
...jangan lupa komen vote dan like ya...
4 HARI BERLALU...
akhirnya Lexka,Arsen,dan Dion sampai dikekaisaran.
suasana meriah dari ibukota kekaisaran,sangat sangat ramai seperti akan diadakan sebuah perayaan,dengan hiasan bergantungan disetiap jalur jalan.
para pedagang dipinggir,jalur yang mereka lewati sedang sibuk menghiasi gerobak dagangan mereka dengan pernak pernik menarik.
bahkan dari tadi Lexka terus melihat kereta mewah melintas,yang dapat dipastikan itu kereta para bangsawan.
"apa disini akan diadakan perayaan"tanya Lexka kepada arsen,sedangkan Arsen melihat sekitar yang sangat ramai sampai matanya menemukan seorang pedagang yang sedang menjualan daging bakar tusuk,dan menghiraukan pertanyaan Lexka
"xka mau itu"tunjuk Arsen sambil menggoyang kan pegangan tangannya pada lengan Lexka,
"mau apa!?"tanya Lexka lagi,karena dia sedikit tidak fokus karena sedang mengamati sekitar
"itu..mau"Arsen melihat kebelakang,dan menatap wajah Lexka,sambil kembali menunjuk apa yang iya mau,Lexka yang sudah paham langsung turun dari kuda,tapi tangannya masih memegang tali kekang untuk membawa kuda itu menyingkir kepinggir.
sedangkan Dion mengikuti saja,iya juga turun dari kudanya dan berdiri disamping Lexka,
"kenapa berhenti disini,kita tidak langsung keistana"tanya Dion bada Lexka
"Makan"jawab singkat Lexka,Arsen juga sudah turun dari kuda dan sudah jalan terlebih dahulu meninggalkan Lexka dan Dion
"kalau ngomong panjang dikit ngapa"protes Dion,sedangkan Lexka kembali menjelaskan kepada manusia disampingnya,kalau tidak dijelaskan secara jelas si anak monyet ini tidak akan paham.
"istirahat makan,kalau kau tidak lapar sana jalan dulu keistana,dasar merepotkan"dan Lexka langsung melangkahkan kakinya menuju Arsen yang saat ini sudah sibuk dengan makanannya
"dasar uban sialan,mati sana"tapi walau begitu iya tetep mengikuti lex- eh buka maksudnya ngikutin tuannya yang sedang asik makan itu
__ADS_1
dan disanalah ketiga orang itu,dengan daging bakar tusuk ditangan masing masing.
Lexka sedang mengunyah daging bakar,ditangannya dengan pelan iya duduk dikursi kayu panjang dengan disebelah kanannya Arsen dan disebelah Arsen Dion.
selesai dengan acara istirahat dan isi tenaga mereka bertiga akhirnya,menuju tujuan utama yaitu istana,yang saat ini berdiri kokoh didepan mereka dengan banyaknya anak tangga yang harus dinaiki,dan warna istana itu dominan putih
mereka bertiga mulai,melangkahkan kaki menaiki undakan tangga,satu persatu pijakan tangga itu ditaiki kini sampailah mereka bagian luar istana yang sangat luas
dari saat mereka masuk,banyak sekali pelayan hilir mudik membawa bermacam macam barang,ada karangan bunga,ada lampu gantung,ada kotak kecil maupun besar yang isinya entah apa.
"sebenarnya apa yang mereka lakukan,dari ibukotanya sampai bagian istana sibuk, mereka menyiapkan apa!?"tanya Lexka
"pesta ulang tahun"jawab Arsen,sambil melihat sekitar dengan tatapan datar
"siapa?"
"kaisar"
plak..
"aduhh.."Arsen menampar lengan Lexka
"kalau didengar orang disini,dan mereka mengadu pada kaisar,kau bisa dipenggal"ujar Arsen dengan wajah jengkel menatap Lexka
"khawatir hm"
"gak"ucap Arsen dan mempercepat jalannya meninggalkan Lexka bersama si Dion yang diem diem Bae dari tadi,kesurupan sepertinya.
Dan disinilah Lexka,didalam sebuah kamar berukuran sedang yang berada diarea paviliun barat,atau paviliun khusus bagi para pengawal pangeran dan putri kekaisaran.
__ADS_1
dikamar ini hanya ada lemari baju kecil,kasur berukuran kecil,meja nakas kecil semuanya kecil dasar miskin,bisa bisanya Lexka membayangkan lebih tapi hasilnya astagfirullah,tapi walaupun begitu iya harus bersyukur ygy.
"hahhh,hidup gini amat dah,tadi gue liat kamar si Dion ngak gini amat dah masih lah waw lah ini,aduh sakit mata gue,udahlah dapat kamar paling ujung,pintu mau copot,isinya pun tak memadai kotor lagi"
"apa lagi pelayan yang nganter gue kesini,songong amat,baru jadi pelayan udah kayak paling tinggi jabatannya"
"sepertinya gue dapat diskriminasi nih,karena gue baru mereka malah semena mena"
"hahhh gue butuh mendinginkan kepala nih,mandi sepertinya dulu baru nanti gue rombak ni kamar terlebih lagi itu pintu,mungkin kalau kena angin sepoi-sepoi copot pasti"
Lexka pun mulai menuju sebuah pintu kecil yang ada didalam kamar itu saat iya membuka iya hanya bisa mengusap dada dan terus mensugesti dirinya untuk menerima apa yang iya lihat
"sabar, sabar, sa-AAAAAAAAA,memang Babik,jingan,onta,jerapah,kuda Nil,bekantan memang dasar buaya darat"
Lexka hanya bisa bersandar dipintu kamar mandi,melihat rupa kamar mandi dari kamar butut yang iya tempati,bagaimana iya tidak kesal udahlah iya capek butuh istirahat butuh menenangkan pikiran,malah disuguhkan oleh kamar kotor,kamar mandi pun sama malah lebih parah dengan lumut yang menghiasi lantai,dinding,air didalam bak pun hijau.
"capek gue,capek!!"Lexka pun berbalik menjauhi kamar mandi laknat itu,dengan langkah lesu
"numpang mandi didimensi aja,!!"setelah mengatakan itu Lexka pun menghilang dari ruangan kamar yang membuat mentalnya breakdance.
30 menit berlalu....
sudah setengah jam berlalu,Lexka kembali muncul dikamar kumuh dan bututnya dengan alat tempur seperti sapu,pengepel,sikat,perkakas berisi alat tukang,pakumclear.
dengan menggunakan sarung tangan karet,ikat kepala biar otaknya tetap ditempat,masker medis,iya siap menghadapi kenyataan, untung udah makan takut maag😅.
dan dimulailah kerja menguras tenaga dan pikiran,gerak sana gerak sini,bersih sana bersih sini dan hari itu Lexka harus rela bermandian keringat
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung...^^^