DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
43.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


Sudah dua hari berlalu Lexka masih terbuai alunan mimpi meninggalkan kekosongan di diri Arsen yang seolah raga Tampa jiwa.


"Sudah dua hari,kapan kamu bangun aku rindu mata biru milikmu!"gumam Arsen sambil mengusap lengan Lexka dengan kain basah lalu menggenggam nya,mata kelabu miliknya memindai wajah damai Lexka yang seolah tidak terganggu dengan apapun


"Apa kamu tidak merindukan ku,atau mimpimu terlalu indah!?"tangan Arsen terulur menyentuh bulu mata lentik Lexka turun ke hidung dan jatuh ke pipi dan mengusapnya perlahan.


"Bangun!,jangan membuatku cemburu akan mimpi yang menahan dirimu untuk tidak segera bertemu denganku,Aku akan marah kau tau!"Arsen mengusap cairan bening yang mengalir di pipinya.


"Bangun kumohon hiks Lexka"Arsen memeluk tubuh Lexka yang terbaring dengan erat dan berharap akan mendapatkan balasan, sungguh Arsen mulai memasuki tahap dimana mati adalah pilihan untuk iya dapat berjumpa dengan sosok Lexka segera,Dadanya sesak kala harapannya selama dua hari ini belum juga terwujud iya hanya ingin Lexka kembali bangun dan menyapa dirinya apa itu permintaan yang sangat berat sampai dewa tidak segera mewujudkan nya.


Arsen tengelam dalam tangisannya,sampai iya tersentak kala sebuah rengkuhan pada pinggang dan usapan lembut pada bagian kepalanya iya dapatkan di tambah bisikan lirih yang iya dengar membuat iya tidak dapat membendung rasa haru di hatinya.


"Aku sudah bangun,jadi jangan menangis lagi"ujar Lexka dengan mata yang masih terasa berat serta suara yang terasa sulit untuk di keraskan.


"Lex-ka hiks kamu kembali"


"Hm"


...[ ]...



Lexka menatap tangannya yang terluka dan terpasang beberapa plester pikirannya melayang akan apa yang iya alami di alam bawah sadarnya.


"Biarkan waktu yang menghukumnya,kamu bawa segera Arsen kembali ketempatmu,Sebelum jalan tertutup!!"


"kenapa aku tidak boleh menghancurkannya,kau kan tau apa yang sudah iya perbuat!?"


"Haahh,Dia tidak akan begitu kalau dunia berpihak padanya,dia sudah terlalu menderita jangan tambah biarkan iya bahagia dengan jalan yang iya buat sendiri"


"Bagaimana dengan hama yang lainnya!?"


"Bunuh saja jika kau mau"


"Baiklah"


"aku boleh minta satu hal darimu!?"

__ADS_1


"Apa"


"jaga Arsen untukku,dan bilang padanya aku sangat amat menyayanginya,maaf tidak bisa berdiri di sampingnya selama ini!"ujar pria yang sangat tampan dengan wajah yang mempunyai kemiripan dengan kekasihnya


"Tentu"


Menghela nafas panjang Lexka menatap Arsen yang tertidur pulas di sampingnya, mengulurkan tangannya Lexka mengusap rambut hitam tebal milik Arsen dengan perlahan.


"By dia menyayangimu,Ayahmu sayang padamu!"Lexka mencubit pelan pipi Arsen yang membuat anak itu menggeliat dan mengeratkan pelukannya pada lengan Lexka.


...[ ]...


Pagi menyinsing Lexka keluar dari kamar mandi walau tubuhnya masih terasa lemas dan kepalanya yang masih terasa sakit semua terkalahkan oleh rasa risih yang iya rasakan karena dua hari berturut-turut tidak membersihkan badan.


baru beberapa langkah menjauhi pintu kamar mandi iya harus mengalami senam jantung karena terkejut dengan pekikan dari Arsen yang berjalan mendekatinya.


"LEXKA,APA YANG KAMU LAKUKAN!?,KENAPA TIDAK MEMBANGUNKAN AKU AGAR BISA MEMBANTUMU KE KAMAR MANDI DASAR BODOH BAGAIMANA KALAU KAMU KENAPA-NA"sebuah tangan menutup mulut Arsen yang terus berceloteh dengan nada tinggi


"tenanglah aku tidak apa-apa,lagi pula kamar mandinya tidak terlalu jauh"ujar Lexka sambil menurunkan tangannya yang menutupi mulut kekasih manisnya


"ya walaupun begitu beri tau aku,aku hanya-"Lexka yang melihat Arsen menunduk menghela nafas dan melangkah maju dan mengulurkan tangannya memeluk tubuh Arsen tidak terlalu erat karena proporsi tubuhnya yang masih sakit


"Aku takut,takut kalau kau yang bersamaku ini hanya mimpi dan saat aku terbangun semuanya sirna lenyap aku tidak ingin itu Lexka!"Arsen membalas pelukan Lexka sambil menangis dan Lexka sendiri mengusap punggung Arsen pelan


"Aku nyata jangan pernah berpikir aku hanyalah ilusi,Arsendra percayalah ketakutan ku lebih besar dari pada yang kamu alami sekarang!?"


Arsen menjauhkan tubuhnya dari rengkuhan kekasihnya,melihat mata sewarna lautan yang menyimpan kelembutan saat menatapnya Arsen bertanya bentuk ketakutan apa yang Lexka simpan!.


"Apa!?"


Menyunggingkan senyum tipis Lexka mengusap pipi Arsen yang sembab dan mencubit tipis pipi tersebut


"Kamu, ketakutan terbesarku adalah kamu by aku takut tidak bisa selalu mengukir kebahagiaan didalam hidupmu aku takut suatu saat aku akan melakukan sebuah kesalahan kamu tau hidupku di dunia modern sangat berdekatan bahkan beriringan dengan yang namanya kubangan dosa dimana aku membunuh orang-orang demi mencapai sesuatu,aku takut di sela semua yang aku lakukan menimbulkan kesedihan didalam hidupmu dan menambah beban yang selama ini kamu pikul,dan karena hal itu kamu akan berlalu meninggalkanku!"jelas Lexka panjang lebar membuat Arsen yang mendengarnya menggeleng kepalanya dan menangkup pipi Lexka dengan kedua tangannya


"xka aku mencintaimu!"hanya itu yang sanggup Arsen ucapkan akan semua hal yang diucapkan oleh Lexka, Arsen sudah terlalu bergantung jauh pada diri Lexka tidak mungkin iya dapat berlalu pergi jika sumber hidupnya di diri seorang Lexka orang yang iya jumpai dengan segala keindahan di balik mata yang selalu memberikan ketenangan pada jiwanya.


Lexka yang mendengar perkataan Arsen kembali membawa tubuh Arsen kedalam kerengkuhannya,setetes air mata mengalir dipipi kirinya sungguh iya sangat bahagia dengan segala hal yang terjadi digaris takdir yang iya lalui.


"aku bahagia!"gumam Lexka yang membuat Arsen tersenyum

__ADS_1


"aku juga"Arsen menyembunyikan wajahnya diceruk leher Lexka dengan bibir yang terus membentuk kurva senyum.


"By!"


"Hm"


"besok perjalanan pulang kita dimulai!"ujar Lexka membuat Arsen terkejut dan langsung menjauhkan dirinya sambil menatap Lexka tidak percaya


"APA"


"iya kesini,kita duduk aku sudah lelah terlalu lama berdiri!"menarik tangan Arsen keduanya menuju sofa didekat jendela dimana disana ada si bubu yang tergeletak, mendudukkan dirinya Lexka melihat Arsen yang malah masih tenggelam dalam keterkejutannya membuat Lexka menepuk pelan pipi kesayangannya membuat arsen tersadar dan langsung memiringkan tubuhnya dan menatap Lexka dengan pandangan serius


"xka kenapa cepat sekali,kamu bilang ingin meratakan kekaisaranku terlebih dahulu apa tidak jadi!?"


"awalnya juga rencananya seperti itu,tapi aku tidak di izinkan"


"akukan sudah beri izin,kok kamu bilang gitu!"


"bukan kamu tapi ayahmu yang tidak mengizinkan aku untuk menyentuh adiknya dan kekaisaran melalui alam mimpi"ujar Lexka sambil memijat bahunya pelan


"Ayahanda!?"tanya Arsen seolah tidak percaya dengan perkataan yang baru dikeluarkan oleh sang tunangan


"Hm,tapi kita boleh menghabisi nenek lampir dan saudara tiri lelaki yang kau miliki,itu tidak ada larangan kalau kau mau!"Lexka menatap Arsen yang sedang memainkan tangannya


"Bunuh saja,tapi xka apa ayahanda bilang sesuatu!"Arsen menatap penuh harap pada Lexka karena semenjak iya tau kebenaran dari semua yang terjadi iya mengharapkan ayahnya itu menginginkan dirinya hadir,dan Lexka menangkap hal itu Dimata Arsen yang mana membuatnya terkekeh pelan.


"Dia sangat menyayangimu,dan dia meminta maaf karena tidak bisa berdiri di sampingmu selama ini,dari tatapannya aku tau by karena terlihat jelas bahwa iya amat sangat mencintai dan menyayangi putranya ini dan bangga memiliki dirimu di dalam hidupnya!"ujar Lexka memunculkan senyum kebahagiaan diwajah Arsen


"aku sangat ingin bertemu ayahanda dan ibunda"


"berdoalah semoga mereka mendatangi mimpimu karena doa anak baik dan tangguh sepertimu pasti terkabul!"Lexka menepuk dan mengusap rambut Arsen membuat baby panda gemoy nya mengangguk.


"gemesnya!"batin Lexka menahan diri agar tidak menarik pipi Arsen


......................


......................


......................

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2