
...jangan lupa komen vote dan like ya...
"Arsen"sebuah panggilan terdengar dari suara yang sangat iya rindukan,suara yang tidak iya terdengar setelah dua bulan waktu didalam dimensi sedangkan untuk dunia luar hitungan hanya dua hari lebih.
saat iya berbalik disana sosok yang sangat iya cintai berdiri dengan senyum manis yang tersemat.
"merindukanku!!"ujarnya dengan senyum yang tidak pudar dari bibirnya itu
melangkah mendekat langkah yang iya ambil awalnya pelan berubah menjadi cepat langkah lari yang iya ambil membawanya kepada pelukan sosok yang sangat iya cintai itu.
"I Miss you"gumam Arsen setetes air mata jatuh dari sudut mata kirinya,entah kenapa dadanya sangat sesak iya merasa akan kehilangan sesuatu tapi iya tidak tau apa,belitan tangannya iya pererat memeluk tubuh sang kekasih
"by kalau aku melangkah pergi menjauh darimu apa kau mengizinkan!?"Lexka berucap tiba-tiba dengan kalimat yang membuat dada Arsen makin terasa perih,Arsen melepaskan pelukannya dan menatap wajah Lexka yang sedang menatapnya intens.
"kenapa Lexka berbicara begitu"
"kalau aku_"Lexka menghentikan ucapannya dan mengusap air mata Arsen yang malah mengaliri pipi kirinya dengan pelan
"apa,kalau Lexka apa?"
"jangan menangis aku mohon!"Lexka mengusap kedua belah pipi Arsen yang makin dibanjiri cairan bening yang berasal dari mata yang selalu Lexka puja akan keindahannya
"ini sak-it hiks sekali"Arsen meremas dadanya dengan kuat seolah bagian itu dihancurkan dengan paksa,dan kembali lagi Arsen tidak mengerti semua itu akibat apa dan air mata ini untuk apa
"by ini berat untukku ucapkan,tetapi aku harus mengatakannya tapi kumohon jangan seperti ini,ini menyakitkan untukku"Lexka merengkuh tubuh Arsen yang bergetar karena tangis bahkan air mata Lexka ikut menetes kala melihat orang yang iya cintai dengan begitu dalam menangis tergugu didalam dekapannya
"lex-ka hiks"
"by mari jalani hidup masing-masing Tampa kata kita!!,Tampa jalan yang sama,mari ambil jalan berbeda! aku untuk aku kamu untuk kamu kita akhiri semuanya,mari berpisah"
Arsen terdiam jadi ini jawabannya!! jadi ini penyebab rasa sakit yang Arsen alami secara tiba-tiba jadi ini sumber rasa kehilangan yang datang memporak porandakan hatinya dengan kejam,saat kembali iya melihat kekasihnya itu
Arsen mendorong tubuh Lexka dengan kuat sampai pelukan yang Lexka lakukan kepadanya terlepas,dengan tatapan tidak percaya Arsen layangkan kepada sosok didepannya
"by_"Lexka mendekat ingin menggapai Arsen namun sosok manis tersebut melangkah mundur dengan tatapan nanar dan kecewa yang teramat dalam yang sangat terlihat dari iris mata indah itu
__ADS_1
"jangan mendekat tetap disana!! kena-pa begitu mudahnya kata itu keluar dari mulutmu apa aku sudah tidak ada artinya"
"tidak kau sangat berakti bagik_"
"kalau aku memang berakti bagimu kenapa kata itu bisa terucap! semudah itukah setelah apa yang kita jalani,apa aku sudah menjadi barang bekas bagimu Lexka apa aku sudah tidak menarik maka dari itu kau membuangku"
"tidak by,tidak!!"
"seharusnya jika kau ingin pergi,pergi saja tidak usah memberi tahuku agar tidak semenyakitkan ini"tatapan Arsen menatap kosong kepada Lexka dengan air mata yang mengalir dikedua pipi putih pucat itu
Lexka langsung menangkap tubuh Arsen yang merosot jatuh kebawah dan keduanya terduduk ditanah didekat danau yang menjadi saksi bisu dimana Lexka pernah melakukan pengikatan serius pada hubungan keduanya.
"maaf-maaf"Lexka juga menangis dia juga sakit dengan apa yang iya katakan tapi apa yang iya bisa lakukan dikala iya tau bahwa keduanya tidak bisa bersatu dikala benang merah tidak mengikat jemari manis keduanya kalau dia memaksakan itu semua akan menyakiti kedua belah pihak.
"LEPAS KAN!!,JANGAN MENYENTUHKU KAU JAHAT, BAJINGAN AKU MEMBENCIMU HuWAAAAAAAA hikss-hiksss kau bukan Lexka,kembalikan Lexkaku yang dulu kumohon!!"Arsen memberontak didalam dekapan Lexka tangannya mendorong tubuh Lexka tapi semua itu tidak berhasil kala dekapan yang Lexka berikan semakin erat,tapi Arsen tidak menghentikan rontakannya bahkan tangan itu memukul Lexka dengan kuat dan kakinya ikut menendang agar segera terlepas dari belenggu lengan yang melingkari tubuhnya,dan itu semua berhasil karena Lexka yang mengendurkan rengkuhannya agar tidak semakin menyakiti Arsen.
saat sudah terlepas Arsen menatap Lexka dengan wajah yang berantakan semua perasaan Arsen campur aduk,perasaannya seolah mencekik leher membuat iya merasa sulit untuk sekedar meraup oksigen,dengan tawa sumbang dengan rasa berat dan hancur yang melanda dirinya Arsen melepaskan cincin yang tersemat dijari manis sebelah kirinya dan melemparkannya kewajah Lexka.
"ambil itu,aku MEMBENCIMU pengawal Lexka!! aku sangat menyesal pernah menjadi pasangan dari orang sepertimu"Arsen bangkit dan berbalik pergi meninggalkan Lexka bersama kehancuran yang iya rasakan
"ARGGGGGGGGGGG"teriak frustasi dan rasa sakit yang Lexka rasakan mengoyak hatinya
"ya Tuhan ini menya-kitkan"Arsen memukul dadanya yang sangat sesak untuk menghilangkan rasa sakit yang menyesakan dadanya.
BRUKk!!
HAHHHH!!
tarikan nafas dan kelopak mata yang terbuka membuktikan kesadaran dari pangeran kita,yang sedang menatap bingung ruangan yang iya tempati.
suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan Arsen dan disana dua orang masuk diantara keduanya Arsen hanya tau dia Dion pengawalnya terus yang satunya Arsen sama sekali tidak mengenalnya.
"syukurlah akhirnya anda bangun juga yang mulia"ujar Dion bernafas lega
sedangkan angxi sosok yang tidak Arsen kenal sudah mengambil alih untuk memeriksa keadaan Arsen,yang sudah dapat dikatakan stabil tapi harus banyak istirahat
__ADS_1
"keadaan anda sudah lebih baik tapi masih harus banyak istirahat dulu,jangan terlalu memikirkan hal tidak penting untuk sementara"jelas angxi karena menatap lirikan dari Dion yang butuh penjelasan
Arsen tidak memperdulikan apa yang mereka ucapkan tatapannya mengarah pada tangan sebelah kirinya,yang iya angkat dan disana masih tersemat dengan manis cincin pertunangan antara iya dan Lexka,dan Tampa dapat iya tahan air matanya jatuh,dan malah membuat Dion serta angxi terkejut
"yang mulia ada apa?!,apa ada yang sakit!bocah monyet ini yang mulia kenapa jangan bilang kau salah memeriksa keadaan nya"
"jangan ngarang setan, pemeriksaan ku sudah akurat aku juga tidak tau iya kenapa!!"
"yang mul-"ucapan Dion dipotong oleh suara serak yang Arsen keluarkan
"Dion itu semua mimpi,Lexka masih menjadi milikku!!"
"Hah yang mulia anda baik-baik saja,jangan seperti ini yang mulia saya takut liatnya!!,tentu saja pengawal Lexka akan selalu menjadi milik anda memang siapa yang akan merebutnya"
"aku ingin sendiri,bisakah kalian pergi!"Arsen berucap seperti itu dengan pandangan yang masih terarah pada cincin dijemarinya.
"tapi-"
"tinggalkan dulu,tuan Arsen butuh waktu pribadi"
"hahhh!!baiklah kalau ada apa-apa panggil saya yang mulia"
"Hm"
Luangxi dan Dion pun berlalu dari sana meninggalkan Arsen seorang diri
"aku bersyukur itu semua hanya mimpi,aku tidak akan sanggup jika semua itu nyata lebih baik aku mati dari pada memikul rasa sakit,maaf atas ucapanku! aku tidak mungkin bisa membencimu aku terlalu mencintaimu,Lexka hanya milikku tidak ada yang lain"
"Dan aku tidak pernah menyesal menjadi pasanganmu"
Arsen menangis dalam diam dan iya menyumpahi mimpi buruk penuh petaka yang memasuki bunga tidurnya itu
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^