
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
...
...
...
Greb
"Lexka"ujar Arsen saat menghirup aroma parfum dari orang yang cukup iya rindukan dan saat iya ingin berbalik untuk melihat kebelakang dimana sosok pemilik lengan yang sedang mendekapnya.
"tetap pada posisimu by,aku ingin seperti ini sebentar"bisik Lexka sambil meletakan kepalanya bersandar pada bagian bahu kiri Arsen dan napas dari kekasihnya itu menyapu leher Arsen membuatnya merinding
"Lexka jauh dikit,nafasmu jangan sampai kena leherku!"
"kenapa memang"ucap Lexka dan dengan sengaja meniup leher Arsen pelan membuat sang empu leher menggeram rendah,dan mengangkat tangannya untuk menutupi bagian lehernya dari serangan
"jangan nakal sayang!"ujar Arsen lalu berbalik dan merengkuh balik tubuh Lexka, sedangkan untuk lexka sendiri iya hanya tersenyum tipis saat menatap wajah Arsen yang entah kenapa hari demi hari makin menjorok kearah manis kalau ditanya kedalam hati terdalamnya terkadang Lexka suka sekali insecure melihat wajah kekasihnya ini iya berpikir kenapa wajahnya yang perempuan tulen tidak seperti wajah Arsen kenapa ada yang tau!!
Cup
Lexka yang sempat membiarkan pikirannya kemana-mana cukup terkejut kala sesuatu benda kenyal menyentuh bagian bibirnya,saat kembali dengan fokusnya Lexka membalas ciuman yang diberikan Arsen tangannya terulur memegang bagian belakang leher sang kekasih dan meraup bibir manis itu untuk memperdalam tautan bibir keduanya.
"eumm hahh!"menjauhkan wajahnya Lexka melihat Arsen yang sedang mengambil nafas tapi mata keduanya saling tatap tanpa mengalihkan barang satu detik pun,menyelami keindahan dari iris masing-masing,Lexka mengusap pipi Arsen pelan dan tiba-tiba tidak ada angin ribut Lexka menarik kuat pipi Arsen dengan kuat membuat suasana yang tadinya harmonis berubah seketika
"Awww lep-as Lexka bodoh!"Arsen memukul lengan sang kekasih yang kini sudah menarik kedua belah pipinya,sungguh ini sakit sekali
"gemesnya pengen kali aku suir pipi kamu by!"saat Arsen berhasil melepaskan pipinya dari tangan lexka iya mendengus sambil mengusap kedua pipinya yang terasa panas,bibirnya mencebik kebawah
"suir-suir kamu pikir pipi aku dada ayam apa!udah ah malas aku"setelah mengatakan hal tersebut Arsen berbalik dan pergi dari dalam kamar utama berniat menjauhi Lexka yang selalu saja setiap ada waktu bersamaan tanpa kehadiran orang disekitar keduanya kekasih nya itu suka sekali mencubit brutal pipinya.
Lexka melihat kepergian Arsen juga ikut membuntuti dari belakang sambil memanggil pelan dengan suara yang malah membuat Arsen merinding,sungguh Arsen merasa Lexka mirip kayak setan yang siap menempeli dirinya
"By"
"baby"
"yangg"
"sombongnya"
"Arse-"belum juga selesai Lexka mengutarakan nama seorang Arsendra pemilik nama itu sudah berbalik dan memelototi nya,Lexka yang mendapat tatapan seperti itu meneguk ludah gugup
"kena-pa liatnya begitu!?"
"APA! tadi mau panggil apa"marah Arsen dirinya kesal saat Lexka ingin merubah panggilan nya dengan menyebut nama iya tidak suka,iya kesal
"emmm kamu ngomong apa sih by aku ngak ngerti"Lexka menatap kearah lain asal jangan wajah Arsen yang sudah cosplay kayak banteng hampir ngamuk
__ADS_1
"Cih jangan pura pura gak tau"
"Maaf ya! kagak sengaja suwerr dah,jangan marah ya"Lexka memeluk Arsen dari samping dan mulai memasang tampang memelas kek kucing minta di pungut sedang orang yang dibujuk buang muka tapi kalau dilihat di balik wajah kesalnya itu terdapat senyum yang ditahan
"By,Babyyyyyyyyy"panggil Lexka dekat telinga Arsen pelan
"Maaf,By nangis nanti aku nya Lo, ngak kasian apa tega bener"ucap lexka cemberut sambil menoel-noel pipi Arsen tapi malah di tepis si empu pipi
"tangannya,kalau mau nangis,nangis aja kok bilang bilang"
"biar kamu tau"
"bodo amat!"
......................
Lexka berbaring di hamparan rerumputan dibelakang Mension megahnya sambil menatap bulan penuh diatas sana.
iya sedang larut dalam dunianya sendiri dimana sesuatu yang iya inginkan sudah tercapai,keinginannya dari kecil dimana iya ingin memiliki sosok seorang pendamping yang mampu bertahan disampingnya dalam keadaan apapun sudah terpenuhi,apa lagi dirinya diberi sosok yang luar biasa sempurna bagi dirinya yang tidak pernah atau bahkan sedikit melakukan sebuah kebaikan.
Hidup di gelimangan lumpur hitam sudah biasa baginya entah sewaktu iya masih berada didunianya melakukan perkerjaan nyolong benda antik,atau menjadi PB(pembunuh bayaran) iya tidak pernah berpikir orang yang iya sakiti jahat atau tidak tidak pernah berpikir keadaan keluarganya kala ditinggal korban dari hasil perkerjaan nya semua itu tidak pernah terpikirkan sampai iya terdampar disini.
mengenal sosok Arsen dalam hidupnya adalah berkah bagi seorang Lexka yang dari kecil sudah di tempa menjadi egois untuk bertahan hidup agar tidak diinjak orang lain dirinya yang sudah biasa kuat karena perjalanan waktu malah dipasangkan dengan sosok yang mengenalnya pada sebuah kasih dan ikatan antara erat dan renggang.
"11 November dimana aku akan kenalkan kamu dengan duniaku by,semoga dengan disana kamu merasa lebih bebas dan aman!"
memejamkan matanya Lexka menikmati angin yang menerpa tubuhnya dengan pelan ditambah simponie yang dimainkan oleh alam membuatnya terbuai.
Sedangkan didalam Mension Arsen turun dari lantai atas dengan terburu-buru saat sampai di lantai dasar iya menuju kearah ruangan dimana diruangan tersebut terdengar suara dua orang sedang berdebat.
"dasar bocah tengik, beraninya Lo main curang"
"heh gue gak curang ya,Lo aja yang lemah"
"apa Lo bilang,kalau ngajak betumbuk bilang"
"Lo pikir gue takut,sini maju gue jabanin"
BRAKkk
pintu terbuka dengan kasar dimana didalam ruangan tersebut terlihat dua orang yang saling adu Jambak karena masalah permainan,keduanya melihat kearah pintu memperlihatkan wajah pias seorang Arsen bercampur khawatir
"yang mulia"
"tuan Arsen"
ujar keduanya berbarengan dan dengan cepat saling melepas diri di dan memperbaiki penampilan mereka tapi keduanya langsung berhenti saat suara Arsen terdengar tercekat seperti orang menahan tangis.
__ADS_1
"Apa kalian melihat Lexka!?"tanya Arsen sungguh dadanya sesak saat tau kekasihnya tidak berada disekitarnya,dia menyesal tadi mengabaikan Lexka dan meninggalkannya sendirian dan lebih memilih sibuk sendiri padahal iya tau Lexka tidak akan berada dalam waktu lama di dunia dimensi Cahya karena harus mengurus bedebah paman saitonnya itu.
"Lah bukannya tadi nona berkata ingin menemui anda tuan Arsen!?"ujar angxi bangkit dan menghampiri Arsen bersama Dion yang juga maklum kepo
"iya tadi dia memang menemuiku tapi-"
"tapi kenapa yang mulia"ujar Dion yang gemas sendiri dengan Arsen yang pakai menghentikan ucapannya
"sudahlah jangan bahas,bantu aku mencarinya sekarang!"
"Baiklah yang mulia/tuan Arsen"jawab Dion dan angxi secara bersamaan dan ketiganya berpencar mencari lexka di seluruh Mension tapi hasilnya nihil dan karena hal itu Arsen tambah tidak bisa mengontrol Teresa air matanya,dengan menggigit kuku jari telunjuk Arsen kembali berkeliling berharap ketemu batang hidung kekasihnya yang kenapa malam ini begitu menyebalkan.
"apa ketemu!?"tanya Arsen pada Dion dan angxi saat ketiganya berkumpul kembali diruang keluarga
"tidak yang mulia bagian lantai tiga sudah saya geledah semua ruangannya tapi si uban- ehh maksudnya pengawal Lexka tidak ada!"ujar Dion
"saya juga tadi dilantai 4 juga tidak menemukan nona tuan arsen,"
"apa pengawal Lexka sudah keluar dari dalam dimensi ya!"
"bisa jadi,tapi aku kurang yakin karena kata nona dia akan menghabiskan cukup banyak waktu disini karena akan membuat Bom sebagai senjata penyerangan"ucap angxi sambil mengusap dagunya
sedangkan Arsen yang mendengar hal tersebut memilih pergi meninggalkan kedua nya dan pergi naik kelantai dua dimana kamar utama miliknya dan Lexka berada.
menjatuhkan dirinya dikasur Arsen menutup wajahnya dengan bantal dan menangis sesenggukan disana,kalian tau Arsen merindukan Lexka mereka baru bertemu 2 jam lalu dan kini kekasihnya itu sudah pergi lagi,manusia pan**k macam apa itu.
"hiks lex-ka hiks sia-lan"dan karena mungkin terlalu lelah setelah menangis arsen terlelap dengan memeluk bantal ditambah wajahnya yang memerah dan area mata yang bengkak menambah nilai miris.
Plak
suara tamparan terdengar didekat pohon apel dibelakang mansion dekat kolam ikan mas terlihat perempuan yang dari tadi menjadi sumber objek yang dicari 3 human yang hidup berdampingan dengan dirinya sedang tertidur dengan nyamannya walau terkadang tangannya sesekali menepuk nyamuk yang menggigit tubuhnya.
"aaarrrrggggggggg nyamuk monyet,sialan lo"bangkit dengan kasar dari acara baringnya Lexka menatap sekitar untuk mencari dimana nyamuk yang dari tadi berdenging di telinganya
"ganggu orang aja Lo cih"bangkit berdiri Lexka memilih pindah masuk kedalam mansion dari pada di luar sini bisa habis darahnya kalau terus-terusan disedot nyamuk.
Saat sampai di lantai dua Lexka langsung masuk kedalam kamarnya yang dimana iya dapat melihat sang kekasih sudah tertidur pulas,dengan mendekat perlahan Lexka tidak dapat melihat keseluruhan muka Arsen hanya area dagu dan bibirnya saja yang kelihatan karena itu anak menutup sebagian wajahnya dengan bantal
"ngak pengap apa tidur kayak gitu!?"mengangkat bahu acuh Lexka memilih berbaring di sebelah Arsen tidak lupa tangannya terulur membawa tubuh tunangannya itu kedekapannya maklum kalau ngak ada guling iya sulit tidur pengecualian dengan di luar tadi.
"Good night baby panda"bisik Lexka sambil meniup halus cuping telinga Arsen dari belakang
......................
......................
......................
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1