling sudah banyak ruangan yang iya masuki tapi batang hidung si Lexka tidak keliatan juga.
"dimana sih mereka berdua,siuban lagi dia ngak ada kah pikiran balik dan melanjutkan perlombaan,eh tapi perlombaan kedua udah gak ya mulai!?"Dion melihat kesekitar untuk mencari letak jam,saat menemukannya iya menghela nafas
"oh ya,waktu disini kan berbeda dengan diluar kok gue baru inget!"
__ADS_1
"emmm yang mulia baik-baik aja gak ya,tadi aja mukanya pucat sekali sampai di gendong sama uban!,ih dasar uban sialan dimana sih gue khawatir dengan yang mulia liat sekarang gue macam orang bodoh duduk lesehan dan gak tau arah mau melangkah kemana,ini lagi rumahnya gede amat nyusahin aja!!"
dretttt!!
dretttt!!
dretttt!!
merasakan getaran pada saku celananya Dion mengambil barang tersebut dan terpampang lah benda segi empat yang layarnya menyala tanda panggilan masuk.
"lah!!aduh sibodoh lupa gue kalau punya ni benda,Lo sih ngak bilang-bilang kalau nyempil digue"Dion menatap ponselnya gemes dan mengangkat panggilan dari si rambut perak\= si uban.
"Hal-"
"lantai dua pintu warna putih bercorak hitam,sebelum kesini kedapur terlebih dahulu buat bubur jangan lama"
Tut!!
panggilan diputuskan secara sepihak dan Dion masih dengan mulut mengaga ditambah ucapannya tadi belum selesai iya lontarkan
"sabar Dion,sabarrrr harus tenang jangan marah nanti cepat tua tenang"Dion menarik nafas dan menahannya cukup lama dan menghembuskannya karena mulai sesak.
"oke tadi dimana gue liat dapur,oh ya disana!!"Dion pun bangkit dan berjalan kearah lorong sebelah kiri tidak terlalu jauh setelah melewati bagian ruang tamu dan berbelok lagi kearah kanan Dion sampai didapur.
masuk kedalam Dion mengambil apron dan mengenakannya mencari tempat beras saat menemukannya iya mulai mengambil berasnya satu setengah takar dan mulai mencucinya sampai bersih.
......................
tinggalkan kegiatan Dion dan beralih pada bagian luar dimensi dimana acara perlombaan satu persatu perserta sudah menyelesaikan hasil karya masing-masing.
ditempat duduk kaisar,ARDES masih memikirkan percakapannya dengan Lexka diruang makan tadi.
"Eden"
"ya yang mulia"
"apa kau sudah mendapatkan data dari pengawal berambut perak tersebut"
"belum yang mulia,data diri dari pengawal itu seolah tidak pernah ada bahkan jejak-jejak yang bersangkutan dengannya kosong,saya hanya mendapatkan bahwa pertemuan yang terjadi antara yang mulia putra mahkota Arsen dan pengawal tersebut terjadi di desa semanggi dan setelah itu tidak ada lagi"
"bagaimana dengan kamarnya di paviliun barat apa kau sudah dapat menerobosnya"
"tidak yang mulia, kamar itu benar benar tidak bisa dimasuki ada penghalang kuat yang melindunginya,bahkan sihir saya malah menyerang saya kembali setiap saya menggunakannya untuk membuka paksa penghalang itu"
"Hm"ARDES bergumam dan kembali mengalihkan pandangannya kepada tempat lomba
"kau sudah terlalu banyak mengetahui rahasiaku pengawal Lexka hidupmu mengancam kedudukan ku maka kau harus menutup mulutmu itu dengan cara menghilang dari muka bumi ini karena orang mati adalah penjaga rahasia terbaik"
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^