
...Jangan lupa komen vote dan like ya...
luangxi yang sudah siap dengan tangan di gagang pedang miliknya terhenti dalam pergerakannya kala melihat panah merah milik Nonanya menembus kepala mahluk mengerikan yang hampir melompati tubuh Dion,walau mahluk itu tidak dapat melihat mereka bukan berakti pergerakan mahluk itu tidak dapat mengenai mereka dengan sengaja, contohnya seperti saat ini dimana mahluk itu antusias ingin menghampiri kawanan temannya yang sedang bergelimang darah dari hewan yang mereka mangsa dan melompat dimana kuda Yang ditunggangi Dion dan angxi berdiri.
BRUKk
seketika semua mata mahluk kurcaci itu melihat kearah salah satu kawanannya yang terjatuh dengan nyawa yang sudah melayangkan dan mengeluarkan darah berwarna hitam kehitaman yang mempunyai bau busuk menyengat.
"Bawa kuda itu melangkah perlahan"suara bergema didalam pikiran angxi,Dimana iya langsung menatap nonanya yang ada di depan dan mengangguk mengiyakan
Srett
Srett
Dion menahan nafas begitupun Arsen yang menatap kebelakang dimana iya sedikit melongok dari balik tubuh lexka,saat mendengar daun kering yang terinjak oleh tapak kuda.
"Nona di samping anda!"suara angxi di benaknya membuat Lexka menatap mahluk itu berdiri persis di sampingnya bahkan Arsen yang sudah tidak menatap kearah Dion dan Luangxi di buat kaget akan keberadaan mahluk yang berdiri persis di dekat kakinya sambil mengendus dimana ini membuat Arsen langsung memegang gagang pedang yang ada di pinggang nya.
"Tebas kepalanya!"perintah Lexka membuat Arsen tidak punya keraguan mengeluarkan pedang dari sarungnya
"Pacu kudanya dengan cepat Luangxi,kita akan berlomba"ujar Lexka membuat angxi menyeringai dan terlihat binar di matanya
"Senang mendengarnya,saya siap merenggangkan otot saya nona"jawab Luangxi
"Hm-"
CRASSSSS
Dan dimana pedang Arsen jatuh disanalah tanda perlombaan dimulai dimana saat kepala mahluk itu menggelinding para mahluk kerdil itu menyadari kehadiran dari mahluk asing di wilayah mereka Lexka dan Luangxi memacu kuda mereka dengan cepat.
Duk
Duk
Duk
__ADS_1
taring runcing para mahluk itu terlihat makin menyeramkan saat mereka membuka mulut dengan lebarnya,dan pacuan kaki dari mahluk itu mengejar dua kuda yang mana sudah terlihat dan tidak dapat di sembunyikan kembali,Lexka memperkuat mananya untuk melindungi ketiga orang anggotanya bahkan iya mulai menyerang menggukan sihir api miliknya begitupun Luangxi yang juga mengeluarkan sihir angin miliknya.
Rawwwwwwwwwww
Raggggwwwwwwww
Arsen menebas mahluk yang hampir menerkam kuda yang iya dan Lexka kendarai disini posisinya sebisa mungkin menghalau para mahluk jelek itu untuk menyentuhnya dan juga Lexka,pedang yang sudah berlumuran darah itu kembali melayangkan memenggal kepala mahluk kerdil yang silih berganti melompat dari kiri kanan jalan yang mereka lalui.
sedang di bagian sedikit kebelakang Dion juga melakukan hal yang sama seperti Arsen sudah tidak terbayang berapa kepala mahluk itu terbang terkena sabitan pedang miliknya ,dan juga disini Dion juga menggunakan sihir miliknya yang dimana menyebabkan mahluk itu saling menyerang sesama bangsanya.
Luangxi menatap keseberang dan di sana iya melihat sosok masih menyerupai para mahluk kerdil yang menyerang mereka tapi kali ini sosok itu sangat besar tingginya yang tidak main-main itu berdiri dan menatap kearah mereka dengan mata merah ganas miliknya.
"Nona, Orang tua mereka seperti nya menyimpan kemarahan yang besar!?"ujar angxi yang mana Lexka melirik pada hal yang Luangxi lihat dan belum di sadari oleh Arsen maupun Dion.
"sangat jelek!"komentar Lexka berbisik dan Arsen yang sedang melawan seketika bingung saat kuda yang iya dan Lexka kendarai berhenti baru ingin bertanya suara jeritan memekakan telinga terdengar saat mahluk kecil itu semuanya dimakan oleh api kehitaman yang Arsen tau itu milik sang kekasih.
ARGGGGGGGGGGG
ARGGGGGGGGGGG
"ANAK-ANAK KUUUUUUUUUUUU!"
"Duduk dengan tenang!"ujar Lexka dan ingin turun tapi Arsen mencegah dengan memegang tangan lexka
"Aku ingin bersama"Arsen menatap penuh harap pada Lexka mata biru dan kelabu itu saling beradu sampai Lexka mengangguk,dan Arsen menampilkan senyum tipis
Keduanya turun dari atas kuda begitupun dengan Dion dan Luangxi, keduanya tidak ingin berdiam diri saja,Dion memulai aksinya dengan mengeluarkan sebuah senjata pendamping berupa belati terbang di sampingnya,angxi diam dengan pedang emas ,Lexka tanpa senjata,sedang Arsen mengengam erat ganggang pedang di tangan nya,baru ingin mengangkat tangan yang memegang pedang,senjata itu sudah di rebut oleh Lexka dan di ganti menjadi senjata berupa busur yang bisa menghasilkan anak panah sendiri yang terbuat dari elemen api milik sang kekasih.
"Lindungi aku"Lexka melirik kearah Arsen dan sebuah anggukan Arsen berikan.
"Hm ya!"jawab Arsen membuat mata Lexka menyipit yang tandanya dia sedang tersenyum di balik maskernya itu.
ARAGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHH
Dua Raksasa besar itu meraung lalu berlari sampai tanah bergetar, tatapan dari Arsen dan kawan-kawan menajam dan langsung pasang posisi siaga.
__ADS_1
"Maju!"
.
.
.
puk
puk
puk
Arsen menepuk pakaian yang kotor dan ada robekan pada bagian lengannya,karena ulah raksasa yang sekitar 1 jam lalu berehasil mereka tumbangkan.
"Minum"sebuah botol minum berwarna putih tersodor di hadapan Arsen mengangkat pandangannya itu adalah Lexka, menerimanya Arsen pun duduk lalu meminum air di dalam botol tersebut.
Lexka melihat Arsen yang minum dengan tenang memilih memilih bergabung dengan duduk di samping kekasih,membuka tas pinggang iya mengambil sesuatu dari sana,lalu menarik salah satu lengan Arsen.
"Lain kali jangan gegabah seperti tadi,hampir saja lenganmu putus"ujar Lexka yang kembali mengganti perban di lengan Arsen dengan yang baru karena perban lama sudah kotor.
"Maaf!"ujar Arsen menunduk merasa bersalah
"Tidak masalah,jangan di ulangi lagi mengerti!,dan terimakasih untuk hari ini kau pelindung terbaik"ucap Lexka membuat Arsen mengulum senyum yang hampir terbit terlihat semburat merah di kedua pipinya membuat wajah tampan tersebut jauh sangat manis.
"sama-sama"jawab Arsen malu-malu membuat Lexka terkekeh geli
sedang dua pasang mata yang melihat sepasang kekasih tidak jauh dari mereka mengeluarkan aura pink di sekitar mereka membuat keduanya dongkol,hei adakah yang bisa memberi tau keduanya untuk jangan pernah mengumbar kemesraan di depan para jomblo seperti mereka,mereka iri kalian tau,sudahlah di tengah hutan belantara sepi jangan sampai harus bersaing dengan hati mereka juga yang sepi sejak awal.
......................
......................
__ADS_1
......................
^^^Bersambung....^^^