DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
38.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


DI ISTANA_


disebuah ruangan terlihat seseorang sedang terduduk dengan kondisi yang tidak dapat dikatakan baik-baik saja,kondisinya tampak sangat buruk dengan penampilan yang acak-acakan.


"brengsek kenapa bisa begini"


"kemana sebenarnya anak sialan itu"


"Hari itu sudah makin dekat,bagaimana ini"


sosok tersebut mencengram rambut nya dengan kuat,semuanya benar-benar berantakan sudah lebih dari dua Minggu ini keadaan cukup mengguncang bagian istana,hanya karena dimulai satu orang dan kejadian sial lainnya terus menjalar sampai hari ini.


Tok


Tok


Tok


mendongakkan kepalanya melihat kearah pintu masuk sosok tersebut mulai menegakkan tubuhnya dan sedikit memperbaiki penampilannya,agar tidak terlalu terlihat menyediakan


"Masuk!"


clekkk


"salam yang mulia semoga anda hidup seribu tahun lagi"ucap seseorang pria menggunakan seragam kesatria berwarna hitam menundukkan kepalanya


"Hm- bagaimana!?"


"maaf kan saya yang mulia kaisar,putra mahkota sama sekali tidak ditemukan keberadaannya bahkan pengawalnya juga sama!"


BRAKKK


"DASAR TIDAK BERGUNA,UNTUK MENCARI SATU ORANG SAJA KAU TIDAK MAMPU DASAR BODOH"memukul dengan keras meja yang ada dihadapannya sosok Ardes membentak sosok sang bawahan yang tidak lain dan bukan adalah Eden yang saat ini sedikit menunduk am pandangannya


"Maaf yang mulia!?"


"cih!bagaimana perkembangan pencarian buronan itu"


"masih dalam proses pencarian,para prajurit bahkan sebagian rakyat juga ikut membantu pencarian!Tapi hasilnya masih sama keberadaannya belum diketahui"


"kalian ARGGGGGGGGGGG"


PRANNGgg

__ADS_1


lemparan dari guci keramik menghantam dinding yang ada di belakang Eden,Ardes yang menjadi dalang dari semua itu mengacak semua hal yang ada diatas mejanya sampai barang yang ada diatas meja kerjanya berantakan tak berbentuk


"pergi dari sini,dan cari mereka sampai dapat kalau sampai kau gagal kembali bersiap kepalamu itu aku gantung di alun-alun kota"ujar Ardes menatap tajam Eden


"baik yang mulia kalau begitu saya pamit permisi"


"Hm"


melihat bawahannya sudah berlalu pergi Ardes menatap tajam ke arah luar jendela sambil mendesis dan mengepalkan tangannya dengan kuat sampai buku-buku tangannya memutih


"Dasar dua mahluk sialan,penghancur semua hal yang aku bangun dari nol kalian harus membayar mahal akan semua ini"


Sedangkan di atas genteng bertepatan di atas ruangan dari kaisar kita,duduk dua orang yang nangkring sambil makan keripik dan minuman kaleng di tangan masing-masing,sambil mendengar segala hal dari ruangan yang gentengnya di duduki keduanya.


"nona dia minta bayaran mahal!"


"iya nanti kita bayar Lima rebu,gratis liang lahat"


"sama taburan bunga bangkai untuk kuburannya nona,biar makin Hot"


"iya itu juga,ayo kita liat hama lainnya"


"oke let's go"


keduanya menghilang dari atas genteng tersebut dan tiba-tiba muncul kembali di dalam sebuah ruangan lebih tepatnya di bawah sebuah ranjang yang sedang di tiduri seseorang dengan kondisi yang sangat mengenaskan dimana perutnya membuncit dan kulitnya terdapat bentol yang mengandung nanah dan aroma tidak sedap di keluarkan oleh tubuh tersebut


"anjayyy bau azab!"sosok yang lebih muda mengapit hidungnya dengan kuat saat aroma jahanam tersebut menghunus hidung nya,rasa mual mengaduk bagian perutnya


"kita mulai dari sini, sepertinya dia butuh pertolongan pertama menuju akhirat"


"iya saya juga berpikir begitu nona ini si lampir butuh shopping sama cacing di tanah segera"


"kita apakan ya"


"kita gelitikin dia sampai menangis bahagia nona"


"Mari"


keduanya keluar dari bagian bawah ranjang dan menatap wanita yang sedang tertidur dengan pulas Tampa merasa terganggu dengan keadaan sekitar.


kedua orang tersebut menyeringai dan mendekat pada sosok yang terbaring tersebut dan sosok gadis berperawakan tinggi itu mengeluarkan belati dengan mata pisau berwarna hitam dan mengusapkannya pada lengan wanita yang berbaring tersebut dengan perlahan.


sedangkan wanita yang sedang tertidur tersebut merasa terusik dengan rasa dingin yang menjalar pada lengannya membuka mata untuk melihat benda apa yang bertengger dilengannya iya malah di kagetkan dengan dua sosok yang sedang berdiri dengan senyum miring di bibir masing-masing.


"KAU GADIS SIAL-"

__ADS_1


JLEPPP!!


tidak ingin mendengar suara dari lampir terlalu lama sosok yang tidak lain merupakan seorang Lexka memilih mengantarkannya kepangkuan yang maha kuasa dengan cara menancapkan belati yang iya pegang ketengah dahi wanita lampir yang merupakan selir agung dari kaisar si banci kaleng.


"udah mau mati banyak gaya!"


"nona ayo keluar bau azab disini makin menyebar saya tidak tahan lagi"Luangxi menarik lengan Lexka mengajaknya keluar dan ya permintaan angxi di turuti oleh Lexka yang juga merasakan hidungnya hampir mengalami mati rasa.


keduanya pergi dari sana setelah meninggalkan jejak berupa api berkobar membakar paviliun dari selir agung berserta penghuninya dengan tragis membuat prajurit dan beberapa terkejut dan berbondong bondong berusaha memadamkan api hitam yang sedang melahap bangunan tersebut dengan senang hati.


"CEPAT AMBIL AIR YANG BANYAK,KITA HARUS MEMADAMKAN API INI SEGERA"


"APINYA TIDAK BISA DI PADAMKAN KETUA"


"BAGAIMANA INI YANG MULIA SELIR AGUNG ADA DI DALAM"


"KAMU SEGERA LAPORKAN KEJADIAN INI PADA YANG MULIA KAISAR,CEPATTT!!"


"BAIK KETUA"


Dua orang yang merupakan dalang dari kebakaran yang terjadi malah duduk santai di dahan pohon sambil makan popcorn dan menonton kehebohan dari para bawahan hama yang sedang di Landa kepanikan.


"sampai lebaran monyet pun itu api gak akan bisa padam kalau hal yang iya lahap belum habis"


"Nona"


"Hm-"


"kalau kita sudah pulang kedunia tempat kita berasal,saat tahun baru kita bakar rumah ya biar rame kayak gini"


"kalau sempat"ujar Lexka sambil meminum soda yang iya genggam,dan mengamati raut Ardes yang tampak sangat marah dengan hal yang iya saksikan saat ini


"nikmati hari ini dan dua hari kedepan Ardes sebelum aku menghapus kejayaan kekaisaran yang kau pimpin,beserta dirimu yang sudah menjadi duri dalam kebahagiaan yang kau renggut paksa dari kekasihku!"gumam lirih Lexka sambil menatap dingin pada ARDES yang memiliki nama asli Zuan firgo.


meninggalkan keramaian di depan paviliun khusus selir agung beralih kearah timur dimana terdapat paviliun anggrek yang di tempati oleh seorang permaisuri yang saat ini meringkuk di atas kasurnya dengan segala ketakutan yang menyelimutinya,apa lagi mendengar kabar bahwasanya Claudia sang selir agung dinyatakan mati terpanggang di dalam kediamannya.


"aku tidak ingin mati hiks tidak aku tidak mau"


"hiks tidak TIDAKKKKKKK!! AKU TIDAKKKK MAU MATI SEPERTI MEREKA TIDAKKKK"dengan menggelengkan kepalanya gusar sosok tersebut mencengram rambut kuat saat bayangan kematian mengerikan menghampirinya di kemudian hari


......................


......................


......................

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2