
" Gilang...?! ", sahut seseorang dari balik pagar, Gilang pun menoleh.
" Dhea...?! ", sahut Gilang juga, lalu mereka juga saling beradu pandang tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun. Setelah diam beberapa saat.
" Kok ....kamu, ah maksud Dhea, apa Gilangnya sudah nunggu lama disini? ".
" Ah..itu... engga lama juga sih... ", ucap Gilang canggung.
" Kok engga telpon Dhea sih? ".
" Eh... Iya...maaf deh, aku lupa. Dari tadi aku cuma mencetin bel ini sih. Kaget juga tadinya. Dhea cuma nyengir kaya kuda.
"Entar dimarahin Omah lho, kalau ketahuan mainin bel.... ".
" Eh ...., engga... ,engga kok, aku engga begitu..., ngapain juga mainin bel..?,memangnya aku kurang kerjaan ?". Dhea cuma ketawa. Gilang misuh - misuh.
"Terus pesanannya dibawa ngga? ", tanya Dhea. Gilang menunjukan martabak telor dan jeruk peras sesuai yang di pesan oleh Dhea. "
"Sekarang mau masuk apa ngobrol disini? ", tanya Dhea jahil.
" Ya masuk dong non, tega apa lihat aku berdiri disini...? ", celotehGilang sambil mendelik. Dheapun tertawa terpingkal - pingkal. Tapi tiba - tiba ia memegang kepalanya sambil meringis kesakitan. Giliran Gilang yang cekikikan dari balik pagar.
" Alaaaah...., paling juga mau ngerjain aku yah...? ", tukas Gilang sambil pura - pura engga mau lihat. Tapi Dhea langsung jatuh tersungkur. Gilangpun melotot
__ADS_1
" Heey...non..., jangan bercanda lagi yah, jangan bikin aku jantungan nih... ", ucap Gilang mulai panik. Tapi Dhea tetap tersungkur tanpa bereaksi dengan omongan Gilang. Gilangpun semakin panik, karena Dhea sepertinya tidak sedang main - main, ia benar - benar sedang merasakan kesakitan. Gilang berteriak panik.
" Heey...!!.. Dhea..!!... Dhea...!!, tolong bukain pintunya...!!, Dhea...!! Kamu..kamu tidak apa - apa kan...?!, buka pintunya dulu, bi... biar aku bisa melihat keadaan kamu ",ujar Gilang gugup bercampur cemas, martabak dan minuman terlepas dari tangannya tapi ia sudah tidak menghiraukan itu, lalu ia memandang kedalam rumah Dhea.
" Heey...!!, apa ada orang didalam...?!! Heeeyy..!!, tolong buka pintunya..!! ", teriak Gilang sambil berjalan kesana - kemari. Kali ini ia benar - benar panik. Wajahnya memancarkan kecemasan yang luar biasa. Lalu ia menggedor - gedor pintu gerbang Dhea. Tidak berapa lama datang scurity yang kebetulan sedang mengontrol di sekitar situ, kemudian ia mendengar ada suara ribut - ribut didepan rumah Dhea, lalu ia melihat Gilang sedang menggedor - gedor pintu dan berteriak. Ia mengira Gilang adalah preman yang sedang membuat keributan disitu.
" Hey kamu...!!, ngapain disitu ?!, cepat pergi..!!atau saya panggil polisi...!! ", teriak security itu sambil mengacungkan tongkatnya. Gilang pun kaget, tapi ia cepat - cepat menghampiri security itu.
" Diam disitu..!!, jangan bergerak..!!, kamu jangan bertindak macam - macam yah..!!! ", teriak security itu lagi, sambil siap - siap mengambil HT(Handy Talky) nya.
" Pak tunggu dulu..!!, tolong teman saya pak..!!, did... ,dia tiba - tiba pingsan pak..!!", ujar Gilang gugup. Si security melangkah mundur tapi ia terdiam sajenak sambil memandang ragu kearah pintu pagar rumah Dhea.
" Did... ,dia ada disitu pak, sa.. .saya engga bohong pak, tat.. tapi pintunya... ,pintunya terkunci dari dalam dan saya sudah memanggil dari tadi...tat....tapi... ",
Si security pun buru - buru berlari ke depan pintu pagar yang disusul oleh Gilang. Dan benar saja omongan Gilang kalau Dhea sudah terkapar tak bergerak. Si security pun berusaha menggedor - gedor pintu pagarnya dan dibantu oleh Gilang.
" Pak Karyo..!!, pak...!!, pak Karyo buka pintunya pak..!!",teriak security itu memanggil pak Karyo sambil menggedor - gedor pintu pagar. Karena tidak ada tanggapan ia pun mengambil HT nya dan segera menghubungi petugas security yang lain. Tak lama kemudian datang pak Karyo sambil bersiul - siul tapi tiba - tiba ia tersentak kaget melihat Gilang dan seorang security disitu.
"Ad...,ada apa ini...?!, ada maling yah..?!!, mana..?!!, mana malingnya, biar saya...".
Gilang dan security pun menoleh ke arah pak Karyo yang sedang memperagakan sebuah gerakan silat.
" Pak ..!!, pak Karyo..!!, cepat buka pintunya pak..!! ", teriak security itu. Pak karyo cuma bengong.
__ADS_1
" Ad... ada apa sih..?!,kok saya yang deg - deg'an jadinya... ", ucap pak Karyo cemas.
" Dhea pak...!!, Dhea...!!, pingsan..!! ", teriak Gilang.
" Ya ampuuun..!!, did... dimana..?! ".
Pak Karyo tidak melanjutkan kata - katanya, iapun berlari ke depan pintu gerbang sambil merogoh sakunya, tapi tangannya gemetaran.
" Non..., non Dhea, bangun non.. ", ucap pak Karyo gugup dan gemetaran. " Aduh... Gustii..., mana....?,mana kuncinya..? ", ujar pak Karyo semakin panik dan kuncinya pun terjatuh. "Masya Allah..!! ", teriak pak Karyo sambil memungut kuncinya yang terjatuh. Gilang cuma bisa melihat pak Karyo panik sambil sesekali menengok kearah Dhea. Sementara pak Karyo sudah berhasil memungut kuncinya dan berusaha membukanya, tapi karena ia panik dan tangannya yang masih gemetar membuat ia sulit memasukan kunci ke lubang pintu gerbang itu.
" Ya Tuhan..., ampun deh..!!, ampun Gusti....!! ", ucap pak Karyo kesal pada dirinya sendiri. Dan pintu pun berhasil di buka, pak Karyo dan Gilang langsung menyerbu masuk ke arah Dhea. Tidak berapa lama datang sebuah mobil Ambulans di ikuti oleh dua orang security dengan motornya. Mereka pun turun dan berlari masuk kedalam untuk membantu. Tim medis pun segera memberikan pertolongan untuk Dhea dengan di bantu kedua orang security, mereka mengangkat tandu ambulans berisi Dhea yang terbaring lemas di situ kedalam mobil ambulans. Gilang hanya bisa memandang itu sambil menggigit - gigit bibirnya cemas, sedang pak Karyo sudah berlari masuk ke dalam rumah sedari tadi, tapi tidak lama kemudian pak Karyo keluar lagi bersama Omah yang hampir menangis.
"Dede..!! ", teriak Omah". Dede...!!,Dede kenapa kamu ..?! ",teriak Omah lagi, wajahnya pun penuh dengan kecemasan. Omah pun berlari ke arah ambulans sambil menangis sedih.
" Pak....apa yang terjadi dengan cucu saya pak ? ", tanya Omah gugup sambil berusaha untuk melihat kedalam ambulans. Gilang dan Pak Karyo pun berjalan mendekat.
" Ibu..., ibu tenang saja yah..., pasien hanya mengalami kelelahan dan saat ini kami akan membawanya ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih lanjut dari para tim medis kami, jadi ibu tenang saja yah, percayakan pada kami untuk memberikan yang terbaik.... ", ucap salah satu tim medis berusaha menenangkan Omah. Omah hanya mengangguk sambil menyeka air matanya.
" Oh iya kami perlu seseorang yang nantinya bisa kami mintai keterangan dan untuk mengisi biodata pasien.... ",ucap petugas dari tim medis itu. Omah pun mengangkat salah satu tangannya.
" Saya saja. ..,saya Omah nya.... ", ucap Omah pasti.
" Tu.. ,tunggu Omah..., pak..sa..saya boleh ikutkan..? ", tanya Gilang kepada salah satu tim medis yang hendak masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
" Silahkan dek.. ", ucap salah satu tim medis.
Setelah Gilang masuk ke dalam mobil menyusul Omah, Ambulans pun melaju cepat sambil membunyikan sirene nya. Pak Karyo berharap - harap cemas lalu mengucapkan terima kasih kepada dua orang security yang ikut membantu,setelah itu pak Karyo pun masuk ke dalam rumah sambil menutup pintu gerbangnya.