
...jangan lupa komen vote dan like ya...
malam tiba di istana kekaisaran GALAXY,besok malam adalah perayaan hari bertambahnya umur kaisar kita.
satu hari penuh seseorang berkerja,dengan bermandian keringat didalam istana,lebih tepatnya di paviliun barat,kamar terbengkalai area paling pojok jauh dari kamar para pengawal yang lainnya.
"ahaa...selesai juga"helaan nafas Lexka saat melihat kamar yang iya tempati sekarang sudah layak huni.
tidaklah seperti tadi,yang penuh debu,jika orang asma yang masuk pasti bengek.
tapi kini kamar berwarna putih dengan perabotan untuk menghiasi kekosongan kamar itu Lexka meletakan pernak pernik berwarna coklat,dengan lampu kecil menghiasi dinding bagian belakang kasur pada bagian atasnya.
dan juga toilet yang tadinya,tidak bisa dilihat oleh mata karena bisa bikin buta dan tekanan darah turun drastis,sekarang sudah bisa dilihat menggunakan mata telanjang.
dan kini,akhirnya Lexka,dapat beristirahat dengan tenang dikamar. kamar hasil jerih payahnya,dalam mengemasi dan mendekor sampai seperti ini.
kalau untuk barang barang,serta perintilan perintilan yang ada itu semua iya ambil dari ruang dimensi Cahya,karena semua yang iya mau ada disana.
karena sudah merasa benar benar lelah,iya memilih untuk membersihkan diri karena tidak nyaman tubuhnya terasa lengket oleh keringat.
Lexka pun bergegas mandi,karena ini sudah malam,dan iya lapar karena waktu sudah menunjukan waktu makan malam tiba,jadi dia harus bergegas.
sekarang disinilah seorang Lexka didapur khusus para pengawal,disana Lexka tidak menemukan apapun yang bisa digunakan untuk mengisi perut.
Lexka sebenarnya curiga,pada para orang orang yang mendiami kediaman bagian barat ini mereka sepertinya sengaja,karena menurut Dion yang memberi tahunya tadi,para prajurit,pelayan atau pihak istana ini rata rata tidak menyukai putra mahkota,karena bagi mereka Arsen tidak pantas menyandang gelar itu.
dan karena ketidak sukaan mereka berimbas kepada para bawahan yang berkerja untuk melayani Arsen.
"dasar bedebah,mau bermain main rupanya"
"lihat saja sampai kalian berani menyenggolku,Arsen atau si kutu beras dion ku pastikan hidup tak menyenangkan menanti"
"sekarang gue makan apa!?,oh ya didekat istana utama kan tadi banyak pohon apel nongrong disitu ah"
Lexka pun berlalu meninggalkan dapur paviliun barat dan mulai berjalan jalan,melihat kanan kiri,Lexka dapan melihat prajurit,pelayan yang berpapasan dengannya selalu menatap sinis,Lexka mah tidak peduli tapi iya berdoa semoga mata mereka copot.
penampilan Lexka malam ini sedikit berbeda,iya saat ini menggunakan Hanfu berwarna putih polos,rambut yang iya ikat ekor kuda,dengan cadar menutupi wajahnya.
__ADS_1
memang disini,ada peraturan para pekerja maupun bawahan harus menggunakan Hanfu,sedangkan para pangeran,putri,bangsawan diperbolehkan menggunakan pakaian apapun,asal sopan.
tapi yang Lexka lihat atau bertemu dengan bangsawan selama perjalanan mereka para perempuan menggunakan gaun yang menurut lexka,situ mau kondangan.
terlalu berlebihan,untuk ukuran seorang yang punya banyak harta.
dan beruntung pula,disini Lexka sebagai seorang pengawal tidak disodorkan gaun gaun yang menurutnya merepotkan.
kembali dulu pada tujuan utama,Lexka saat ini,iya sudah sampai pada salah satu pohon apel dengan buah merah menggoda,perjuangannya kesini dengan mengendap gendap,ngesot,kayang tidak sia sia dengan suguhan didepannya.
dengan semangat,iya panjat pohon itu dengan mudah dan disinilah iya nangkring bergelantungan dipohon mirip mbak kuntil.
saat sedang asik dengan acara makan buah ditangannya,Lexka malah dikejutkan dengan suara bantingan,dari arah kirinya.
saat Lexka melihat,kesebelah kirinya iya disuguhkan dengan kaca jendela besar,melewati kaca itu Lexka dapat melihat meja makan yang diisi oleh sekitar 8 orang dan salah satunya adalah Arsen.
disana terlihat Arsen sedang marah akan sesuatu,iya seperti sedang menolak sesuatu dengan keras tapi perintah itu tidak bisa dibantah sepertinya.
karena orang yang Lexka perkirakan adalah seorang kaisar memasang wajah keras,tidak mau dibantah.
dan disana Lexka melihat,perempuan didekat kaisar menyeringai,walau berusaha iya tutupi tapi Lexka dapat melihat itu semua dengan jelas.
"lihat saja kaisar,perintah apapun yang kau berikan pada Arsen akan aku buat ambyar,biar tau rasa"
"dan untukmu betina,tunggu tanggal mainnya"
Lexka langsung turun dari pohon yang ada disana,dengan langkah cepat Lexka menuju pintu besar menuju ruang makan untuk penghuni kerajaan ini,di dekat pintu Lexka dapat melihat Dion dengan muka khawatir,ditambah para pengawal,dan pelayan milik pangeran dan putri yang menatap benci pada Dion.
langkah tegas dan berkarisma Lexka mulai mendekati Dion dan para kaum hama,
Dion yang melihat Lexka entah kenapa keresahannya akan Arsen yang sedang sendirian didalam berkurang,entah kenapa iya percaya kehadiran Lexka dapat melindungi Arsen.
"Dion"untuk pertama kalinya lexka memangil nama Dion dengan benar.
"Lex,kau dari mana saja hah"Dion pun memanggil Lexka dengan benar,sama seperti panggilan orang pada dunianya dulu.
"Hm"gumam Lexka dan menatap para hama didepannya
"wah si pecundang,punya teman baru nih"ucap pria berkulit Tan kepada Dion,sedangkan Dion hanya diam saja tidak ingin membuat keributan,apa lagi didepan pintu yang dibaliknya ada kaisar dan anggota yang lainnya.
"bisa diam,hawa jahanam menguar darimu"ujar Lexka datar sambil menatap orang didepannya mencemooh.
__ADS_1
"apa maksudmu HAH,kau hanya orang baru disini jadi tidak usah bertingkah"ucap pria itu
"oh ya, saya tidak akan bertingkah kalau tidak dipancing"
"dan untuk apa kau,menghina kutu beras,kalau mental kau saja patungan"ujar Lexka kepada para hama yang sudah memasang muka ingin berak mereka
"ini uban bela atau ngatain"batin Dion sambil memandan kesal pada Lexka
"KAU-"
ucapan para hama terpotong karena pintu besar ruang makan terbuka lebar,dengan menyuguhkan muka tampan kaisar yang memandang datar mereka disana
dengan cepat mereka Dion dan para hama mengucapkan salam dengan membungkuk
"SALAM YANG MULIA KAISAR, SEMOGA HIDUP SERIBU TAHUN LAGI"
sedangkan Lexka memandang kaisar yang mempunyai nama ARDES DEE BRILLIANT dengan pandangang biasa,dan membungkuk sekilas untuk memberi hormat nya
"salam yang mulia"ucap lexka dengan tenang
sedangkan orang disana, tercengang dengan apa yang Lexka lakukan,bahkan Arsen yang melihat perbuatan pengawalnya hanya bisa terdiam.
ARDES sendiri cukup terkejut dengan anak muda didepannya,yang kalau dianalisis ber-genre perempuan,dan iya baru kali ini melihat orang dengan rambut perak dan manik mata berwarna biru yang memandangnya datar.
kesadaran mereka disana,kembali kepada diri mereka masing masing saat Lexka kembali berucap memanggil seseorang.
"by mari pergi"tangan lexka terulur kepada seseorang yang mereka disana tidak tau siapa itu,tapi semua terjawab saat Arsen bergerak mendekat dan menyambut tangan itu
"kau juga kutu beras"ucap lexka pada Dion yang masih dengan muka oonnya
"kami permisi"dan ketiga orang itu berlalu begitu saja dari hadapan ARDES dan para permaisuri,selir,pangeran,putri dan hama
"siapa anak itu"batin ARDES_
......................
......................
......................
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1