
Mobil pak Karyo berhenti di depan sebuah kedai bunga yang tidak terlalu besar bangunan nya, hanya saja pekarangan nya yang terlihat lebih luas. Tapi pak Karyo belum benar - benar berhenti memarkir mobil nya, sebab posisi mobil masih terlalu jauh dari tepi jalan, sehingga pak Karyo masih coba menggeser posisi mobil nya agar bisa lebih ke tepi, biar kelihatan lebih rapi. Asal tahu saja, pak Karyo bukan termasuk orang yang suka asal dalam melakukan pekerjaan nya, tapi ia lebih mementingkan kerapian dan kedisiplinan. Setelah melihat posisi parkir nya sudah tepat, pak Karyo pun langsung mematikan mesin mobil dan menarik rem tangan. Sesaat kemudian Dhea dan Omah pun turun dari mobil tanpa perlu menunggu aba - aba dari pak Karyo. Lalu mereka berdua pun berjalan masuk sambil di ikuti pak Karyo dari belakang.
Tiba - tiba Omah berhenti mendadak, Dhea yang mengikuti Omah dari belakang jadi menabrak Omah, untung saja pelan. Pandangan Omah tertuju pada seseorang yang sedang memilih bunga.
" Ratna..? ", panggil Omah sambil mengernyitkan dahi. Orang yang di panggil sama Omah pun menoleh ke arah Omah lalu terdiam sejenak, lalu orang itu memicingkan matanya.
" Anis..? ", balas orang itu juga mengernyitkan dahi. Tidak lama kemudian orang yang di panggil Ratna oleh Omah pun tersenyum ramah.
" Ya ampuuunn..., Ratna....", ucap Omah gembira sambil memeluk orang itu yang ternyata umurnya hampir sebaya dengan Omah. Mereka berdua pun berpelukan erat, benar - benar erat.Lalu mereka berdua saling melepaskan pelukan dan saling memandang, lalu dua - dua nya tersenyum,ada rasa haru di antara mereka berdua. Lihat saja mata mereka berdua sampai berkaca - kaca, hampir menangis. Lalu orang itu menengok ke arah Dhea.
"Ini....", ucap orang itu sambil tersenyum. Lalu Omah menengok ke arah Dhea.
" De, kenalin....., ini Omah Ratna, teman sekolah nya Omah sewaktu SD. Dhea pun menjabat tangan orang itu sambil tersenyum.
"Nama saya Dhea, Omah", ucap Rena sopan.
" Dhea ini cucu pertama ku..", ujar Omah sambil tersenyum. Omah Ratna pun membelai rambut Dhea.
"Dhea cantik sekali.., pasti mirip mama nya ", ucap Omah Ratna sambil tersenyum manis kepada Dhea.
Dhea lalu menunduk, ada rona kesedihan di wajah nya. Omah mengetahui itu, maka nya Omah buru - buru mengalihkan pembicaraan nya.
" Oh iya..., coba Dede masuk, terus bantuin Omah pilih bunga yang bagus - bagus ".
Dhea memandang wajah Omah sebentar lalu mengangguk pelan. Dhea pun berjalan dengan tidak bersemangat. Pandangan Omah dan teman nya itu mengiringi langkah Dhea masuk hingga depan pintu kedai.
" Oh iya Ratna, kamu kesini nya sama siapa ? ", tanya Omah tiba - tiba. Omah Ratna pun menoleh.
__ADS_1
" Tuh..., pengawal nya ", tunjuk Omah Ratna ke seorang laki - laki tua yang tersenyum dan berjalan ke arah mereka berdua. Omah pun memicingkan mata supaya penglihatannya bisa lebih jelas. Setelah laki - laki tua itu berjalan lebih mendekat, Omah pun melotot kaget.
" Andre..?! ", sahut Omah. Lalu Omah Ratna dan suami nya tertawa lepas.
" Bagaimana kabar mu Nis ? ", tanya laki - laki tua itu ramah sambil berjabat tangan dengan Omah. Omah masih bengong. Lalu.
" Buk.., bukan nya dulu kamu paling benci sama dia, Ratna? ", tanya Omah heran.
" Yaaaa..., begitulah Nis, kadang cinta itu memang aneh, kadang cinta itu memang bisa menjadi buta".lalu mereka bertiga pun tertawa lepas. Dhea sudah berjalan masuk kedalam kedai, tapi ia masih sempat mendengar tawa dari Omah dan temannya itu. Dhea hanya menoleh sekejap ke arah mereka, lalu melangkah masuk. Tapi tiba - tiba langkahnya terhenti, pandangannya terarah ke kejadian yang ada di depannya. Ternyata seseorang yang ada di depannya sedang berdiri dengan tangan kanan terangkat tinggi. Dhea tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun refleksnya menjelaskan kalau ia harus menangkap tangan itu. Dan memang secara reflek, Dhea langsung menangkap tangan orang itu yang ternyata adalah seorang wanita. Lalu wanita itu menoleh ke arah Dhea sambil meringis kesakitan dan ia pun berusaha menarik tangannya, tapi di tahan oleh Dhea. Lalu terjadi tarik menarik sesaat diantara mereka berdua. Tiba - tiba Dhea melepaskan cengkraman nya yang menyebabkan wanita itu jatuh terduduk. Wanita itu pun mendesis kesakitan.
"Awhh...sssshhh..!! ". Wanita itu tampak begitu marah,tetapi ketika ia hendak membentak Dhea.
" Brengsek kamu !!, kurang ajar banget sih...!!, berani yah...!! ". Gertaknya langsung terhenti, matanya melotot kaget ke arah Dhea. Rena jadi bingung, ia tak tahu apa yang sedang terjadi.
" Kamu...?! ", sahut Dhea tertahan. Wanita itu masih melotot dan bengong.
Wanita itu langsung menelan air ludahnya. Sesaat lidahnya terasa kelu, kemudian dengan pelan - pelan ia berujar
" I...iya mba... ", ujar wanita itu singkat. Dan nyali wanita itu tampaknya sudah mulai ciut .
" Mau apa kamu disini..?, tapi kalau saya lihat, kedatangan kamu kesini bukan punya niat yang baik", ucap Dhea tenang.
Wanita itu merasa terpojok, ia tampak ketakutan sekali.
"Sekarang kamu kembali bekerja dan jangan pernah berani kesini lagi...,maka saya akan melupakan kejadian ini. Tapi jika kamu berani bertindak kasar lagi terhadap Rena, maka saya akan menyuruh pak Kodir bertindak tegas terhadap kamu ! ", ujar Dhea tegas.
Wajah wanita itu benar - benar pucat, ia begitu ketakutan.
__ADS_1
" Sudah..!!, pergi sana..!! ", usir Dhea.
Wanita itu pun berlari ketakutan. Omah yang hendak berjalan masuk dengan temannya itu jadi heran, begitu juga dengan pak Karyo yang berjalan di belakang Omah.
" Kamu diapain sama dia Ren? ", tanya Dhea ke Rena. Rena cuma menggeleng.
" Engga...., engga di apa - apa'in kok mba.
"Ada apa De..? ", tanya Omah yang mulai berjalan ke arah Dhea dan Rena.
" Engga kok Omah, tadi orang itu cuma ingin membeli bunga , tapi dompet nya tertinggal di rumah.
"Ooohh.., begitu yah", ucap Omah singkat, lalu ia pun menoleh ke arah Rena.
" Hallloo..cantik.., apa kabar..? ", tanya Omah kepada Rena sambil membelai rambutnya. Rena pun tersenyum gembira.
" Omaaaahh.., kabar Rena baik Omah.., gimana dengan Omah ?, sehat - sehat...? ", tanya Rena juga.
" Omah sehat - sehat dong, lihat saja Omah yang sudah bisa datang kesini jenguk kamu ".
" Iya Omah, sudah lama tidak main kesini, Rena jadi kangen banget sama Omah".
"Hem.., Omah malah lebih kangen banget sama kamu.., oh iya Rena.., hari ini Omah engga sempat bawa apa - apa untuk kamu ".
" Engga apa - apa kok Omah, yang penting Omah sudah datang saja, Rena sudah senang kok Omah... ".
Dhea cuma tersenyum lebar. Ia senang banget kalau bisa lihat Omah tersenyum gembira .
__ADS_1