DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
13.


__ADS_3

...jangan lupa komen vote dan like ya...


Arsen POV


Hari ini aku kembali menginjakkan kaki di istana,setelah perjalanan yang aku lalui beberapa hari ini.


dan sekarang aku datang keistana tidak berdua saja sekarang melainkan bertiga dengan Lexka.


sepanjang jalan yang aku lakukan,untuk sampai ke istana kekaisaran ini,semuanya berjalan lancar Tampa kendala.


tapi sepanjang perjalanan,tidak dihalangi kendala tapi aku lewati dengan ke khawatiran Dion padaku dan Lexka hanya diam saja tapi yang aku rasakan Lexka sangat memperhatikan ku.


itu semua bermula,disaat Dion melihatku yang mimisan didepannya,dan iya malah Cepu pada Lexka,dan berakhirlah perjalananku dilewati dengan kecerewetan dari Dion,untung Lexka tidak seperti itu.


tapi dibalik itu semua,aku merasa senang karena masih ada orang yang peduli akan kehadiranku.


saat ini aku sedang dikamar,dengan posisi berbaring dikasur,aku belum membersihkan diri karena entah mengapa tubuhku malah lemas,jadi aku putuskan istirahat dulu sebentar.


saat aku ingin menutup mata,aku malah mendengar ketokan pintu,yang dapat aku pastikan itu Dion karena siapa lagi yang mau berinteraksi denganku selain Dion tapi sekarang bertambah karena ada Lexka.


TOK..


TOK...


TOK....


Cleekk...


suara kunci dari dalam yang dibuka,disusul pintu terbuka menampakkan seorang Arsen dengan wajah datar.


"salam yang mulia pangeran mahkota,semoga berumur panjang"ujar Dion sambil membungkuk memberi salam hormat pada Arsen


"Hm,ada apa pengawal Dion"jawab dan tanya Arsen


"saya menyampaikan pesan yang diberikan yang mulia kaisar,melewati tangan kanannya.


beliau mengatakan mengundang anda kejamuan makan malam bersama nanti malam"ujar Dion menjelaskan pesan lisan yang diberikan kaisar kepada Arsen


"apa aku bisa menolaknya!?"ucap Arsen dengan pandangan kosong"pasti tidak kan"ujar Arsen dengan menjawab pertanyaan dirinya sendiri sambil menatap dion


"yang mu-lia,kalau anda tidak mau ha-"


"aku akan hadir,jadi kau tak perlu khawatir."


"dan juga aku ingin istirahat terlebih dahulu"ucap Arsen sambil menatap Dion dengan tatapan seperti biasanya,Datar

__ADS_1


"baik yang mulia,kalau begitu saya ijin undur diri,permisi yang mulia"


"Hm"gumam Arsen


sedangkan Dion berlalu pergi,dari hadapan Arsen,Arsen sendiri sudah kembali masuk kedalam dan duduk disofa yang ada dikamarnya,dan berpikir,kapan terakhir kali iya makan bersama ayahnya itu.


waktu berlalu begitu cepat langit gelap malam sudah menghiasi dunia,arsen sudah siap dengan pakaian berwarna biru tua dengan pada bagian depan sebelah kiri terdapat Bros serpihan salju dengan rantai halus melintang melewati bagian dadanya dan mengait pada Bros lain yang terdapat di bagian sebelah kanan.


sarung tangan hitam menghiasi, tangan jenjangnya,dan celana hitam berbahan halus,sepatu berwarna senada.


Arsen menatap penampilannya di kaca besar dihadapannya,iya tak yakin akan pertemuan malam ini,karena sudah 16 tahun terlewatkan semenjak ibunya meninggal Arsen tidak pernah makan bersama mereka lagi.


Arsen berlalu dari hadapan cermin itu,dan mulai mendekati pintu keluar dari kamarnya ini karena tadi Dion sudah menunggu diluar.


"yang mulia"sapa Dion pada Arsen


"dimana pengawal Lexka,kenapa dia tidak bersamamu"tanya Arsen sambil menatap Dion dengan sebelah alis dinaikan


"saya kurang tau yang mulia,tadi setelah saya mengantar si uban- eh maksudnya pengawal Lexka kepengurus paviliun barat,saya belum bertemu dengan dia lagi tadi"jawab dan jelas Dion


Arsen hanya diam mendengar ucapan Dion apa yang Dion katakan dia berpikir pengawalnya itu kemana


"yang mulia,mari"ucap Dion


"Hm" dan mereka pun berlalu menuju ruang makan yang ada diistana utama.


kini disinilah Arsen bersama para orang penting bagian kekaisaran ini,iya duduk tenang dikursinya tapi walaupun begitu ada perasaan gelisah yang merayapi hatinya.


acara makan sudah dimulai,suasana hening melingkupi ruangan itu, para pelayan maupun koki berbaris dibelakang sedikit jauh dari meja makan mereka.


saat Arsen sedang makan tiba tiba kaisar mengeluarkan suara dengan berbicara yang langsung membuat Arsen emosi akan hal yang iya tidak setujui


"kau akan menikah dua bulan lagi,dan jangan pernah menolak"ujar kaisar dengan memasang wajah datar,saat menatap Arsen


Arsen terkejut bercampur marah akan apa yang iya dengar,bahkan iya tidak pernah berpikir iya akan menikah dengan cara seperti ini.


tau bahkan dengan siapa iya akan bersanding pun tidak tiba tiba hari ini iya diberikan tahu akan menikah dua bulan lagi tentu itu mengejutkan baginya.


"apa maksud anda kaisar!?,untuk perintah mu kali ini saya menolak tegas"ujar Arsen berusaha menahan amarahnya


"aku tak butuh penolakan darimu,ucapanku mutlak suka tidak suka kau harus mengikuti"


PRANNGgg....


Arsen membanting sendok dan garpu yang ada ditangannya,dan berdiri dari kursi.

__ADS_1


"saya tidak akan mau menerimanya"ujar Arsen memandang dingin pada kaisar


"kakak jangan berlaku tidak sopan dihadapan ayahanda,prilakumu malah mencerminkan perilaku orang rendahan yang mengais makanan di tempat sampah"ucap adik tiri perempuan Arsen anak permaisuri sekarang


"oh benarkah,berkacalah pada ibumu itu yang awalnya hanya pemulung pengais sampah rakyat berubah haluan menjadi seseorang perusak dalam keluarga orang lain dengan mengais ranjang kaisar, apa itu sangat bagus,dan satu lagi aku bukan kakakmu tidak sudi"


"jaga ucapanmu putra mahkota,ucapanmu sudah keterlaluan untuk ibuk-"pangeran yang merupakan saudara tiri Arsen berkomentar tapi semua itu sudah dipotong oleh arsen


"apa saya peduli,dan apa yang saya katakan itu fakta"


"hiks..hiks..ka-kak kenapa, ak-u ha-nya hiks..."putri yang merupakan saudara kandung dari pangeran yang berkomentar tadi menangis dan tidak melanjutkan ucapannya,dan saat ini sedang ditenangkan oleh saudaranya


"yang mul-ia aku"perempuan yang merupakan permaisuri itu menunduk menyembunyikan wajah kesalnya,dan memasang wajah sedih,tapi iya menyeringai karena tau kaisar akan melakukan sesuatu pada anak sialan itu


melihat keadaan yang sudah tidak baik dan tenang,kaisar mengeluarkan sihir penekannya.


"sudah cukup dengan omong kosong mu itu Arsen,dan aku tidak mau mendengarnya lagi-"


"tentu saja kau tidak mau mendengar,karena kau ikut andil dalam menghianati ibuku,dan aku katakan lagi aku tidak ingin menikah dengan pilihan kau,karena bagiku semuanya buruk"


BRAKKK..


kaisar menampar meja,makan sampai makanan yang ada diatasnya berjatuhan,dan orang orang yang duduk disana langsung berdiri,sedangkan pelayan,koki,dan tangan kanan kaisar menunduk


"terima hukumanmu setelah ini dan kau akan tetap,menikah,setuju atau tidak setuju"


"Eden,perintahkan para algojo untuk setelah acara ini mencambuk putra mahkota seratus kali,Tampa berhenti"


" baik yang mulia kaisar"


dan para orang disana,dibalik wajahnya memberikan senyum puas atas keputusan kaisar


Arsen sedih akan semua keputusan itu,hatinya sakit kaisar tidak pernah sama lagi seperti disaat ibunya masih ada


dan ketegangan itu,terus terjadi selama mereka masih ada disana.


kaisar pun berlalu menuju,pintu keluar dan disuguhkan para pengawal dan pelayan para putra putrinya.


sedangkan Arsen pandangannya jatuh pada Lexka yang sudah ada disana,dan kejadian selanjutnya kalian Taukan!!!


......................


......................


......................

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2