Dongeng Waktu Kecil ( The Story Of Gilang And Dhea).

Dongeng Waktu Kecil ( The Story Of Gilang And Dhea).
Bab 24 : Hari ini Dhea pulang.


__ADS_3

Saat ini, subuh pun perlahan - lahan menjelang pagi, terdengar suara burung pipit berkicau di balik jendela.


Pagi itu, Dhea sudah bangun. Tapi Gilang masih tertidur lelap di kursi sampingnya. Dhea pun tersenyum memandang Gilang yang masih enak tidur dengan mulut terbuka. Tadi malam ia pasti kurang tidur, makanya sampai sekarang masih belum bangun. Dhea ingin sekali turun dari ranjang dan ber olah - raga kecil didalam ruangan itu. Dengan perlahan - lahan Dhea turun dari ranjangnya, ia tidak ingin membangunkan Gilang. Karena Dhea tahu,Gilang pasti lelah menjaga nya semalaman. Lalu Dhea turun pelan - pelan dari ranjangnya, takut sekali ia kalau Gilang sampai terbangun.


Dhea berjalan kearah jendela lalu membukanya lebar - lebar, burung- burung yang tadi hinggap disitu pun berhamburan terbang memencar ke segala arah. Dhea pun menghirup udara di sekitar situ sambil memejamkan mata. Udara pagi memang selalu membawa hawa kesegaran dan kesejukan. Tidak ketinggalan Dhea merentangkan tangannya lebar - lebar lalu ia pun melakukan gerakan kecil sambil jalan di tempat. Dhea hanya melakukan beberapa gerakan yang ringan - ringan saja, karena kondisinya yang belum fit.


"Hari ini aku harus pulang, enggak enak juga tidur disini, engga begitu leluasa", batin Dhea pelan. Lalu Dhea menengok ke arah Gilang, ia sedang ber selonjor. Lalu mengucek - ucek matanya. Dhea yang melihat itu, buru - buru mengendap dan bersembunyi di belakang kursi yang sedang di duduki oleh Gilang. Gilang mencoba berdiri sambil menengok ke kanan - kekiri, sepertinya ia sedang mencari Dhea. Gilang kelihatan bingung seperti orang ling - lung . Dhea berusaha menahan tawa.


"" Dhe....?, Dhea...?, kemana lagi sih itu anak? sakit - sakit juga... ".


Gilang pun hendak berjalan ke arah pintu. Tapi tiba - tiba terdengar suara orang cekikikan Gilang pun menoleh kearah asal datangnya suara itu, iapun tidak jadi berjalan keluar melainkan berbalik dan melangkah ke arah tempat dhea bersembunyi, belum sampai ia kesitu ternyata Dhea sudah melompat keluar.


" Dor..!! ", teriak Dhea hebat. Gilang melompat kaget, wajahnya pucat. Dhea yang melihat itu, tidak sanggup lagi menahan tawanya, iapun duduk dilantai sambil tertawa terpingkal - pingkal. Gilang pun misuh - misuh...dongkol. Lalu ia pun berjalan ke tempat Dhea dan menyubit kedua pipinya. Lalu ditariknya. Dhea merintih kesakitan.


" Aaw....!!, sakit Lang..!!, sahut Dhea.


Kini giliran Gilang yang tertawa cekikikan. Dhea melotot kesal lalu ia pun mencubit pinggulnya Gilang sambil mengelitiknya, Gilang pun meronta kegelian.


"Eeeyaaa...ge...,geli...,Dhe..,ampun..,ampun.....,ampun deh...ampun..".


" Masih berani ga sama Dhea...?! ".


" Eng...engga berani..,ampun deh...ampun..".


Seketika itu Dhea pun berhenti mengelitik Gilang. Kini Gilang berbaring terlentang tak berdaya... nafasnya sampai tersengal - sengal..., dan Dhea duduk di sampingnya masih senyum - senyum geli.


"Aduh cape banget nih Dhe..., engga lagi deh..nyerah..".


" Lang, hari ini Dhea sudah boleh pulangkan ?, soalnya disini bosen banget Lang, udah gitu bau obat - obatan... ", celetuk Dhea.


" Ya rumah sakit emang semuanya kaya gitu, mana ada yang enak sih, lihat nanti, gimana dokternya.., oke?


"Tapi Lang..., Dhea bosen banget tau ".


"Sabar dong Dhe, mungkin hari ini kita sudah.....".

__ADS_1


Belum selesai Gilang berucap, tapi tiba - tiba Dhea sudah menarik tangan Gilang. Gilang pun jadi panik.


"Ad...,ada apa Dhe....?


" Kita kabur dari rumah sakit Lang...!! ".


" Ap... apa...?!!, gila kamu Dhe...jangan... ".


Tapi Dhea sudah menarik tangan Gilang dan berlari ke arah pintu, Gilang yang masih ragu, jadi terseret - seret.


Belum sempat mereka membuka pintu, tiba - tiba pintu itu sudah terbuka. Seseorang tengah berdiri dihadapan mereka.


" Ded.... Dokter..? !! ", tukas Gilang dan Dhea bersamaan.


" Lho kalian mau kemana...? ", ucap orang yang di panggil dokter oleh Dhea dan Gilang.


" Ah..., ini..., ini..., mau mengantar suami... saya beli makanan dok ... ".


" Oh... iya..., tapi tunggu sebentar, ada yang ingin saya sampikan .... ".


" Em...saudari Dhea, hari ini anda sudah boleh pulang... ".


" Beneran dok ?, serius...?, dokter engga lagi prank kan...? ", ujar Dhea asal.


" Yah begitulah. Anda sudah kami ijinkan pulang... ".


" Horeee..!!!, teriak Gilang dan Dhea..., mereka berdua pun toast - toast'an.Mereka berdua pun meloncat kegirangan.


Dhea girang, karena sudah boleh pulang.


Gilang malah girang karena Dhea tidak jadi kabur.


Siang itu, pak Karyo sudah datang, ia terlihat sedang membawa ranselnya Dhea. Dhea yang berjalan dibelakangnya pak Karyo, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Sesekali Dhea berjalan sambil melompat tinggi - tinggi. Gilang yang berjalan disampingnya cuma bisa geleng - geleng kepala.


"Hati - Hati non, jangan sampai jatuh... ", ujar Gilang khawatir.

__ADS_1


" Senang banget Lang..., bisa bebas dari sini. Lagian kan Dhea cuma pingsan, kenapa di bawa ke rumah sakit? ".


" Ya kan kita juga engga tau, Dhe... sakit apa..?, ringan atau berat?, jadi biar dibawa ke rumah sakit aja, biar ditangani lebih cepat sama tim medis".


Dhea cuma menundukkan kepala sambil jalannya diseret - seret.


"Tapi apa pun itu yang penting sekarang sudah engga apa - apa... ", ucap Gilang lagi.


" Seandainya kemarin Dhea engga masuk rumah sakit, apa Gilang juga akan ngungkapin perasaannya Gilang ke Dhea..? " , tanya Dhea tiba - tiba, Gilang pun jadi memandang ke arah Dhea. Dhea yang sehabis berkata begitu jadi ngga enak, ia pun buru - buru melemparkan pandangannya ke arah lain.


"Aku tetap ngungkapin Dhe...., sebab jika aku masih tetap diam, maka aku akan semakin merasa tersiksa.... ".


" Kok bisa Lang....? ",pancing Dhea.


" Sebenarnya kan...., dari kemarin - kemarin aku sudah pingin ngomong cinta ke kamu, cuma aku belum menemukan waktu yang tepat buat ngungkapin. Nah kemarin, mungkin moment yang paling pas. Biar titiknya pas kena ke target... ",ujar Gilang sedikit malu.


" Em... Seperti itu Lang?. Berarti dari waktu itu, kamu sudah suka sama aku dong Lang...? ".


Gilang cuma diam, lalu ia tersenyum sambil memandang kearah lain . Dhea nya jadi senang ia pun senyum - senyum sendiri",


" Kalian pada tunggu disini ya, pak Karyo mau ngambil mobil dulu? ", ujar pak Karyo tiba - tiba.


" Emangnya pak Karyo kuat? " tanya Dhea.


"Kuat apanya non? ", tanya pak Karyo polos.


" Katanya tadi pak Karyo mau ngambil mobil, makanya Dhea mau tanya, kuat ngga..,Pak Karyo nya... ".


" Eh... Anu non, maksud bapak, mobilnya mau tak bawa kesini saja, gitu lho? ", ujar pak Karyo dengan logat khas jawanya. Dhea pun manggut - manggut, sambil tertawa.


" Oh iya pak Karyo.., Omah kok engga ikut jemput Dhea sih..? ", tanya Dhea, setelah mereka semua berada di dalam mobil perjalanan pulang.


" Omah lagi sibuk masak non, jadinya ga mau ikut", ujar pak Karyo sambil memandang sekilas ke arah spion tengah.


Di bangku tengah tampak Dhea sedang merangkul tangan Gilang sambil berbaring di pundaknya dengan mesra. Saat ini, mereka berdua sedang merasakan kasmaran yang lagi berat - beratnya. Karena di saat - saat seperti ini,orang akan merasakan seperti sedang mabuk kepayan.

__ADS_1


__ADS_2