
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
Arsen menatap Lexka,yang masih memusatkan fokus kepada kanvas didepannya,entah lukisan apa yang akan dibuat kekasihnya itu Arsen cukup penasaran.
setelah mengatakan fakta tentang dirinya yang sudah dimiliki oleh seseorang,Arsen memilih pindah dari kursi bagian depan menuju bagian pojok yang sedikit kebelakang para bangsawan tapi walaupun dibelakang Arsen masih dapat melihat Lexka.
tapi iya malah kembali tidak tenang karena kedatangan saudara tiri perempuan yang tidak lain putri pertama.
"salam kakak putra mahkota semoga hidup seribu tahun lagi"salam yollanda kepada Arsen dengan sedikit membungkukkan badannya
"Hm salam putri yollanda"ujar Arsen
"oh ya kak,kalau kau berkenan bisakan adik duduk dikursi yang ada disampingmu"tanya yollanda kepada arsen.
Arsen sebenarnya ragu,iya merasa pertemuan kali ini menyimpan niat buruk tapi karena tidak mau menimbulkan keributan jikalau iya menolak permintaan adik tiri yang sampai kapanpun tidak pernah akan iya anggap.
"silahkan"
"oh terima kasih atas kemurahan hati anda kakak"yollanda pun mendudukkan dirinya disebelah Arsen dan ikut melihat kearah para perserta yang sedang serius dengan maha karya diatas kanvas mereka itu.
"dia begitu indah ya kak,dimana anda berjumpa dengannya?"tanya yollanda tiba-tiba kepada Arsen
"siapa yang kau maksud"
"pengawal anda yang mempunyai Surai perak itu sangatlah indah yang mulia,bisakah hamba memilikinya sebagai bawahan yang berkerja dibawah kepemimpinan hamba"
"saya tidak tau,kau begitu tamak putri sebegitu inginnya anda merampas sesuatu yang ada ditangan orang sepertiku,padahal kau memiliki segalanya bahkan pelayan, pengawal kau memiliki puluhan tetapi masih saja kau melirik milik orang lain"jawab Arsen dengan datar dan terus menatap Lexka,tidak sedikitpun Arsen menatap yollanda disebelahnya.
"saya berpikir bahwasanya anda tidak pantas memiliki orang seperti pengawal Lexka disamping anda yang mulia,dia pantasnya berada bersama dengan kami dan tidak bersama dengan anda yang selalu bersanding dengan sebuah penderitaan"ujar yollanda dengan ekspresi ponggah yang terpasang apik diwajahnya.
"tutup mulutmu,dan jangan pernah menyebutkan nama pengawalku dengan mulut kotormu,namanya terlalu suci untuk disebutkan oleh mulut busukmu"
"oh benarkah!!,tapi saya katakan sekali lagi yang mulia saya akan tetap mendapatkan sesuatu yang saya inginkan dengan cara halus atau kasar,dan akan ku buat pengawal Lexka membencimu bahkan jijik dengan iya yang mengetahui bahwa tuannya!!!
kau tau kan yang mulia apa yang terjadi padamu sembilan tahun silam,dan saat pengawal Lexka tau iya tidak akan mungkin mau berdekatan dengan anda lagi"
Deg!!
jantung Arsen rasanya langsung mencelos,kala diingatkan tentang kejadian pahit itu lagi, sebuah kejadian yang berusaha untuk iya lupakan dan hapus dari pikirannya kembali berputar dikepalanya seperti kaset rusak.
"lihat kakak ku tersayang bagaimana aku merebutnya dari tanganmu"yollanda berbisik ditelinga arsen dan bangkit pergi menuju kursi miliknya sebenarnya.
untuk Arsen sendiri kepalanya seperti akan pecah karena semua ingatan tentang kejadian hari itu berputar silih berganti mengisi pikirannya.
keringat dingin mulai membasahi tubuhnya,wajah yang awalnya merona berubah pucat ditambah tubuh bergetar dan rasa mual ikut Arsen rasakan,tapi Arsen berusaha menenangkan dirinya dengan menarik nafas dan menghembuskannya berulang kali.
"Arsen tenang,jangan jadikan kejadian itu sebagai kelemahanmu terlalu berlarut,sudah cukup 6 tahun Lo berusaha menyembuhkan rasa sakit itu,jangan lemah"
"walau Lexka mengetahui kejadian itu,iya tidak akan mungkin meninggalkan ku pasti"
__ADS_1
setelah menghembuskan kembali nafasnya sebagai penenang Arsen kembali mengangkat kepalanya yang tadi sempat menunduk dan disana iya melihat Lexka yang sedang melangkah menuju kearah tempat yang iya tempati saat ini.
......................
diposisi ditengah perlombaan Lexka selesai dengan hasil lukisan yang iya buat,cukup simpel tidak terlalu WAH.
menambahkan sentuhan terakhir dengan menambahkan sebuah nama dengan mengunakan tinta emas yang iya munculkan dari dimensi Cahya dan nama tersebut iya sandingkan dengan namanya.
"ARSENDRA pelengkap semuanya"Lexka bangkit dari tempat duduknya,dan apa yang iya lakukan itu menarik perhatian semua orang disana.
cepat sekali bawahan dari putra mahkota Galaxy selesai
paling ngasal melukisnya
iya pasti begitu,dan saya yakin putri bawahan pangeran Naka yang akan memenangkan perlombaan pertama ini
dia sungguh tampan
iya tapi dia seorang perempuan
saya sangat ingin memilikinya disampingku
iya kurasa dia kurang pantas,untuk berada didekat si pembawa sial yang bergelar putra mahkota itu
hei saya rasa pembawa sial punya hubungan khusus dengan gadis pengawal itu
iya saya juga berpikir seperti itu
Lexka yang mendengar omongan para hama tersebut ingin merobek mulut mereka satu persatu,mendapatkan ide Lexka diam-diam menjentikkan tangannya,seketika itu pula mulut orang yang dari tadi bergosib menjadi bungkam karena terkunci oleh sihirnya.
dan para bangsawan yang bergosib tersebut panik dengan keadaan yang mereka alami.
"mampus"batin Lexka tersenyum miring dan menyerahkan hasil lukisan yang iya buat kepada juri,dengan posisi ditutup dengan selembar kain putih yang disiapkan,karena pada akhir acara baru dipamerkan
"kamu sudah yakin dengan apa yang kamu buat"tanya penyihir agung dan menatap Lexka lekat,entah kenapa dulunya iya pernah melihat rambut berwarna perak tersebut.
"cukup yakin"
"baiklah saya terima,kamu boleh melakukan istirahat sampai pengumuman pemenang nanti"
"hm-"setelah bergumam Lexka pun berlalu dari sana menuju tempat duduk yang Arsen tempati,Lexka menaikan sebelah alisnya melihat Arsen yang seperti orang yang tidak nyaman ditambah terus menunduk seperti itu.
melangkah mendekat tapi halangan datang karena putri yollanda menghalangi jalannya,Lexka yang melihat itu seketika menutup hidung dan mulutnya yang mendadak ingin muntah mencium bau menyengat dari tubuh putri yollanda
"sepertinya pengaruh racun yang ingin diberikan kepada Arsen sudah berkerja pada anak ini"batin Lexka dengan menatap jijik pada yollanda
"salam pengawal lex-"ucapan yollanda terpotong oleh ucapan Lexka yang cukup menohok
"putri datang keacara ini tidak membersih diri kah,aromamu sangat menyengat seperti bangkai tikus"
__ADS_1
"penga-"
"menyingkir dari hadapanku,rasanya saya ingin muntah putri permisi"Lexka bergegas berlalu dari sana,meninggalkan yollanda yang menggeram
"sialan akan aku buat kau tunduk dibawahku Lexka dan tidak bisa jauh-jauh dariku"gumam yollanda
Lexka sendiri mendengar gumaman tersebut dan bergidik ngeri"dasar belok,najis tunduk bedekatan aja ogah!"
Lexka mengusap tekuknya yang rasanya merinding.
......................
Arsen menatap Lexka dan berusaha tersenyum tapi senyum yang iya keluarkan malah senyum terpaksa dan itu bukan diri arsen sekali karena iya tidak pernah seperti itu.
Lexka makin tidak mengerti,dan iya menyesal memutuskan pendengaran intensnya kepada Arsen tadi sepertinya ada yang tidak beres.
"ada apa by,terus kenapa mukanya pucat!?"tanya Lexka sambil menangkup kedua pipi Arsen
sedang yang ditanya hanya menggeleng dan melepaskan tangan lexka dari wajahnya
"aku tidak apa-apa!"
"jangan bohong,aku tidak suka seorang pembohong"Lexka menatap tajam Arsen,dan Arsen melihat kearah lain untuk menghindari tatapan tersebut
"aku tidak berbohong,aku baik Lexka aku hanya merasa bosan saja,tidak lebih!!"
"terus kenapa kamu terus menghindari tatapanku by,dengan seperti itu saja Sudah kelihatan ada yang kamu sembunyikan dariku"
"kamu menatap terlalu tajam padaku aku tidak terbiasa akan hal itu,dan selebihnya tidak ada yang ku sembunyikan,Lexka percayakan"Arsen menggenggam sebelah tangan lexka dan menatap mata biru tersebut
"Hm"gumam Lexka tapi masih menatap lekat kepada Arsen,Arsen pikir Lexka akan percaya tidak iya tau yang mana jujur dan yang mana bohong
"maaf Lexka aku belum bisa jujur,aku hanya takut"batin Arsen
"kamu tidak mau mengatakannya by,maka aku sendiri yang akan mencari tau"batin Lexka
"Lexka duduk sini"ujar Arsen menepuk kursi disebelahnya dan Lexka menurutinya.
setelah menduduki kursi tersebut Lexka merasakan pundak sebelah kirinya mendapat beban dan itu adalah Arsen yang merebahkan kepalanya disana,Lexka mengangkat tangannya dan menepuk pelan pipi Arsen
"kalau ada sesuatu bilang ya by,ngak usah sembunyi"
"iya- dan maaf "sambung Arsen didalam batinnya dan setitik cairan bening menetes dari pelupuk mata Arsen yang tertutup dan jatuh dipundak Lexka yang iya tiduri.
"segitu menyakitkan kah by yang kamu sembunyikan itu sampai kamu harus meneteskan air mata" Lexka mengalihkan tangannya untuk merangkul Arsen dan mengusap mengusap pelan.
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^