
"RSUD BUNDA KASIH".Berdiri sejak tahun 1980. Sebuah ambulans memasuki halaman rumah sakit dan berhenti di pintu utama. Dua orang dari tim medis langsung membuka pintu depan sambil mendorong sebuah tandu medis beroda empat kearah ambulans yang baru tiba, pintu ambulans dibuka , Omah dan Gilang pun turun sambil berdiri menunggu di samping ambulans, lalu dua orang tim medis itu dibantu oleh tim medis yang baru turun dari mobil langsung dengan gesit mengangkat tandu ambulans yang ada di dalam mobil dan memindahkan Dhea ke tandu dorong yang sudah mereka sediakan.
Dhea pun di bawa masuk kedalam di ikuti oleh Omah dan Gilang. Lalu Dhea di arahkan ke dalam satu ruangan penanganan oleh beberapa tim medis, pintu pun di tutup. Omah dan Gilang hanya diperbolehkan menunggu di luar . Omah pun diminta untuk mengisi biodatanya Dhea.
"Maaf untuk sementara keluarga pasien hanya bisa menunggu di luar. Tim kami akan segera menangani pasien sebaik mungkin, jika sudah selesai kalian boleh menjenguknya", ucap salah satu tim medis.
Saat ini, Dhea pun berada disalah satu ruangan dan ditangani oleh beberapa tim medis. Omah dan Gilang terlihat cemas, wajah mereka terpancar kegelisahan yang begitu dalam. Tidak berapa lama, seorang tim medis pun keluar dari ruangan itu disusul beberapa dari mereka yang langsung berjalan ketempat lain. Salah satu dari mereka menghampiri Omah dan Gilang.
"Siapa kerabat dari pasien yang bernama Dhea Anastasya Der Wijk? ", tanya tim medis itu..
" Saya dokter, saya Omah nya, bag...,bagaimana keadaan cucu saya dokter? ", tanya Omah cemas.
" Kini keadaannya sudah berangsur pulih, cucu Omah hanya mengalami kelelahan dan dehidrasi yang berlebihan.... ".
" Terima kasih dokter, apa kami sudah bisa menengoknya sekarang dok? ", tanya Omah. Tim medis yang dipanggil dokter oleh Omah pun mengangguk.
" Silahkan Omah... ", ucap si dokter sambil tersenyum. Omah dan Gilang pun buru - buru berjalan masuk keruangan itu .
Di dalam ruangan yang lumayan cukup besar itu terdapat dua ruangan yang disekat dengan tirai berwarna putih, ruangan itu benar - benar bersih. Salah satu ruangan yang ditutupi tirai itu di buka oleh Omah, sebab yang satunya lagi masih kosong dengan tirai yang terbuka. Sedangkan yang satunya lagi sedang di buka oleh Omah. Setelah tirai nya tersingkap barulah tampak Dhea yang berbaring lemas di situ. Matanya masih terpejam. Tapi begitu ia mendengar ada yang datang Dhea pun membuka matanya dengan perlahan - lahan. Dengan samar - samar ia pun melihat Omah.
" Omaaah... ", ucap Dhea pelan. Omah pun langsung memeluk Dhea sebentar sambil mengusap air matanya.
" Ya ampun Dede,apa yang terjadi sama kamu... De...?, Omah cemas sekali... ".
" Omah... jangan... cemas yah... Dhea engga apa...apa kok ....cuma cape aja... Omah...jangan khawatir yah... ", ucap Dhea terbata - bata. Dhea memang masih dalam kondisi yang lemah jadi ucapannya masih terputus - putus. Lalu Dhea memandang ke arah Gilang sambil tersenyum kaku.
" Lang ...ini Omah ku... ", ucap Dhea singkat, lalu ia memanggil Omah. " Omah ini yang... namanya . ..Gilang... ", Omah dan Gilang pun tersenyum.
" Kami sudah berkenalan waktu di dalam ambulans", ujar Omah sambil tersenyum, Gilang pun mengangguk pelan.
"Berarti... Omah?... kalian sudah saling kenal? ", Dhea pun tersenyum kecut. Omah dan Gilang pun tertawa kecil, lalu Dhea menengok ke arah Gilang.
" Lang ...ma...maafin aku yah...aku ...aku sudah merusak acara... ", ucap Dhea pelan.
" Engga Dhea, ka...kamu jangan ngomong seperti itu, yang penting sekarang adalah kesehatan kamu, dan jika kamu bisa sehat kembali itu sudah cukup buat aku... ", kata Gilang sambil tersenyum.
__ADS_1
" Lang ak...aku laper banget.... ".
" I... iya, tunggu sebentar ya, ak...aku pergi beli makanan dulu... ".
Gilang pun bergegas pergi untuk membeli makanan, tapi...
" Tunggu ....tunggu Lang... ", panggil Dhea tiba - tiba Gilang yang sudah mencapai pintu jadi menghentikan langkahnya
" Iya...ada apa Dhea...? ".
" Engga usah deh , aku cuma...bercanda... ", ucap Dhea sambil tersenyum. Sepertinya keadaan Dhea sudah lebih baikkan itu terdengar dari suaranya yang sudah tidak terbata - bata lagi. Gilang pun membalas senyum Dhea. Tidak berapa lama mereka melihat Omah yang duduk sambil ter kantuk - kantuk. Dhea merasa kasihan melihat Omah nya padahal kondisi Omah nya sendiri juga lagi menurun kesehatannya tapi masih saja mau ikut kesini, malah menunggu sampai ter kantuk - kantuk. Dhea juga merasa bersalah sudah bikin Omah nya khawatir. " pokoknya Dhea harus sehat kembali", batin Dhea dalam hati, biar Omah tidak khawatir sama Dhea.
"Lang..", panggil Dhea.
" Iya, ada apa...? ".
" Bisa pinjam handphonemu sebentar? ".
Gilang pun memberikan handphone nya pada Dhea, lalu terlihat Dhea sedang mengetik sesuatu di handphone nya, lalu setelah itu dikembalikan handphone itu kepada Gilang.
Gilang pun tersenyum dan mengangguk pasti
" Lang... Seandainya nanti Dhea belum bisa pulang, mau ngga Gilang temenin Dhea disini? Soalnya Dhea takut Lang... , mau yah, please... ", mohon Dhea.
Gilang pun tersenyum lagi tapi tidak mengangguk.
" Sudaaah....jangan memohon seperti itu, tanpa diminta pun pasti akan aku temani... ".
" Makasih yah Lang... ", ucap Dhea senang.
Kali ini Gilang mengangguk.
Tidak berapa lama pak Karyo pun datang sambil membawa sebuah tas ransel hitam yang ternyata miliknya Dhea.
Pak Karyo pun mengetuk pintu ruangan itu.
__ADS_1
" Iya..., masuk..!!", ujar Gilang. Pak Karyo pun membuka pintu dan masuk. Ternyata sahutan Gilang tadi membangunkan Omah. Dan Omah pun heran melihat pak Karyo ada disitu.
"Ini tas nya non.. ", ucap pak Karyo sambil menyerahkan tas ransel hitam kepada Dhea.
" Iya...terima kasih ya pak Karyo.. ".
" Eh iya non..., sama - sama.. ".
" Kamu kok ada disini Yo..? ", tanya Omah heran. Pak Karyo pun nyengir.
" Eng.. Ini Omah..., non Dhea minta dibawa'in tas nya ", ucap pak Karyo.
" Gini lho Omah.., Dhea takutnya nanti belum bisa pulang, jadi Dhea minta tolong pak Karyo buat bawa'in baju dan handphone nya Dhea..".
"Hem, gitu yah.., tapi kalau Dede nanti belum bisa pulang, biar Omah disini juga buat temenin Dede yah.. ".
" Ja.., jangan Omah.Omah pulang saja, biar istirahat dirumah".
"Engga ah.., kasihan Dede nanti engga ada yang temenin.. ".
" Kan ada Gilang.., Omah.. ".
" Tapi De....... ".
" Omaaaaahh..., Omah istirahat saja yah di rumah. Ya Omah ya.., pliiiiiiiissh.. ", mohon Dhea.
" Iya Omah, biar Gilang yang jaga'in Dhea aja, pokoknya Omah jangan khawatir, percaya'in sama Gilang deh. Lagian Omah kan juga harus jaga kesehatan Omah, biar engga sampai drop.. ", ucap Gilang supaya Omah lebih tenang dan yakin.
Omah pun memandang ke arah Dhea.., yang dipandang..,wajahnya memelas sampai mulut nya manyun.
Dan Omah pun menyerah, itu juga demi Dhea.
Akhirnya Omah mengangguk sambil tersenyum.
" Yeeeeeeee....., makasih Omah. Saaaaaaaayang Omah", ucap Dhea menirukan suara Upin dan Ipin. Semua yang ada disitu pada tertawa.
__ADS_1