
Hampir jam tujuh malam, Gilang baru sampai dirumah nya. Dan ia masih menggunakan motornya Ipenk yang rencananya baru akan dikembalikan esok sepulang kuliah atau bisa juga Gilang yang menjemput Ipenk lalu berangkat ke kampus bersama.
"Gimana keadaan Ipenk sama Dhea..., Lang? ", tanya ibu dari ruang tamu sambil menonton televisi bersama bapak.
" Ipenk sudah di rumah, soalnya cuma luka lecet saja, hari ini saja sudah berangkat ke kampus. Kalau Dhea masih belum begitu fit, tapi sudah bisa pulang dari rumah sakit ", tutur Gilang sembari mengambil nasi dan duduk di meja makan.
" Dhea nya kalau sudah sembuh, ajakin main kesini ya Lang, ibu juga kepengin ketemu. Dulu sih taunya Dhea masih kecil, cuma beberapa kali ketemu, sekarang malah belum lihat, apa makin cantik ya Lang..", celoteh ibunya.
" Makin cantik dong bu, waktu kecil saja, Dhea udah imoet kaya Gilang kok... ".
Bapak yang sempat mendengar walau matanya tetap tertuju ke televisi pun sampai terbatuk - batuk, ibupun menepuk - tepuk punggungnya.
" Bapak ngerokok lagi ya..?! ", tanya ibu sambil melotot.
" Ah...eng...engga kok, tadi bapak sampai batuk itu karena anak cowok kamu ke - pe - de- an..",ujar bapak membela diri. Lalu bapak mengambil teh hangat dan meneguknya pelan - pelan.
"Pokoknya kalau Dhea sudah sehat, ajak main kesini deh.... ", tukas ibu nya.
"Gilang punya fotonya kok bu, mau lihat fotonya....? ".
" Engga ah, ibu mau lihat orangnya saja, biar bisa ibu peluk, soalnya kan ibu juga kangen sama Dhea nya.. ".
"Iya...., iya deh..., kalau sudah sehat, Gilang ajak kesini, lagian Gilang sudah ngomong ke Dhea nya juga kok.... ".
Gilang pun penasaran dengan apa yang sudah di sediakan ibunya di meja makan, ada sayur asam kesukaannya Gilang, ayam goreng, sambal bajak dan ikan asin.
Waah perut Gilang memang sudah bunyi ketika membuka tudung saji yang tebuat dari rotan itu. Setelah berdoa, Gilang pun tanpa basa - basi lagi, ia terlihat seperti orang yang sudah tidak makan selama tiga hari.
Setelah selesai makan, Gilang memberesi semua yang ada di meja, karena ia yang paling terakhir makan. Sehabis mencuci piring dan peralatan dapur lainnya, Gilang pun berjalan ke ruang tamu, lalu ikut duduk di samping ibunya.
"Lagi nonton apaan sih bu?".
" Tau,bapak kamu....,ibu mah ikut nonton aja".
. "Ibu kamu gimana sih? sudah duduk satu jam di sini sama bapak kok masih engga tau nonton apa... ", tukas bapak sambil mendelik.
" Lho memang ibu engga tahu, emangnya bapak lagi nonton apa? ".
" Ya bapak lagi nonton televisi lah..., memangnya lagi nonton balap karung....?!", ujar bapak sewot. Ibu dan Gilang cuma melongo.
"Malam ini Gilang sudah di atas kasurnya ia lupa, kalau sedari tadi ia pulang sampai sekarang belum menengok handphonenya. Dan ternyata tebakannya benar, ada pesan masuk dan itu dari Dhea, kira- kira ada lima pesan . Gilangpun membaca pesan yang ada di aplikasi itu.
" Lang...sudah sampai rumah belum...? ".
__ADS_1
"Lang....lagi ngapain sekarang...? ".
" Lang...sudah mandi belum...? ".
"Lang...sudah makan belum...? ".
" Lang... Dhea kangen..., nanti call Dhea ya... ".
Gilang pun tersenyum. Seperti yang kita ketahui, sekian lama Gilang punya handphone baru kali ini ada sms yang bikin Gilang senang bacanya, dengan perasaan yang berdebar - debar. Ada sih yang sms sama Gilang... tapi sms yang biasa - biasa saja, misalnya dari Ipenk, dari ibunya, dari teman - teman kampusnya yang lain, sebangsa si gendut Panjul, Dimas, Uki juga Adit. Tapi mereka semua tidak se'akrab Ipenk. Paling Dimas lah yang dulu sering berangkat ke kampus bareng - bareng Gilang, tapi semenjak Dimas pindah, mereka jadi tidak pernah berangkat sama - sama lagi. Dulu Dimas tinggalnya di depan gang dekat perumahan sederhana. Dimas orangnya kalem lumayan tampan sih, kalau lagi pakai kemeja atau baju yang berkerah suka di kancingin sampai ke atas. Asal kalian tahu yah ada sedikit bocoran kalau Dimas suka di lirik seorang tante - tante di dalam bus way yang di tumpanginya, dan yang lebih ambyar lagi kalau mereka selalu sering ber pas - pas'an dalam satu busway ,boleh di bilang setiap hari. Makanya Dimas selalu di elu - elukan sebagai jodohnya tante.Itulah sedikit kejadian yang pernah di ceritakan oleh Dimas. Bahkan sampai sekarang pun, jika terbayang oleh Gilang jadi mau tertawa geli.
Setelah membayangkan tentang teman kampusnya itu, Gilang pun terfokus kembali ke handphonenya. Ia pun langsung menghubungi Dhea. Setelah beberapa saat tidak ada jawaban Gilang pun menutup sambungan panggilannya lalu berbaring di kasurnya. Tidak berapa lama handphone Gilang berbunyi dan itu pasti dari Dhea, ternyata benar. Gilang pun tersenyum lebar.
"Iya Dhe...? ",
" Tadi kemana aja sih Lang?,kok engga balasin sms nya Dhea? ".
" Tadi yah dirumah, sehabis mandi, terus makan, udah gitu ngobrol sama ibu, juga bapak, pada di ruang tamu sih.. ".
" Dicariin lagi ngga sama ibu...? ".
" Ya udah engga, soalnya ibu kan sudah Gilang kabarin".
"Tapi Lang...., Dhea kangen... ".
" Iya sih..., tapi kan cuma sebentar.... ".
" Sebentar ?, dari kemarin malam kok..".
Lalu terdengar suara Dhea tertawa lepas dari dalam handphone.
"Yee.., senang banget ngerjain orang.... ".
" Tapi Dhea serius Lang, kangennya sampai dua kali lipat. Gilang jadi tersenyum.
"Kalau dua kali lipat sih kaya gimana Dhe....? ".
" Ya...., sulit dilukiskan Lang... ".
" Emang kaya gitu? ".
" Kamu gimana sih Lang, masa gitu aja engga tau..? ".
" Ya aku memang engga tau Dhe.... ",ucap Gilang sambil tertawa.
__ADS_1
" Udah engga tau, ketawa lagi.... ".
" Oke deh lain kali Dhea yang jelasin yah tentang kangen dua kali lipat nya... ".
" He... em..., tapi Lang..., boleh ngga kamu kesini sebentar.... ".
" What's...?!!, teriak Gilang tertahan, yang langsung buru - buru menutup mulutnya. "In... ini sudah jam berapa dhe...? ".
" Masih awal kok baru jam sembilan lewat... ".
" Tat... Tapi... Tapikan... ".
" Dhea laper banget Lang.... ".
" Ap... Apa pak Karyo.... ".
" Omah sama pak Karyo sudah tidur Lang..., masa Dhea harus bangunin mereka, kan kasihan, sudah pada tidur...".
"Oh God... ".Gilang mau tidak mau.
" Tat... Tapi kalau aku...di tanyain sama security di komplek gimana...?
"Em..., (Dhea berpikir sejenak), ah gini saja Lang..gimana kalau kamu nyamar jadi ojol...?,terus anterin makanan pesananku....?, oke kan? ".
" Ojoool...??, tat... tapi Dhe... ".
" Pliiiss..., boleh yah Lang....plis...plis...pliiiss..".
Nah Dhea sudah keluarin jurus peluluh hati, engga bisa di lawan lagi.
"Heeem....oke.....oke.... ".
Kalau yayang yang minta,mau engga mau, batin Gilang dalam hati.
" Ya sudah, Dheanya mau makan apa, Gilang pergi beli dulu".
"Em..., bakso urat deh!! ".
" Ya sudah, kamu tunggu ya, aku segera kesana, bye.. ".
"Hati - hati ya Lang... Bye... ".
Gilang pun menutup handphonenya.
__ADS_1