
Satu jam perjalanan untuk mencapai rumah Dhea. Dan ternyata Dhea tertidur di mobil. Pak Karyo turun dan membuka pintu gerbang, lalu ia balik lagi ke mobil, dan masuk kedalam sampai berhenti di garasi rumah. Gilang hendak turun dan membantu pak Karyo menutup pintu gerbang.
Tapi Dhea kan tertidur di bahunya. Dengan hati - hati Gilang membangunkan Dhea.
"Dhe...., Dhea..... bangun Dhe..., sudah sampai nih", ucap Gilang sambil menepuk pelan bahunya Dhea.
Tidak lama kemudian Dhea pun bangun sambil memicingkan matanya.
" Kita lagi di mana Lang....? ".
" Di pelaminan... ", jawab Gilang sambil tersenyum.
" Hah...!!!, beneran nih...? ", tanya Dhea serius
"Lho kamu engga lihat penghulunya?, tanya Gilang kali ini, sambil mengulum senyumnya Gilang menunjuk ke arah pak Karyo.
" Itu tuh penghulunya..... ", tunjuk Gilang sambil menahan tawanya. Lalu Dhea mengucek - ucek matanya dan di lihatnya orang itu seperti orang yang dikenalnya.
Ternyata Dhea belum sadar kalau ia sedang dikerjai oleh Gilang.
"Itu....?, kayanya kenal deh... ", ucap Dhea sambil mengucek - ucek matanya lagi, lalu dilihatnya dengan jelas. " lho itu kan..., itu kan pak Karyo..., set....sejak kapan pak Karyo jadi penghulu...? ", tanya Dhea polos".
Gilang pun tidak sanggup lagi menahan tawanya yang seketika itu meledak. Dhea yang tadinya bengong akhirnya sadar kalau ia sedang dikerjain oleh Gilang. Dhea pun mendelik ke arah Gilang.
" Gilaaaang..!! ", teriak Dhea,lalu ia pun mengacak - acak rambutnya Gilang. Gilang pun sampai sakit perut. Pak Karyo yang duduk didepan setir pun jadi terbelalak melongo.
Gilang berusaha merapikan rambutnya yang acak - acakan, tapi usahanya sia - sia, sebab setiap kali ia merapikannya, setiap kali juga Dhea mengacaknya."Jahil kan kamu?", pernah
ucap Gilang waktu itu. Dhea memang terkenal dengan kejahilannya, ya salah satunya kejadian waktu mereka masih kecil, ketika mainan pesawatnya Gilang kecil dilempar Dhea kecil ke atas pohon akasia, yang menyebabkan Gilang kecil terjatuh dari pohon akasia dan meninggalkan bekas luka dikakinya. Dan sampai saat ini pun ia tidak berubah.
"Omaaahh !!, Omaaahh..!!, Dhea sudah pulang nih,..!! ,sahut Dhea, suaranya membahana sampai seisi rumah. Tapi tidak ada yang menyahut. " Omah...!!, Omah dimana...?! ".
" Kayanya lagi di dapur deh, soalnya tercium bau makanan sih.... ", ujar Gilang.
" Iya sih..., Omah masak apa yah ?, kok harum banget. Tunggu...., tunggu..., kayanya Dhea tau deh , ini wangi apaan?,Omah lagi masak...lagi masak rendang ayam..!!,wow delicious..!!".Dan setelah mereka sampai di dapur.
"Omaaaahh..!!", panggil Dhea sambil memeluk Omah.
__ADS_1
" Dede... ", balas Omah. Setelah puas berpelukan, Dhea pun mencari - cari masakan Omah yang mengeluarkan wangi yang begitu lezat.
" Omah...., Omah masak rendang ayam yah..? ", tanya Dhea.
"Tau aja kamu De..... ".
" Tau dong omah,..".
"Soalnya rendang ayam juga kesukaannya Dhea...".
Omah cuma tersenyum kecil melihat Dhea sepeti iu.
" Ayo deh, semuanya makan..., kita makan sama - sama..",ajak omah.
Tidak beberapa lama semua sudah duduk dalam satu meja makan. Omah, Dhea, Gilang, dan pak Karyo, terlihat mereka berempat sedang asyik mengobrol sesekali di iringi canda dan tawa.
"Omah...., Omah tahu ngga, tadi malam si Gilang itu tidurnya sampai mendengkur Omah "tutur Dhea sambil tertawa kocak. Gilang yang merasa namanya disebut - sebut, langsung bereaksi.
" Apaan... ?, ngga ada tau...!!, ngga ada Omah..!! kamu ngarang - ngarang cerita Dhe..., lagian Dhea nya kan tidur juga, kok bisa dengar dengkuran saya..., Omah dan pak Karyo pun tertawa lepas, mendengar ocehan mereka berdua.
Lang...hari ini kamu engga latihan biola? ", tanya Dhea pelan . Gilang menggeleng, tatapannya memandang kosong ke depan.
" Entahlah Dhe...., engga tahu kenapa, belakangan ini pikiran aku kosong. Tiba - tiba aku jadi tidak bersemangat untuk latihan", tutur Gilang lesu . Dhea jadi merasa tidak enak. Ia takut kalau ia yang menjadi penyebabnya. Mungkin saja fokus Gilang terpecah oleh kehadirannya.
" Maaf yah Lang.... ", ucapan Dhea membuat Gilang langsung menoleh ke arahnya.
" Untuk apa...? ".
" Mungkin kehadiranku membuat pikiranmu kacau, fokus mu jadi berantakan.... ".
" Aku tidak...aku tidak bilang seperti itu Dhe...., ka kamu tidak ada dalam pikiranku, jika itu yang menyangkut tentang kesibukan musikku. I'm fine oke...! ".
" Tapi Lang, bukankah kejadian yang kemarin membuatmu hari ini tidak pergi ke kampus, juga latihan mu jadi batal...?.
"Ini karena Accident Dhe, bukan kemauan kamu.... ".
Dhea cuma diam seperti sedang memikirkan sesuatu. Tiba - tiba kepalanya terasa sakit. Ia sempat merintih sambil memegang kepalanya. Gilang belum sadar.
__ADS_1
"Ssssshh...., Lang.... ".
Gilang seperti mendengar suara . Seperti suara rintihan Dhea....ia pun langsung menoleh ke belakang dan Dhea sudah duduk dibawah lantai teras yang terbuat dari kayu.
" Dhe....?, Dhea..?!..., Dhea...!! ".
Gilang berlari kearah Dhea, ia tampak begitu panik dan berusaha merangkul Dhea untuk berdiri.
" Lang.... kepala... kepalaku sakit....sakit lagi Lang ".
Rintihan dhea semakin membuat Gilang panik, ia pun mencoba lagi merangkul Dhea dan akhirnya berhasil juga menggendongnya masuk ke dalam rumah.
" Dhea...!! , tahan Dhea... '.
"Lang...a...aku pingin....istirahat..di...kamar... ".
"l...iya..., ak...aku...aku akan membawa kamu... ke kamar".
" Omah...., Omah jang... Jangan sampai tahu Lang...ak...aku... ".
" Sssstt....kamu santai dulu jangan terlalu banyak bicara ... ".
Gilang berusaha membuka pintu kamarnya dan setelah itu ia membopong Dhea ke atas ranjang dan membaringkannya di situ.
" Lang....obat....obat Dhea...tolong.... Lang... ".
Gilang pun mengambil kantong plastik yang ada di ransel Dhea. Lalu buru - buru mengeluarkan beberapa bungkus obat - obatan dan meminumkannya ke Dhea. Dan tidak berapa lama keadaan Dhea pun berangsur - angsur pulih tapi ia masih terasa lemah dan ada rasa sedikit pusing terus hilang lagi. Dhea pun berbaring sambil memejamkan mata karena itu dirasanya lebih enakan sedikit. Gilang merasa sedikit lega.
"Gig.. .gimana Dhe...? sudah enakan....? ".
" Iya Lang...sudah rada mendingan, terima kasih ya Lang.... ".
" Baguslah.... ", ucap Gilang sambil bernafas lega.
"Ya sudah, kamu istirahat dulu, jangan terlalu banyak bergerak".
" Lang...kamu jangan kemana - mana yah...temenin Dhea di sini... ", ucap Dhea pelan. Gilang pun mengangguk sambil duduk di samping Dhea, Gilang pun iseng - iseng mengecek handphonenya. Tiba- tiba ia mendelik dan berteriak tertahan.
__ADS_1