DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
32.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


Saat membuka mata Dion mengerutkan dahinya dan menatap sekitar.


"lah ini kenapa gue bisa berada disini,inikan dimensi Cahya punya si uban goblok itu"gumam Dion dengan wajah kebingungan


"sebaiknya segera bawa tuan Arsen masuk kedalam,iya harus segera diobati karena sudah banyak kehilangan darah"


seolah tersadar Dion langsung menatap kepada Arsen yang sangat-sangat pucat dengan bagian pergelangan tangan yang sempat Dion ikat menggunakan Carikan kain Hanfu sudah basah oleh darah


"yang mulia, bertahanlah"tidak ada jawaban karena Arsen sudah tidak sadarkan diri


"cepatlah"


Dion bangkit dengan arsen yang iya gendong,dan berlari masuk kedalam rumah mewah yang tadi mereka sempat mereka singgahi sebelum lomba kedua dimulai.


menuju kearah kamar utama Dion,dan sosok penolong tersebut memasuki area dalam kamar dan meletakan Arsen diatas kasur dengan pelan.


"terus kita harus apa?"


"ambil kotak putih di lemari sana"Dion langsung berlari menuju lemari hitam dan membukanya dan dengan cepat mencari kotak yang dimaksud setelah menemukannya iya kembali berlari menuju sosok dia dan menyerahkan kotak tersebut.


"kau yakin bisa"


"diamlah lebih baik kau ganti baju sana,sekalian cari baju untuk tuan Arsen juga"


"kalau sampai terjadi hal buruk pada yang mulia akan kucabut kepalamu"


"bisakah kau diam,aku tidak bisa fokus brengsek!! keluar sana"


"Yee anak setan,berani Lo sama gue"


sosok tersebut yang tidak lain adalah Luangxi sosok dari rubah putih berekor sembilan milik Lexka menatap sinis pada Dion.


"mau ini menancap dibijik mata Lo,keluar sana"angxi menunjukan sebuah pisau bedah kearah Dion


"awas Lo!!"Dion pun memilih keluar dan mencari kamar lainnya yang tidak jauh dari kamar yang Arsen tempati


melihat Dion yang sudah keluar angxi menghela nafas lega,dan kembali berpokus kepada Arsen.


"nona saya takut dikala anda sadar nanti anda akan menyesal dengan perbuatan yang anda lakukan kepada tuan Arsen"


"kenapa nona tidak bisa melawan sisi gelap anda itu"


"aku harap anda baik-baik saja,untuk sementara waktu tuan Arsen akan aman berada disini"

__ADS_1


setelah memperban dan memasang jarum infus ditangan Arsen angxi bangkit dan menyusun peralatan kesehatan yang terpakai kembali ketempatnya.


melihat kearah Arsen sebentar angxi memilih keluar menuju laboratorium tempat stok darah tersimpan,iya Arsen membutuhkan transfusi darah karena sudah banyak kehilangan karena luka yang hampir mengenai urat nadi dan itu semua disebabkan oleh Lexka yang tidak bisa mengontrol diri dan mengenali antara kawan dan lawan.


"woy Lo mau kemana,bagaimana keadaan yang mulia Arsen"angxi memutar bola matanya malas,baru juga keluar mau cari angin segar malah langsung berhadapan dengan orang modelan Dion.


"butuh transfusi darah segera"


"apa separah itu"


"Hm,jadi menyingkir sebentar aku ingin mengambil stok darah!"


"apa aku boleh masuk kedalam untuk melihat"


"masuklah"saat angxi ingin mengambil langkah pergi Dion kembali menghentikannya


"hey bocah,apa hubunganmu dengan si Lexka"


"namaku bukan bocah aku punya nama!! Luangxi panggil aku seperti itu, permisi"


setelah mengatakan hal tersebut angxi berlalu berlalu dari hadapan Dion,yang menggerutu


"kalau sampai gue tau,bocah itu kekasih lain dari si uban ngak akan gue biarin iya bertemu dengan yang mulia lagi"


......................


Langit malam,dengan bintang menghiasi kegelapan suara hewan malam menyanyikan lagu


sosok tersebut dengan setengah tubuhnya terendam air sedikit demi sedikit kelopak mata yang tadi tertutup akhirnya terbuka dan memperlihatkan iris mata indah yang terpantul cahaya rembulan.


cahaya dari mata tersebut meredup seiring waktu,masih diposisi berbaring Tampa pergerakan iya menatap langit malam,menghiraukan rasa dingin yang membuat mati rasa bagian tubuh yang terkena air.


mengangkat tangan yang dipenuhi oleh luka goresan yang cukup parah,tangan tersebut iya gunakan untuk menutup wajahnya dan yang juga sedikit berantakan karena juga dihiasi luka goresan maupun debu.


"kembali terjadi!!"sebuah gumaman lirih meluncur dari selah bibir sedikit pucat itu.


......................


sedang di istana kekaisaran yang sudah sebagian kawasannya porak poranda,dengan mayat bertebaran dengan bentuk yang tidak karuan menghiasi area tempat yang digunakan untuk perlombaan,darah menghiasi bagian sekitar bahkan tidak hanya lapangan sebagian lorong pun ikut diwarnai cairan berbau Anyir tersebut bersama berogok tubuh yang ikut tergeletak Tampa jiwa yang besemayam.


didalam barrier pelindung,yang sudah memudar terlihat kelompok kaisar ARDES dan para penyihir agung dengan luka yang menghiasi tubuh mereka bahkan baju yang mereka pakai rata-rata koyak,dan darah ikut menghiasinya.


permaisuri Emily menghampiri suaminya dan putra sulungnya yang tidak lain pangeran kedua Naka yang mengalami luka sangat parah dan mengalami patah pada tangan kanannya akibat serangan yang Lexka perbuat,bahkan area leher dan dagu Naka mengalami luka bakar.


"yang mulia,pangeran Naka hiks-ini keterlaluan"Emily memeluk putranya yang tidak sadarkan diri dan sedang ditangani oleh anak buah Alexander untuk menghentikan pendarahan dan sedikit meringankan luka yang didapat oleh Naka.

__ADS_1


"Monster itu hiks-hiks harus mati perbuatannya sudah sangat diluar batas put-raku hiks-"


"tenanglah aku akan menangkap dan menghukum perbuatannya,memang iya harus mati karena mahluk menjijikan sepertinya seharusnya musnah"Ardes mengepalkan tangannya untuk melampiaskan rasa marah dan benci yang terbendung dihatinya karena mendapat kekalahan untuk pertama kalinya ditambah orang itu memegang segala kunci kehancuran tahta yang iya duduki.


"itu memang harus yang mulia,akibat perbuatannya kekacauan ini terjadi,monster itu pembawa petaka"Claudia ikut bersuara dan disetujui oleh


"ayahanda harus mencari dan memenggal kepalanya itu dan gantung dialun-alun kota!"mawar pun mengeluarkan opininya


iya mahluk itu harus mati


musnahkan iya,dia tidak pantas hidup


jangan biarkan iya berkeliaran bebas diluar sana


bunuh dia


hatiku akan puas saat kepala monster itu sudah terpisah dan menjadi pajangan dialun-alun


Ardes menatap sekitar dimana para rakyatnya saling bersorak-sorai dengan suara langtang meminta kematian dari LEXKA sang perwujudan sosok demon,yang sudah pergi entah kemana setelah mendengar gema suara seruling misterius yang terdengar.


"berikan penurunan perintah yang mulia kaisar untuk pencarian besar-besaran penangkapan dan penetapan pada sosok mantan pengawal Lexka sebagai buronan bagi seluruh jajaran kerajaan yang menaungi seluruh kekaisaran ini!"ujar Eden yang berlutut dan menunduk dengan tangan diletakan pada dada sebelah kirinya dan pedang yang iya genggam erat


"DENGAR WAHAI RAKYAT KU,KUTETAPKAN MULAI SAAT INI MENYEBARLAH KIRIM SELURUH PRAJURIT SERTA BAWAHAN YANG KALIAN PUNYA CARI SOSOK PEMBAWA PETAKA ITU BAWA KEHADAPANKU HIDUP MAUPUN MATI KITA SEMUA AKAN BUAT JIWA MAUPUN RAGANYA MENDAPATKAN SISAAN PEDIH DARI SANG DEWA"ujar Ardes dengan lantang dan memasang wajah dingin dan mendapatkan sorakan dukungan dari rakyat yang ada di ruang lingkup tempat yang mereka pijak


Alexander menatap Ardes dan orang yang saling bersorak tersebut,tangannya memegang lengan kirinya yang tadi sempat dicengram oleh Lexka yang membuatnya sedikit terluka, Alexander ingat saat iya bisa dengan mudah dibinasakan oleh Lexka tapi itu tidak terjadi malah Lexka yang mengambil setengah perubahan pada setengah tubuhnya menjadi demon membisikan sebuah kata yang membuatnya ragu dengan kepemimpinan kaisar yang selama ini iya dukung.


"jangan mau menjadi boneka,dia yang kau junjung penuh dengan kebusukan,mungkin sekarang aromanya tidak tercium tidak tau kalau nanti" Lexka melepaskan cengkraman ya dan menendang dada Alexander tidak kuat tapi lumayan membuat sesak napas sementara,dan pergi dari sana setelah membakar sebagian istana kekaisaran dan melenyapkan dua orang sebagai penutup permainan dan pergi kala alunan seruling yang entah datang dari mana terdengar.


"aku tidak yakin mereka akan dapat menemukan si perak"gumam Alexander dan menghilang dari sana Tampa pamit pada sang pemimpin,entah kenapa ucapan dia malah terus tergiang dan membuat setengah hatinya mengiyakan perangai buruk yang mungkin kaisar miliki.


......................


Langkah tertatih membawa sosok berambut perak dan punya iris indah berwarna biru memasuki sebuah gua terbuat dari es,menyisir masuk makin kedalam karena iya penasaran dengan irama dari Alunan suara seruling yang terdengar.


menghentikan langkahnya disana diatas singgasana es duduk sesosok pria seumuran dengannya sedang memainkan seruling emas dengan mata tertutup tapi permainan tersebut berhenti tangan lentik yang memainkan seruling tersebut turun dan kelopak mata itu terbuka dengan pandangan bahagia,sedih,terharu dan banyak lagi terpancar dari mata berwarna hijau emerald yang sudah meneteskan cairan bening dari mata indah tersebut.


"kamu kembali Xin gan(sayang)"


......................


......................


......................


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


__ADS_2