DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
36


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


"keadaan disana makin tidak akurat,racun yang anda sebar untuk para hama disana sudah berkerja sangat efektif"


"berita yang sangat menarik untuk didengar,apa ada yang sudah mati"tanyanya sambil meminum teh hijaunya dengan pelan


"sudah banyak korban dari para pelayan,prajurit bahkan dua anak darinya sudah meregang nyawa tiga hari yang lalu karena organ tubuh yang rusak total di tambah pemandangan yang sangat indah tersuguhkan kala perut mereka meledak dan menghamburkan organ-organ yang waw itu"


"sayang sekali aku melewatkan itu,terus untuk induknya bagaimana"


"masih bertahan,dengan mental yang mulai terkikis karena menilik keadaannya yang tidak lama akan berakhir sama dengan anaknya"


"itu bagus"


"oh ya kapan anda akan berbicara dengannya mengenai kejujuran yang tersimpan dibalik singgasana itu"


"sesegera mungkin!"


"terus bagaimana dengan orang itu!?"


"entahlah,biar permataku yang menanganinya"mengangkat bahu acuh,iya mengambil satu buah apel dan menggigitnya sambil melihat pemandangan dimana sang terkasih sedang bermain bersama gerombolan kelinci


"Menggemaskan"ujarnya sambil tersenyum kala melihat tawa yang dikeluarkan oleh sosok manis tersebut dan iya terkekeh geli saat melihat sosok itu memasang wajah kesal saat mendapat ceramah dan larangan dari sosok lain


"aku sudah mendapat dua titik dimana portal itu akan muncul!"


"benarkah"


"iya,kapan anda akan menuju kesana"tanya sosok itu dengan posisi bersandar di lengan sang majikan


"setelah semuanya selesai serta semua yang kututupi terungkap,aku tidak ingin langkahku berat saat ingin melangkah pulang"


"kalau anda kembali,tolong berhenti dari perkerjaan lama yang anda geluti itu"


"tentu,lagi pula aku tidak ingin membahayakan nya dengan segala kegiatan perkerjaanku disana,lagi pula hartaku sudah terlalu banyak dan cukup untuk membangun seribu perusahaan"

__ADS_1


"sombong sekali"


"itulah kenyataannya!"


keduanya terdiam setelah pembicaraan itu dan sibuk sendiri dengan pikiran masing-masing sampai semuanya buyar kala sebuah panggilan dari sang pemilik suara seperti alunan suara seruling sangat indah jika terdengar.


"LEXKA"


Arsen melangkah kearahnya dengan terburu-buru seperti dikejar hantu saja,saat sudah dihadapan Lexka Arsen melirik ke sebelah kanan lengan tunangannya dimana disana angxi sedang bersandar dengan mata terpejam,hatinya kesal sungguh walau hubungan keduanya berstatus kakak-adik bawahan atasan hatinya tidak bisa diajak bernegosiasi jika geleyar ketidaksukaan itu hadir


"wajahmu masam sekali sayang!"Lexka menarik tangan kiri Arsen sampai si empu tangan menatap kearahnya,tapi apa-apaan wajah bengis yang ditunjukan kepada Lexka,hei apa salahnya sampai mendapatkan ekpresi seperti itu!?


Arsen menatap sengit pada Lexka,bisa tidak dirinya jangan ditunjukan ulat bulu yang selalu ingin menempel pada kekasihnya, lama-lama kalau terus disuguhkan dengan hal seperti ini bisa-bisa Arsen kehilangan kendali!! ingat orang-orang punya batas sabar masing-masing sama seperti dirinya.


dirinya sudah cukup lelah menghadapi satu orang gila yang terus berusaha merebut tunangannya,jangan ditambah lagi dengan pemandangan seperti ini sungguh Arsen tidak suka dengan perasaan nyeri yang iya rasakan kala melihat Lexka welcome dengan yang namanya skinship dengan lawan jenis selain dirinya.


katakanlah dirinya egois katakanlah dirinya tamak,karena baginya apa yang sudah menjadi hak paten miliknya tidak boleh dibagi dengan orang lain,keluarga sekalipun.


Lexka yang melihat keterdiaman Arsen dan tatapan yang makin mengelap itu,memilih berkomunikasi dengan angxi melalui pikiran


"baik nona!"angxi langsung menurut karena sudah merasakan aura tidak enak apa lagi angxi tau ada yang sedang menatap tajam kearahnya,Tampa menunda dirinya langsung melakukan teleportasi dan pindah dari sana.


"kesini"Lexka menarik lengan Arsen dengan pelan tidak mengandung unsur paksaan,karena jika melakukan itu dijamin Arsen akan memberontak


melihat Arsen yang tidak ingin menatapnya Lexka cukup tau,apa kesalahannya karena ini bukan kali pertama Arsen seperti ini,semua ini dimulai dikala Arsen tau Lexka membawa AIRU masuk kedalam dimensi Cahya!!iya seolah berubah dari Arsen yang agak cuek tapi manja saat bersamanya menjadi Arsen yang over, sensitif,pencemburu akut,dan pengekang


dan karena berbagai kecurigaan yang kadang tidak masuk akal,yang selalu memperkeruh pikirannya, Arsen lebih mudah drop terhitung selama mereka menetap didunia dimensi ini sudah lebih hitungannya dari kesepuluh jemari Lexka Arsen jatuh sakit...


"ada apa!"


"aku benci mereka!mereka ingin merebut mu dariku"


"kau percaya padaku kan by!?"


"percaya!Tapi bisa saja kan kamu berpaling,apa lagi aku tidak dapat membaca pikiranmu itu"

__ADS_1


"kau ingin apa,sebagai pegangan mu untuk selalu percaya padaku"


"jantungmu, aku ingin itu!"Arsen menatap Lexka yang juga menatapnya dengan pandangan serius


"ambil sendiri!!"Lexka menarik tangan Arsen dan menyerahkan belati dengan mata pisaunya yang teramat tajam,masih dengan mata yang saling beradu keduanya terdiam membisu


"bodoh"Arsen menjatuhkan belati ditangannya dan memeluk sosok kekasih,pada dasarnya Arsen yang sempat ragu akan pemikirannya dibuat menyesal kala Lexka dengan Tampa ragu menuruti keinginannya walau tau hal itu dapat mengakhiri hidupnya.


......................


Menatap sosok didepannya pemilik iris berwarna kelabu itu menampilkan senyum mengejek pada sosok laki-laki bermata emerald di depannya.


"dramamu bagus tapi tidak bisa mengelabuhi ku"


"Wahh aku sangat tersanjung pangeran dapat mengamati ku sejauh ini,tapi walau drama yang ku buat tidak dapat mengelabuhi mu setidaknya apa yang kuharap kan masuk perangkap ku"


"Hahahaha lucu sekali,kau pikir kekasihku terjerat dalam permainanmu heyy bangun jangan mimpi kau pikir iya tidak tau rencanamu!!Dengar baik-baik sebelum kau menginjakkan kaki disini dia sudah menandaimu sebagai boneka,DENGAR BONEKA yang bisa di mainkan bahkan dirusak olehku"


"apa maksudmu!?"


"gunakan otak mu putra mahkota AIRU BROOKLYN SARDEA jangan hanya kau jadikan pajangan saja"


Airu menarik kerah pakaian yang digunakan oleh Arsen dan mencengram nya dengan kuat terlihat pancaran amarah dimatanya saat menatap seorang Arsen yang tampak santai-santai saja bahkan bibir tersebut mengulas senyum menyebalkan Dimata nya.


"aku akan menyingkirkan mu!"


"berjuanglah untuk itu dan lihat apa keinginanmu itu bisa terlaksana"Arsen menepis tangan AIRU dengan kuat dan melenggang pergi meninggalkan AIRU dengan perasaan marah tak terbendung


......................


......................


......................


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


__ADS_2