
Baru saja Gilang melewati gerbang depan komplek dan berpamitan dengan pos keamanan disitu . Dhea dan Omah sudah sampai didepan pintu rumahnya. Pak Karyo yang sedang menyirami tanaman,terutama bunga milik Omah langsung berhenti,lalu buru - buru membukakan pintu buat mereka berdua.Setelah Dhea dan Omah melangkah masuk,pak Karyo pun menutup pintu pagar.Dan pak Karyo kembali sibuk menyirami tanaman disitu.Sepertinya pak Karyo lupa dengan sesuatu,karena Dhea dan Omah sudah masuk kedalam rumah. Tiba - tiba saja pak Karyo tersentak kaget. Seperti teringat akan sesuatu hal.
" Ya ampuuun!! ", tukas pak Karyo sambil menepuk dahi nya. Sesaat kemudian ia terlihat berlari masuk dengan terburu - buru. Didalam rumah terdengar suara pak Karyo memanggil - manggil Dhea.
" Non...., Non Dhea...!!",teriak pak Karyo dari ruang tamu. Dhea dan Omah jadi kaget, mereka berdua pun menghentikan langkahnya. Lalu memandang pak Karyo dengan tatapan heran.
" Ada apa sih Yo?",tanya Omah. " Kamu itu kaya lagi kebakaran jenggot aja, padahal engga punya jenggot",canda Omah. Pak Karyo tersenyum malu.
" Anu... Omah, tadi ada yang mencari non Dhea, Omah",ujar pak Karyo sudah lebih tenang.
" Ada yang cari Dede? Pagi - pagi begini?", tanya Omah heran. Lalu saling berpandangan dengan Dhea.
" Siapa sih....pak Karyo?",tanya Dhea penasaran.
" Eh... Anu non, tadi namanya....". Pak Karyo berpikir sejenak. " Siapa sih..., kok tiba - tiba jadi lupa",gumam pak Karyo pada dirinya sendiri. Tiba - tiba.
" Ah...iya... Pak Karyo ingat sekarang, kalau engga salah namanya....,Tilang...!!", teriak pak Karyo penuh semangat.
Berarti salah dong pak Karyo",celetuk Dhea. Omah jadi tertawa.
" Maksud pak Karyo, Gilang kali yah?", tanya Dhea tersenyum.
" Nah!!, itu non..!! iya bener itu , nak Gilang!! ", ujar pak Karyo bersemangat.
Dhea dan Omah pun tersenyum lucu melihat tingkah pak Karyo. Tiba - tiba Dhea tersentak sadar.
" Hah...!! Gilang...?!", pekik Dhea sambil menutup mulutnya dengan tangan. Omah dan pak Karyo jadi kompakan kagetnya. Dhea Pun berlari cepat ke depan pintu sambil berteriak.
" Omah....!! Dhea pergi dulu yah!! Oma sarapan saja dulu, ga usah tungguin Dhea!!".Dhea pun sudah menghilang di balik pintu. Omah dan pak Karyo pun cuma bisa geleng - geleng kepala.
" Ayo kita sarapan dulu yo...",ajak Omah ramah kepada pak Karyo.
" Iya deh Omah", ucap pak Karyo sopan.
__ADS_1
Disaat Omah dan pak Karyo menuju ke dapur untuk sarapan. Dhea sudah sampai di depan pos penjagaan. Larinya lumayan kencang, kerena Dhea memakai sepatu" sport" yang ringan, membuatnya bergerak lebih gesit, di topang dengan tubuhnya yang atletis. Dhea lebih seperti seorang atlit lari.
" Pak tadi ada anak muda yang jalan kaki lewat sini ngga?",tanya Dhea kepada dua security yang duduk di dalam pos jaga.
"Waah....yang lewat sih banyak dek...", ujar security yang kurus. Dhea mendengus lemas.
" Tapi yang kusut cuma satu", ujar security yang gemuk.
Dhea menyimak dengan sedikit berharap.
"Oh yang tampangnya kusut - kusut gitu yah, yang kaya lagi ga bersemangat gitu...",timpal security yang kurus itu ke security yang gemuk. Dan yang gemuk pun mengangguk - angguk semangat.
"Iya...!! Itu orangnya pak!!",teriak Dhea lebih semangat.Kira - kira jalan kemana orang itu pak ?",tanya Dhea dengan mata yang berbinar - binar.
" Ke sebelah sana..!!",tunjuk kedua security itu bersamaan.
"Tadi dia belok ke kanan !!", kata security yang gemuk.
" Ya deh, terima kasih banyak ya pak", ucap Dhea sambil tersenyum.
Tanpa menunggu lama, Dhea sudah melesat cepat seperti seekor kancil menuju kearah yang di tunjuk oleh kedua security tadi.
Saat itu cuaca tampak begitu mendung, walau waktu baru menunjukkan pukul sembilan pagi. Dan matahari sepertinya enggan menunjukan sinarnya yang digdaya untuk pagi ini. Karena langit yang sedikit gelap menandakan akan turun hujan.
" Gilang...!! ", teriak seseorang dari belakang. Gilang mendongakkan kepala, soalnya sedari tadi Gilang berjalan sambil tertunduk lesu. Kini ia pun berbalik.
"Dhea...?!",ujar Gilang tiba - tiba menjadi lebih bersemangat.
Lalu keduanya cuma senyum - senyum malu.
Tidak berapa lama, mereka berdua sudah berada di suatu tempat yang lumayan uad.Mereka berduapun duduk dengan santai di bawah pohon akasia, sambil memandang jauh ke depan. Tempat itu adalah tempat yang mereka datangi kemarin. Dan tempat itu adalah tempat bermain Gilang dan Dhea sewaktu kecil. Dan mereka berdua menganggap bahwa tempat itu seperti taman impian yang ada di dongeng - dongeng dalam film, ataupun buku cerita. Karena ditempat atau di taman itu banyak menyisakan cerita indah mereka di waktu kecil. Seperti cerita dongeng yang selalu indah pada akhirnya.itulah yang diharapkan Gilang dan Dhea.
" Mudah - mudahan tempat ini tetap ada sampai kita tua nanti yah Lang",ucap Dhea sambil tersenyum. Ia memandang sebentar ke arah Gilang lalu memandang ke depan lagi.
__ADS_1
Gilang cuma mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya. Tiba- tiba Gilang berkata.
" Dhea...aku mau minta maaf soal kemarin",
" Ga apa Lang, aku tahu kamu pasti lagi sibuk",ujar Dhea.
" Sebenarnya aku sudah dijalan menuju rumah kamu, tapi...ah... Pak Heri...",Gilang berhenti berucap , lalu gilang pun menceritakan kronologi masalahnya. Dhea menyimak dengan seksama,tanpa memberi respon, cuma diam, tatapannya serius sekali, seolah - solah mengerti apa yang di ceritakan Gilang. Sedang asyik - asyiknya bercerita, tiba - tiba Gilang berhenti, lalu menatap Dhea dengan heran. Dhea masih saja sibuk memandang Gilang. Dan Gilang baru sadar, pasti Dhea tidak mendengar cerita Gilang sedari awal.Dan ternyata juga Dhea memang sedang asyik memandang wajah Gilang.
" Dhea...", ucap gilang pelan. Dhea Tidak bergeming.
"Dhea...!! ", kali ini panggilan Gilang lebih kencang.
Dhea tersentak kaget.
" Eh...em..., iya Lang...,saya....saya ngerti. Ujar Dhea grogi. Gilang cuma tertawa geli.
" Kamu ngerti?, ngerti apaan...? Hayooo...", sahut Gilang." Coba tadi aku cerita apaan? ", tanya Gilang sambil menyilang kan kedua tangannya di dada.
Dhea gelagapan. " itu... Itu lho... ".
Gilang makin geli aja lihat tingkah Dhea. Dan Dhea baru sadar kalau ia lagi di kerjain Gilang. Ia jadi cemberut.
" Ih...jahat kamu Lang....,pasti lagi ngerjain aku yah..?",ujar Dhea sambil mulutnya manyun. Gilang cuma tertawa.
" Habisnya, kamu ga dengerin cerita aku sih", ujar Gilang.
" Udah aku susah - susah cerita, malah ga di simak", lanjut Gilang.
"Iya deh...maaf....maaf...", pinta Dhea sambil kedua telapak tangannya di satukan seperti sedang memohon.
"Oke deh, aku maafin ujar Gilang".Tapi aku ulangi ceritanya ya", pinta Gilang.
" Makasih Lang..., aku dengerin deh dari awal", ucap Dhea manja. Dan kali ini Dhea benar - benar mendengarkan cerita Gilang sambil sesekali kepalanya di angguk - anggukan tanda bahwa ia paham. Dan Gilang pun mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
" Jadi gini kejadiannya".tutup Gilang. Dhea manggut - manggut.