DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
9.


__ADS_3

...jangan lupa komen vote dan like ya...


saat Dion sudah sampai,dikuda yang posisinya sejajar dengan kuda yang ditunggangi oleh Lexka dan Arsen,iya langsung saja berniat untuk menaiki kuda berwarna coklat tersebut tapi tertunda karena panggilan dari gadis yang menggunakan gaun merah yang sempat ditolong tadi


"tu-nggu sebentar tuan"cegah gadis tersebut,dan berhenti didepan dua kuda gagah yang salah satunya masih ditunggangi oleh pemiliknya


"ada apa!?"jawab Dion,sedangkan Lexka dan Arsen hanya diam saja,tapi walaupun begitu Arsen sedang menatap inten gadis bertubuh mungil yang ada didepan mereka saat ini,entah kenapa iya sedikit fameliar.


"eemm,saya kesini ingin berte-rima kasih pada tuan tuan karena sudah menolong saya dan rombongan"ujar gadis itu sambil menunduk tapi matanya terus melirik kepada dua orang yang masih diatas kuda hitam,iya tidak bisa melihat wajah keduanya karena tudung jubah yang menutupi wajah mereka dan hanya menampakkan bagian bibir dan dagu.


dan itu semua tertangkap penglihatan tajam lexka,entah kenapa iya benci dengan lirikan itu.


"iya tidak masalah nona,kalau begitu kami permisi"Dion pun kembali ingin menaiki kudanya tapi terhenti kembali saat gadis didepan mereka ini menyuarakan sebuah nama,yang bagi Dion tidak asing karena nama itu milik...


"Ar-sen"ucap gadis itu dengan mata yang berkaca kaca dan bercampur binar kebahagiaan.


iya itu nama tuannya,yang entah dari mana gadis itu mengenal tuannya itu.


sedangkan Arsen tudung yang semestinya menutupi kepala dan wajahnya malah terbuka karena angin yang tiba tiba berhembus kencang,dan iya malah terkejut karena panggilan dari gadis bersurai ungu didepannya itu


"Arsen,itu benar kamu kan,kamu masih ingat aku bunga Lily mu"ujar gadis bernama lengkap Lilyana Mei kangar putri mahkota kerajaan meteor


Arsen yang merasa berbicara,kurang nyaman kalau dilakukan dengan iya yang masih duduk diatas kuda memilih untuk turun,sedangkan Lexka sebagai pengamat semua gerak gerik yang Arsen lakukan dengan tatapan tajam dilengkapi wajah Tampa ekpresinya yang masih tersembunyi dibalik tudung jubah dan topeng hitam yang iya kenakan.


sedangkan Arsen baru saja menapakan kakinya ke tanah,tapi iya malah diserang sebuah pelukan erat dari Lilyana,yang membuatnya hampir terjatuh tapi semua itu,tidak terjadi karena Lexka menyangga tubuhnya


saat Arsen sudah berdiri dengan baik iya langsung melepaskan pelukan dari Lily karena iya tidak nyaman dengan itu


"lepas"ucap Arsen dengan tangan yang berusaha melepaskan lilitan tangan Lily yang memeluk tubuhnya


"tidak akan,aku sangat merindukanmu dulu kan kita sering berpelukan seperti ini"ucap Lily kepada Arsen dengan nada kekanak kanakan


melihat Arsen yang tidak nyaman dengan pelukan yang dilakukan Lily dan tatapan di uban kepada pasangan itu semakin menajam Dion berinisiatif melepaskan pelukan dari gadis yang menempel kepada tuannya layakan lintah itu

__ADS_1


iya segera maju dan melepaskan pelukan itu dengan kasar sampai tubuh dari gadis bernama Lily itu terdorong dengan kuat dan hampir jatuh terjerembak kalau saja pengawalnya yang merupakan prajurit bernama Alen tersebut tidak segera menangkapnya.


sedangkan Arsen hanya melihat saja perlakuan Dion kepada gadis bernama Lily yang merupakan orang yang pernah menempel padanya saat iya masih kecil,gadis manja dan cenggeng yang selalu mengganggunya dan melakukan hal yang merepotkan pantas dia sedikit fameliar dengan wajah itu


dan apa katanya tadi sering berpelukan malah gadis itu yang selalu memeluknya,dengan tidak ada malunya.


"yang mulia putri mahkota,anda baik baik saja"tanya Alen kepada Lily


"putri mahkota apa ada yang sakit atau luka"Mira pelayan pribadi Lilyana juga ikut bertanya


tapi Lily tidak menghiraukan itu,dan malah menatap Arsen yang ada didepannya dengan pandangan sedih dan berkaca kaca


"kena-"ucapan Lily dipotong oleh suara datar dari seorang Lexka


"sudah cukup,mengenang masa lalu puas!, jangan memperlambat perjalanan kami dengan drama murahanmu itu putri"ucap lexka dengan datar dan tatapan menghunus kepada Lily dan rombongannya


"ka-mu kena-pa ber-bicara sepe-rti itu aku kan hanya menyapa tem-an masa kecilku"ujar Lily sambil meremas gaun yang iya kenakan


"jaga ucapan anda kepada putri Lily"ucap Mira dengan nada membentak dan menatap berani kepada orang yang wajahnya saja tidak dapat iya lihat,karena tidak tega melihat putri junjungannya yang menangis


"oh,anjing peliharaannya marah luar biasa sekali"ucap remeh Lexka sambil menurunkan tutup dari jubahnya dan terpampang lah kini sosok berambut perak dengan wajah setengah yang tertutupi oleh topeng berwarna hitam tapi walaupun begitu orang yang ada didepannya menebak pasti dibalik sebagian wajah yang tertutupi itu tersembunyi wajah yang sempurna.


"kau hanya seorang pelayan kecil dan berani sekali menggertakku,apa pangkatmu selain pelayan hm"kembali Lexka menekan pelayan berwajah menjijikan sama seperti tuannya


"kau,seharusnya tunduk kepada putri Lily yang merupakan seorang putri mahkota kerajaan meteor,tidak dengan penghinaan yang kau layangkan padanya"jawab pelayan itu dengan berani


"dia bukan tuanku,dia bukan rajaku,dan bukan juga orang terdekat bagiku dan untuk apa aku harus tunduk dan hormat kepada orang yang kenal pun tidak"


"lagi pula,dengan kau yang berkoar koar seperti itu kau merasa hebat,hebatmu itu tidak bisa menutupi sifat tidak terpelajar dari tuan putrimu ini yang kurang ajarnya memeluk dengan lancang tuanku dengan dalil teman masa kecil,dimana ajaran yang diajarkan kerajaan kalian hmm"


orang orang yang mendengar itu langsung terdiam,tidak ada yang berani bersuara,hanya suara Isak tangis yang mulia putri Lilyana yang terdengar sampai suara Arsen terdengar,lebih tepatnya rintihan kecil dan itu didengar Lexka dan Dion


"kita pergi dari sini dan kalian jangan menghalangi jalan"Lexka dengan segera naik keatas kuda,sedangkan Arsen juga ikut naik dibantu Lexka,saat sudah memastikan Arsen aman Lexka langsung memacu kudanya meninggalkan tempat penuh hama itu

__ADS_1


sedangkan Dion berpikir bahwa Lexka sangat keren tadi,tapi sedikit saja sedikit tidak banyak.


sedangkan rombongan Lily masih terdiam disana.


dan untuk Lily sendiri iya sedang menunduk dengan tangan yang terkepal,iya membatin


"sialan,Arsen kau adalah milikku selamanya akan begitu"batin Lilyana dengan sebuah seringai dibibirnya


Lexka melihat kearah Arsen yang saat ini sedang bersandar padanya,matahari bersinar terik panas dari sinarnya seperti mendidihkan kepala,ditambah lagi mereka belum mengisi perut sama sekali itu faktor pertama kenapa Arsen keadaannya makin menurun.


"kita sepertinya harus berhenti dan beristirahat disini"ujar Dion kepada Lexka


"sepertinya begitu"jawab Lexka


"bagaimana menurut anda yang mulia"tanya Dion pada Arsen yang terlihat sekali tuannya tidak baik baik saja dengan wajah cukup pucat


"iya"hanya itu saja jawaban Arsen


dan disanalah mereka mengistirahatkan diri,di bawah pohon yang cukup besar dan Lexka mengeluarkan sebuah karpet bulu dari tas hitam yang terhubung dengan ruang dimensinya jadi mereka yang melihatnya tidak curiga jikalau iya memunculkan sesuatu karena mereka berpikir itu dari tas hitam yang iya bawa,


saat sudah membentangkan karpet berwarna hitam itu Lexka kembali mengeluarkan makanan yang merupakan bento yang dibuat oleh angxi untuk mereka,dan Lexka berterima kasih untuk itu.


"ayo duduk kenapa berdiri disana"ucap lexka yang melihat dua orang yang malah berdiri mematung dengan ekpresi berbeda beda yang satu dengan mulut mengaga ditambah mata berbinar dan yang satu malah melamun dengan pandangan kosong.


seolah tersadar Arsen dan Dion langsung mengambil duduk diatas karpet dengan bulu tebal yang sangat lembut membuat rasa letih mereka terangkat saat itu juga..


......................


......................


......................


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


__ADS_2