
"Ya sudah.., aku pulang dulu ya Dhe.., udah malam juga, ga enak sama security nya.. ".
" Tapi dia kan teman kamu Lang... ".
" Iya, tapi kan kita juga harus menghormati pekerjaannya juga, biar pun teman, dia juga harus profesional.. ".
" Tapi..., Dhea kan masih kangen Lang.. ".
" Sshh.. ", ucap Gilang sambil menempelkan telunjuk tangan kanannya ke bibir Dhea.
" Besok yah..., kita baru ketemu lagi, besok aku pasti kesini, aku janji..,oke..? ".
Raut wajah Dhea menunjukkan sedikit kekecewaan tapi akhirnya ia mengangguk sambil tersenyum. Gilang pun membalas senyumnya.
" Lang... ", ucap Dhea ragu.
" Apa Dhe..? ".
" Boleh ngga..?", ucap Dhea sambil memejamkan matanya.
Gilang jadi bingung, ia kurang mengerti maksud Dhea, yang ia tahu, Dhea memejamkan matanya. Akhirnya Gilang pun ikut memejamkan matanya. Dhea pun menunggu. Karena lama ngga ada reaksi, Dhea pun membuka matanya ,ia pun terkejut melihat Gilang berdiri didepannya sambil memejamkan mata.
"Gilaaang...! ", teriak Dhea tertahan. Gilang tersentak kaget sambil membuka matanya.
" Gilang...?, gimana sih...?. ", ujar Dhea pelan sambil menunjukkan keningnya. "Ini Lang... ", bisik Dhea. Gilang pun akhirnya mengangguk paham. Dhea pun memejamkan matanya lagi. Dengan perasaan ragu, Gilang pun mendekati Dhea lalu dengan perlahan - lahan Gilang mengecup kening Dhea mesra. Dhea pun memeluk Gilang erat.
" Makasih ya Lang, Dhea sayang banget sama kamu Lang... ".
" Aku juga sayang sama kamu Dhe.... ".
" Banget nggak ....? ".
" Iya deh, sayang banget....banget.....banget...".
Dhea tertawa geli.
"Ya sudah, aku pulang dulu ya Dhe.... ".
Dhea mengangguk pelan. Gilang pun menuju ke motornya sambil tersenyum ke arah Dhea.
" Pulang dulu ... ", ucap Gilang sambil melambaikan tangan.
" Hati - hati ya Lang.... ".
" Yuph..., bye.... ".
" Bye... ".
Gilang pun menstarter motornya dan berbelok, setelah itu melaju pelan tapi sempat menoleh sebentar ke arah Dhea yang langsung disambut dengan lambaian tangan, Gilang pun menghilang ditikungan jalan.
Saat melewati pos penjagaan. Gilang pun berhenti sebentar lalu turun dari motornya. Ia pun menghampiri security yang gendut.
" Sorry Met, kelamaan nih... ".
" Santai aja Lang, habis dari tempat cewek kamu yah....? ".
" Tahu aja... ", ujar Gilang sambil duduk di samping Memet.
" Kalau engga salah, kamu yang kejar - kejaran hari itu yah? ",tanya Memet.
Gilang cengar - cengir.
" Tau banget kaya reporter aja kamu. Si Memet cuma tertawa ngakak.
"Tadinya sih, mau jadi itu, tapi engga kesampain jadinya security aja deh.... ", ujar Memet sambil tertawa geli.
__ADS_1
" Ngga apa Met, yang penting halal... ", ujar Gilang menghibur, Memet pun mengangguk.
" Masih kuliah apa Lang...? ".
" Iya, hari ini aku cuti, besok baru masuk lagi.
"Ibu, bapak sehat...,Lang...? ".
" Sehat...,semuanya sehat kok, gimana keluarga kamu Met...? ".
" Sehat - sehat semua kok.Kapan - kapan main kerumah dong Lang... ".
" Iya ntar deh kalau ada waktu, aku kabarin. Minta no kontak kamu deh Met... ".
Memet pun mengeluarkan handphonenya dan terlihat Gilang sedang mencatat sesuatu di handphonenya..
" Oke, sip.... ", ujar Gilang.
" Lama engga ada kabarnya , kirain sudah pada pulang kampung... Met..? ".
"Iya sih, sempat pulang kampung juga, terus kawin disana, ini tahun kemarin baru ke Jakarta lagi.
" Masa, kamu udah kawin Met...?, wah selamat yah..., kapan - kapan ajak kesini dong, kenalin - kenalin... ".
" Ah engga usah di kenalin, kamu juga udah kenal... ".
" Hah, kenal...? , emang aku kenal Met...? ".
" Kenal dong... ".
" Hadeeeh, siapa sih ya..., jadi penasaran Met..".
"Ayo...., siapa...? ".
" Siapa sih....? ".
" Kasih ciri - cirinya dong Met... ".
" Temen Memet waktu kecil.... ".
" Hah..., waktu kecil, kamu juga punya teman Met... ".
" Ada dong..., masa kamu aja yang punya.. ", ujar Memet sambil melotot lalu tersenyum.
" Aduuh..., siapa sih ya...?, udah tua sih jadi pikun".
"Kamu sih Lang..., waktu kecil sombong banget, ngga mau main sama kita - kita..., maunya sama Dhea melulu..., parah juga. Terus kemana tuh anak, sekarang? ".
" Siapa...? ".
" Itu si Dhea...?, apa udah kawin tuh anak ?, kalau dulu aja,sukanya maen sama kamu... ".
" Maksud kamu Dhea Met? ".
" Iya, Dhea yang waktu kecil maunya main sama kamu doang... ".
Gilang pun tertawa cekikikan, Memet cuma melongo.
" Nah aku itu habis dari rumahnya Dhea Met..".
"Hah..?!,jad..., jadi..!!, Dhea udah jadi pacar kamu ?!!, yang kemarin kejar - kejaran sama kamu itu, terus...rum...rumahnya disini Lang?!, ujar Memet sambil melotot , kaget. Gilang mengangguk sambil tersenyum.
" Astaga...!! ", tukas Memet sambil menepak dahinya yang keringatan. " Ya ampun, tuh anak udah gede, cakep juga ya...., mantap kamu Lang....!! ".
" Nah kalau istri kamu siapa sih Met...? ".
__ADS_1
" Hem..., dia itu waktu kecil juga suka sama kamu Lang, dianya jelek sih, udah gitu orangnya item, suka ingusan.
Gilang pun tertawa terbahak - bahak, Memet cuma bengong terus tersenyum kecut.
"Oooohh, iya...iya..., aku tau, aku tau sekarang... ", ujar Gilang masih sambil tertawa, lalu ia pun menyeka air matanya. " si Esti.....!! ,oh my god.!! , kok aku bisa lupa sih sama tuh anak.. ".
" Makanya Lang.... ".
" Tapi...tapi sekarang si Esti udah gede dong, udah engga jelek lagi, udah engga ingusan lagi ? ".
Memet mengangguk dan tersenyum, lalu ia mengeluarkan handphone nya lagi sambil menunjukkan foto nikahnya sama Esti. Gilang langsung melotot.
"Aiy gilaaa...!! ", pekik Gilang tertahan. Gilangpun meraih handphonenya dari tangan Memet.
" Ya ampuun..., busyet deh ..,cakep bangt Met, ini beneran si Esti...? ", tanya Gilang penasaran, Memet cuma tersenyum bangga.
" Ya ampun, cakep banget... ,udah engga item lagi... ", ujar Gilang sambil mengucek - ucek matanya.
" Nyesel yah ?", tanya Memet sombong.
"Ya engga lah Met, lagian aku kan udah punya Dhea".
Memet dan Gilang pun tertawa terbahak - bahak, di bawah sinar rembulan yang cahayanya membias kesegala penjuru...kota.
Setelah satu jam setengah lamanya mereka mengobrol, Gilang pun pamit pulang, sambil melambaikan tangan kepada Memet dan temannya yang kurus, motor Gilang pun melaju menembus kegelapan disalah satu ruas jalan yang tidak berlampu. Dan ia pun tiba di rumah hampir jam satu malam. Gilang membuka pintu depan dengan perlahan - lahan tapi tetap saja menimbulkan suara yang mendecit sama seperti pintu yang ada dirumah Dhea. Lalu dengan hati - hati ia mendorong motornya Ipenk sampai masuk kepojok samping ruang tamu, dan diletakkan disitu, kemudianGilang berbalik dan hendak menutup pintu. Setelah dirasa aman, ia pun mengendap - endap masuk melewati lorong kamar dan akan menuju kamar mandi. Tapi tiba - tiba saja.
"Dari mana sih Lang, kok malam - malam begini baru sampai rumah? ",ujar ibunya yang ternyata sudah menunggunya sedari tadi. Gilang pun menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal. Tadi habis ngobrol sama security di kompleksnya Dhea bu",ujar Gilang sambil cengar - cengir.
" Jangan bohong ya Lang.. ".
" Ehm.. engga kok bu, tadi Gilang dirumahnya Dhea juga engga sampai satu jam, soalnya Gilang ketemu sama teman Gilang waktu kecil, yang dulu tinggal didepan rumahnya mang Ucup ".
" Teman..?, memangnya waktu kecil, kamu punya teman selain Dhea..? ".
" Punya kok, tapi kan engga begitu akrab".
"Iya., kamu kan akrab nya cuma sama Dhea..".
" Temen Gilang yang namanya Memet itu lho bu..., si Memet ndut.. ".
" Memet...?, Memet ndut anaknya bu Romli..?".
"Iya, yang dulu suka ngajakin Gilang mancing di kali belakang sekolahnya Lilis.. ".
Ibu pun manggut - manggut. " Tapi, bukannya bu Romli dia orang udah pada pindah ke kampung..? ".
" Iya.., tapi si Memet udah kerja di Jakarta, bu..".
"Jadi security dikomplek rumah nya Dhea..?", tebak ibu.
Gilang mengangguk.
" Tapi si Memet udah kawin bu, juga sama temannya Gilang waktu kecil.. ".
" Ah masa sih, siapa tuh Lang..? ".
" Coba ibu tebak... ".
" Ih, masa malam - malam gini, ibu masih diajak main tebak - tebakan ? ".
Gilang cuma cengar - cengir. " Itu lho bu, si Esti Maryah... ".
" Esti yang waktu kecil suka banget sama Gilang itu..? ".
Gilang mengangguk masih sambil cengar - cengir.
__ADS_1
" Ah, si Esti mah, waktu kecil suka ingusan.. ", ujar ibunya sambil masuk ke kamarnya. " Udah, sana tidur.. Lang.. ".
" Iya .., bu.. ".