
"Hem..ini komplek rumahku Lang", ujar Dhea.
Gilang pun menghentikan motornya.
" Lho kok berhenti disini Lang ? ", tanya Dhea.
Gilang yang di tanya cuma tersenyum.
"Kamu engga mau mampir dulu ke rumahku?", tanya Dhea lagi.Gilang menggeleng.
" Lain kali aja yah,sudah malam ga enak sama orang rumah", ujar Gilang.
"Engga mau kenalan sebentar sama Omah ku ? ", desak Dhea sopan.
"Hem..", Gilang berpikir sejenak. " Besok deh ya,jangan ganggu Omah kamu, biar Omah istirahat saja,kamu juga istirahat deh, sudah malam, kasihan kamu pasti lelah banget keluar dari pagi", ujar Gilang sambil tersenyum. Dhea juga ikut tersenyum.Ternyata Gilang orang nya care banget. Benar-benar perhatian sama Dhea, batin Dhea dalam hati. Dan Dhea jadi senang,sambil rambutnya di plintir-plintir lalu senyum-senyum sendiri. Gilang heran.
"Dhea...? ", panggil Gilang pelan." Dhea..?! ", ulang Gilang, Dhea jadi kaget dan salah tingkah.Gilang tertawa geli. Dhea pun malu.
"Aku pulang dulu yah.., kamu masuk deh", ucap Gilang.Dhea mengangguk sembari tersenyum.Astaga, ternyata aku baru sadar kalau senyum kamu manis banget Dhea. Benar-benar bikin sejuk hati siapa pun yang memandangnya, tidak terkecuali aku, gumam Gilang dalam hati.
"Lang...?, Gilang...?", panggil Dhea. Kini giliran Gilang yang tersentak kaget dari lamunannya, Dhea tersenyum geli.
"Ternyata kamu bisa melamun juga yah..? ", celoteh Dhea senyam-senyum. Gilang cuma garuk-garuk kepala.
"Kenapa tadi kamu memandang aku seperti itu Lang ? ", tanya Dhea tiba-tiba. Gilang gelagapan dan mulai grogi.Wajah Gilang jadi memerah,ia pun pura-pura membetulkan tali sepatunya.Setelah itu.
"Aku...aku pulang dulu yah..", pamit Gilang.
"Oke deh, hati-hati ya Lang.. ",sahut Dhea.
"iya..kamu masuk dulu deh.. ", ujar Gilang.
"Aku tungguin kamu pulang dulu...",balas Dhea.
"Ga apa,kamu masuk aja..", tukas Gilang kikuk.
"Ga apa,kamu pulang aja..", balas Dhea lagi.
"Hem gini aja, gimana kalau kita sama-sama. Kamu langsung masuk, aku langsung pulang, gimana? ",ajak Gilang.
__ADS_1
"Hem..., oke deh",Dhea setuju.
"Pada hitungan ketiga yah..", ujar Gilang. Dea mengangguk tersenyum.
"Oke, satu...dua...tiga... ", hitung Gilang. Dhea pun berbalik.Tapi tiba-tiba.
"Dhea...", panggil Gilang. Dhea pun membalikkan badannya.
"Iya...? ", Dhea menunggu. Gilang terlihat gugup.
"Emm.., besok...besok kamu sibuk ga ?", tanya Gilang memberanikan diri. Dhea pura-pura heran sambil mengernyitkan dahi.
"Memangnya ada apa Lang ? ", tanya Dhea pura-pura.
"Kalau lagi engga sibuk..", belum habis Gilang berkata.
"Tentu saja aku engga sibuk Lang.. ", sahut Dhea bersemangat. Tapi Dhea jadi tiba-tiba sadar dan menunduk malu. Karena ia terlihat begitu agresif.
"Yaph...kalau begitu besok aku kesini jam sepuluh pagi ", ucap Gilang.
"Besok kamu ga ke kampus Lang ? ", tanya Dhea.
"Baiklah kalau begitu, sampai besok Lang ", ucap Dhea senang.
"Oh iya Dhea, makasih yah , udah ngerayain ulang tahun aku bersama keluargaku", tukas Gilang senang.
"Sama-sama Lang", ucap Dhea sambil tersenyum.
"Aku senang kok, bisa ngerayain ulang tahun kamu, apalagi bersama keluarga kamu. Mereka antusias sekali, sewaktu tahu akan memberi kamu kejutan Lang", ujar Dhea lagi sambil tertawa kecil.
"Makasih banyak deh, ternyata kamu masih ingat ulang tahun ku. Padahal aku sendiri saja tidak ingat, kapan aku ulang tahun..", ujar Gilang sambil tertawa lebar.
"Apakah selama ini, kamu engga pernah ngerayain ulang tahun ulang tahun bersama keluarga kamu Lang? ", tanya Dhea.
Gilang menggeleng." Kami lewati hari demi hari tanpa tahu momen-momen yang penting dalam hidup kami. Bagi kami, sudah bisa makan sehari-hari saja sudah cukup dan yang paling penting, kami harus selalu sehat", tutur Gilang.Dhea cuma diam mendengar kata-kata Gilang. Lalu Gilang memandang Dhea sejenak dan tersenyum lebar.
"Oke..udah malam. Dhea,kamu masuk yah, aku mau pulang", ujar Gilang. Dhea mengangguk setuju.
"Yuph..hati-hati ya Lang..", ucap Dhea.
__ADS_1
"Oke....bye..!!.", sahut Gilang sambil melambaikan tangannya.
"Bye... ", balas Dhea.
Gilang pun menstarter motornya dan berlalu dari situ, tapi masih saja disempatkan menengok sebentar ke arah Dhea. Dhea cuma diam melihat Gilang yang sudah menjauh dari pandangannya sampai tak terlihat lagi dibalik tikungan jalan. Lalu Dhea pun melangkah masuk. Hatinya begitu senang, sampai tak sadar kalau ia senyum-senyum sendiri.
Gilang sudah memaafkan aku, batin Dhea.Kami sudah berbaikan. Persahabatan kita pun dilanjutkan lagi mulai dari sekarang dan semuanya akan baik-baik saja kembali seperti semula.Kini Dhea bisa melalui hari-harinya dengan tenang, segala dilema yang ia rasakan selama ini, kini sirna semua.Pikirannya pun jadi ringan.Dan malam ini Dhea bisa merasakan tidur yang nyenyak.
"Met malam Dhea, met bobo, mimpi yang indah yah", bisik Gilang.
Esok harinya dan masih seperti hari-hari sebelumnya. Matahari sudah bersinar terang, dan sinarnya membias ke segala penjuru. Saat ini waktu menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh menit. Dan Gilang. Gilang sudah rapi sekali. Sudah mandi tapi ia belum sarapan.
"Tumben Lang, sudah rapi.Apa hari ini ada kuliah ? ", tanya ibunya.
" Kalau tampilan sudah kaya gini, dizaman bapak dulu, kaya lagi mau ketemuan sama seseorang lho ", celoteh bapak sambil tersenyum jahil.
" Emang kamu ada janjian sama siapa Lang ? ", tanya ibu.
" Pastinya..., kalau istilah zaman sekarang itu...".Bapaknya Gilang sedang berpikir.
" Ssshh...apa yah..?, aahhh..itu lho..itu..aduh udah lupa, itu lho..apa namanya..?, eee...ken...kencann..!! , nahh iya itu,kencaan...", teriak bapaknya Gilang bersemangat. Ibunya cuma senyum-senyum menahan tawa.
" Memangnya anak siapa yang mau kamu ajak kencan Lang ? ", tanya ibunya penasaran. Gilang yang ditanya cuma tersenyum malu.
" Engga kok bu, Gilang cuma mau pergi ke kampus".
" Lagu lama kaset baru, ga boleh bohong sama orang tua, dosa lho", ancam bapaknya sambil tertawa. Ibu memandang Gilang.
" Lang.. ? ", tunggu ibu.
" Ah..eh..ibu hari ini ga berangkat ke pasar..? ".
" Hari ini ibu akan menemani bapak periksa ke dokter", kata bapak.
"Gilang Aditya Pradana..", jangan mengalihkan pembicaraan..!! ", ucap ibunya sambil menatap Gilang tajam.
" Okeyyy... Okeyyy..., Hari ini Gilang mau ke rumahnya Dhea.
"Nah gitu dong, ga ada salahnya kan,jujur.
__ADS_1
" Terus-terang ibu senang sekali kalian sudah baikan. Apa yang selama ini mengganjar pikiranmu, semuanya bisa hilang. Ibu khawatir sekali melihat kamu yang selalu murung. Bapak dan ibu cuma bisa berdoa.Kami benar-benar tidak berdaya saat itu, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kami sebagai orang tua, mencoba berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan kamu seperti dulu lagi..., seperti masa-masa kecilmu yang selalu gembira, dan itu saat Dhea masih bersama mu Lang.