DOMINAN GIRL

DOMINAN GIRL
23.


__ADS_3

...Jangan lupa komen vote dan like ya...


seseorang dengan menggunakan pakaian hitam,terlihat memasuki sebuah kamar mewah yang dihuni oleh seorang wanita yang sedang tidur dengan nyaman diatas kasur


sosok itu melihat tajam pada sosok yang sedang terlelap itu,dengan senyum mengerikan sosok itu berucap


"pembalasan pertama nikmatilah"


sosok tersebut mengambil dan membuka sebuah botol kaca kecil berisi cairan berwarna hitam pekat dan menuangkan isi botol tersebut kedalam tempat lilin aroma dan seketika saat cairan itu dituangkan asap hitam langsung menguar dan menyebar ke setiap penjuru kamar


sedangkan sosok tersebut menyeringai dan pergi dengan cepat dari kamar itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun saking rapi dalam menjalankan rencananya


"tidak akan seru jika kau mati dengan cepat,aku biarkan jala*ng tua sepertimu menikmati hidup dengan organ tubuh tergogoti sedikit demi sedikit"


"tikus lainnya aku datang khekhekhe"


ungkapan itu tergumam samar-samar dari dalam kegelapan.


.....................


dirumah yang ada di perkebunan dunia dimensi cahya,diruang keluarga terlihat Arsen yang sedang duduk nonton tv bersama dion


ditangan Arsen terdapat mangkok kaca berisi buah blueberry hasil petikannya tadi untuk menemani iya menonton flim azab



sedangkan Dion duduk lesehan di karpet bulu dengan ice cream ditangannya,



saat sedang fokus dengan flim yang iya tonton,Arsen malah dikejutkan dengan usapan pada kepalannya,saat iya mendongak ternyata itu Lexka yang selalu memukau dari hari kehari


apa lagi kini Lexka yang sudah tidak akan menggunakan penutup wajah lagi,Lexka bilang sudah bosan dengan gayanya yang dulu,iya ingin tampil beda.


walaupun Arsen dalam hati tidak terima akan keputusan Lexka yang tidak akan menutup wajahnya lagi,tapi iya mencoba mengerti Lexka dan tidak ingin terlalu melarang,yang penting kan sekarang Lexka miliknya.


"sini duduk dekat aku!"Arsen menarik pelan tangan lexka sebagai isyarat untuk duduk,dan Lexka menurut saja


"Lexka mau"Arsen menyodorkan mangkok buahnya kepada Lexka,dan Lexka mengambil satu


"terima kasih by"

__ADS_1


"sama-sama"dan Arsen kembali mengarahkan pandangannya kepada tv yang masih menayangkan cerita yang sama


Lexka melihat kearah Dion,dan menggelengkan kepalanya saat melihat posisi Dion duduk sangat dekat dengan tv,dengan tidak berperasaan Lexka melempar bantal sofa sampai mengenai kepala Dion saat Dion mengaduh karena terkejut bukan karena sakit berbeda dengan Lexka yang malah meringis kesakitan karena Arsen yang mencubit pinggang nya.


"ADUHH.." Dion menyentuh kepala bagian belakangnya,dan langsung berbalik untuk melihat siapa pelaku dari pelemparan yang diarahkan kepadanya,dan iya tau sekarang


"aww by,kenapa kau mencubitku"Lexka menyentuh bagian pinggang yang dianiaya oleh Arsen


"kamu masih tanya!!untuk apa kamu ambil bantal yang aku gunakan untuk bersandar,kamu tau aku hampir saja nyunsep mencium lantai,dan lihat buah-"Arsen menatap nanar buahnya yang sudah bertebaran dilantai,Arsen pun bangkit dari sofa dan pergi meninggalkan Lexka yang merasa bersalah


"hahaha,rasain"Dion menatap mengejek kepada Lexka yang kini menatap datar padanya,dan dion kembali berbalik menonton sambil memakan ice creamnya


"sial"Lexka pun berlalu dari sana,untuk menyusul pandanya yang sedang merajuk itu


......................


sedangkan Arsen,sedang berbaring dikasur dengan tangan yang sekali kali memukul kasur,iya sungguh kesal dengan lexka bukan hanya karena perlakuan Lexka penyebab buahnya berjatuhan tapi tatapan perhatian yang Lexka berikan kepada Dion Arsen tidak suka itu sungguh,


iya takut Lexka memiliki perasaan lebih,dan suatu hari nanti tidak akan menganggap Dion sebagai rekan tapi-,tidak tidak Lexka hanya mencintainya iya hanya iya tidak ada yang lain


tapi tak ayal karena pikirannya itu air mata yang iya tahan mengalir juga,iya tidak mau Lexka meninggalkannya suatu hari nanti didalam kata kutip memiliki pasangan lain


tapi apa daya pikirannya selalu tertuju kesana,Arsen bangkit dari baringannya dan berlari menuju kamar mandi dan menuju wastafel


"Huekk..uhuk..huekkkk"Arsen memuntahkan semua makanan yang iya makan tadi semuanya dari sarapan pagi sampai segala yang iya makan untuk cemilan,dan disusul Arsen mencengkram kepalanya yang terasa sangat sakit


saat tubuh itu akan luruh kelantai,sebuah tangan menangkap dan mendekap nya


"by..."panggil Lexka,tidak mendapat respon suara dari Arsen Lexka pun mengangkat tubuh Arsen dan membawanya kearah kasur untuk dibaringkan


Lexka kembali kekamar mandi untuk membersihkan muntahan Arsen dengan menyalakan air kran untuk membuang muntahan yang tertampung didalamnya


selesai dari itu Lexka mengambil tisu basah didalam lemari kaca,dan iya bawa keluar menuju Arsen yang saat ini sedang terpejam diatas kasur


"maafkan aku"sambil membersihkan area mulut dan dagu Arsen texka terus menggunakan kata maaf


Arsen yang mendengarnya menggeleng dan membuka mata dengan tatapan sayu Arsen menatap tepat pada iris mata biru laut yang sekarang memancarkan tatapan bersalah dan khawatir bersamaan


"ini semua bukan kesalahan Lexka,aku saja yang terlalu membesar-besarkan masalah sepele dan memikirkan yang tidak-tidak tentang Lexka aku seharusnya yang minta maaf"


"nanti aku ganti buahnya lebih banyak dari yang tadi,jadi kamu jangan pikirin itu buah sampai seperti ini aku tidak suka"

__ADS_1


"kamu cemburu"tanya Arsen sambil menatap Lexka,iya cukup senang dengan segala sikap yang ditunjukan kekasihnya


"tentu saja"jawab Lexka sambil mengusap pipi kenyal arsen


"itu hanya buah untuk apa,Lexka cemburui"


"ya terserah"


"Lexka peluk aku"pinta Arsen dengan tatapan sayu


Lexka menuruti dengan lembut iya membawa Arsen kerengkuhannya,samar samar Lexka dapat mendengar gumaman arsen


"Lexka hanya akan mencintaiku saja kan!?"gumam arsen


"tentu saja aku hanya akan mencintaimu by,hatiku hanya dapat menampung satu nama,tidak ada nama kedua atau ketiga yang akan masuk karena seluruh ruangan yang ada sudah terisi penuh"


Arsen yang mendengarnya tersenyum, kekhawatiran yang sempat hinggap dihati dan pikirannya seketika hilang mendengar ucapan itu keluar dari bibir lexka, iya sedikit terkejut karena Lexka yang masih dapat mendengar gumaman super kecilnya tadi


dan pasangan tersebut pun terlelap dengan posisi yang masih saling berpelukan


......................


sedangkan Dion sedang mengusap air matanya dengan tisu


"laki-laki sialan tega teganya iya selingkuh dari istrinya inem dan malah memilih Yanto"


"semoga istri nya mati jadi suami setan itu menyesal"


"ayo inem tabrak pohon"


"inem lihat Yanto sedang ada dijalan sama laki kau tabrak nem tabrak mereka berdua,...lah kenapa malah nangis tabrak babik"


dan tinggalkan Dion dengan segala sumpah serapahnya kepada tokoh di sinetron yang bikin naik darah


......................


......................


......................


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


__ADS_2