
"Jangan pulang dulu Lang...! ", pinta Dhea.
" Tapi ini kan sudah malam Dhe, nanti dicariin Omah gimana?, besok malam kan kita masih bisa ketemu, kalau hari ini pulangnya malam, terus Omah marah, ntar besok - besoknya kita susah ketemuan.... ".
Dhea berpikir sejenak,lalu ia mengangguk.
" Tapi, besok kamu datang ya Lang... ".
" Hem, aku usahain yah, paling kalau bisa pun, kemungkinannya malam... ".
Dhea malah cemberut.
" Nah...., ngambek deh... ".
" Siapa bilang...? ".
" Itu mulutnya manyun.... ".
" Manyun kan belum tentu ngambek... ".
" Terus apa dong? ",
" Kesel...!! ".
" Yee...., sama aja ".
"Iiihh, pokoknya besok datang awalan , napa?".
"Besok kan kemungkinan ada latihan non... ".
Dhea pun manyun lagi, tapi tiba - tiba mata Dhea membelak, mulutnya jadi sumringah.
" Ahaaaaa...!! ".
" Apanya yang aha_.? ",tanya Gilang.
" Bagaimana kalau besok, Dhea ikut lihat kamu latihan Lang...?, oke kan..? ".
"Tapi nanti aku ngga konsen latihannya ", protes Gilang.
" Aku bosen di rumah Lang...., pliiissssh.... ".
" Nah jurus ini lagi deh....., gumam Gilang pelan.
"Apaan Lang...? ".
" Haaaaah..., eng..., engga..., engga ada apa - apa... ".
" Barusan kamu ngomong apa ? ".
" Ngomong..?, engga ngomong apa - apa kok..".
__ADS_1
"Jangan bohong ya Lang..., dosa lho... ".
Gilang cengengesan.
" Iya..., iya..., tadi aku cuma ngomong, kalau Dhea nya mau ikut lihat aku latihan....,ya...,
boleh aja sih... ", ucap Gilang sambil garuk - garuk kepala.
" Beneran Lang...?!, yeeeeeeee....!! ".
Gilang pun menepuk keningnya. " Ampun deh... ".
" Tapi Lang , besoknya Dhea ikut siapa ke kampusnya ? ".
" Nanti aku jemput pakai motornya Ipenk ".
" Horeeeee..!!, ditunggu ya Lang..! ", tukas Dhea sembari meloncat - loncat.
" Iya...., iya...., ya sudah, tapi jangan loncat - loncat sep... ". Belum habis Gilang berucap.
" Ya sudah, kamu pulang aja sekarang. Dhea mau cepat bobo, biar bisa cepat - cepat ke besoknya.. ", ujar Dhea sambil membuka pintu pagar lalu masuk dan menguncinya kembali, setelah itu Dhea pun berlari sambil berlompat kecil, dan masuk ke dalam rumah.
Gilang bengong, mulutnya pun melongo memandang Dhea yang sudah hilang dibalik pintu. Tiba - tiba pintu rumah terbuka, Dhea berlari keluar lagi.
" Lang..!!!", panggil Dhea sambil berlari ke pintu pagar depan dan membukanya. Gilang masih bengong.
"Kok kamu belum ngucapin s'lamat malam sama Dhea ?, mau langsung pergi aja..? ", sahut Dhea sambil manyun, Gilang pun semakin melongo lebar.
" Lang....?!", panggil Dhea lagi. Gilang tersentak.
"I Love you, Lang.... "
"Love you too".
Gilang melambaikan tangan yg langsung di balas oleh Dhea.
Gilang menstarter motornya lalu memutar dan pergi dari hadapan Dhea. Setelah Gilang tak terlihat lagi, Dhea pun melangkah masuk dan mengunci pintu pagarnya, lalu ia bersandar di pintu pagar sambil senyum - senyum sendiri.
"Non, kok senyum - senyum sendiri malam - malam begini...? ", ujar pak Karyo, yang tiba - tiba sudah berdiri di depan pintu rumah. Dhea benar - benar tersentak kaget, karana pak Karyo menyapanya tiba - tiba begitu.
" Pak Karyo...? ,pak Karyo belum tidur? ", tanya Dhea sambil mengernyitkan dahi.
" Tadinya sih sudah tidur non, tapi pak Karyo tadi dengar kaya ada suara - suara gitu..., takutnya ada maling non... ", ujar pak Karyo senyum - senyum.
" Oooh..., itu suara motornya Gilang yah..., bikin pak Karyo keganggu".
"Bukan gitu non...., ooooh...tadi mas Gilang kesini yah?, kok engga disuruh masuk non..?".
" Tadi itu Gilang baru saja nganterin Dhea pulang, sudah malam sih jadi engga mau mampir. Omah udah tidur ya, pak Karyo? ".
" Sudah....sudah dari tadi non. Tadi juga tanya - tanya pak Karyo, apa non Dhea nya sudah pulang atau belum".
__ADS_1
"Terus pak Karyo jawabnya apa? ".
" Ya ..belum, kan engga ada suaranya non Dhea, masa pak Karyo harus ngomong sudah".
Dhea pun cekikikan sambil berjalan masuk ke rumah. Pak Karyo masih memeriksa pintu gerbang, takutnya Dhea lupa mengunci pintu. Lalu memeriksa sekeliling halaman depan dan samping. Setelah diperiksa dan dirasa aman, pak Karyo pun masuk kedalam rumah dan mengunci pintu depan. Dhea berjalan ke depan pintu kamar Omah, ia berhenti disitu dan mendengar ada suara dengkuran dari dalam kamar. Ternyata Omah sudah tertidur pulas sebab waktu sudah menunjukan pukul sebelas lewat empat puluh menit. Lalu Dhea melangkah pergi. Sambil tersenyum geli, soalnya Omah mendengkur begitu keras. Dhea menutup pintu kamar nya, sambil berjalan ke sebuah rak buku mini, ia pun memutar sebuah mesin piringan hitam milik papanya, lalu terdengar lantunan sebuah tembang manis milik Tommy Page yang berjudul " i'll be Your Everything", mengalun merdu di penjuru kamarnya. Dhea pun menjatuhkan dirinya di sebuah kasur yang empuk, sambil mengeluarkan handphone nya.
"Hem, Gilang sudah sampai belum yah? ", gumam Dhea pelan, lalu ia sepertinya sedang mengetik sesuatu di handphonenya. Rupanya Dhea sedang mengirim sms untuk Gilang, setelah itu ia meletakkannya di samping sambil senyum - senyum sendiri dan membayangkan acara kencannya hari ini. " Lang, hari ini Dhea seneeeng banget, bisa jalan - jalan sama kamu, bisa makan malam sama kamu, bisa boncengan sambil pelukin kamu, pokoknya hari ini seru banget deh, sering - sering kaya gitu dong Lang, Dhea jadi engga merasa BE - TE. Tapi maaf ya Lang, tadi Dhea udah bikin kamu khawatir, Dhea juga engga tahu kok bisa seperti ini Lang. Ah...mungkin karena Dhea terlalu cape. Dhea...udah ngantuk banget Lang..., sms nya dibalas ya Lang ", gumam Dhea pelan kepada handphone yang terletak disampingnya, dan perlahan - lahan mata Dhea pun terpejam. Ia tertidur disaat Diana Ross melantunkan satu tembang manis nan romantis yang berjudul " When You tell Me that You Love Me ", menggema pelan, sehingga suasana dikamar Dhea terasa hangat dan lagu - lagu melo yang indah akan membuai Dhea hingga pagi menjemput.
*****
Ditempat yang berbeda, Gilang sudah berada didalam rumahnya, bajunya terlihat basah, rupanya sewaktu Gilang tengah menuju perjalanan pulang tadi memang sedang gerimis, walaupun hanya rintik - rintik, tapi cukup membuat bajunya lumayan basah.
Gilang pun buru - buru menuju kamar mandi.
Belum sempat ia mencapai kamar mandi, tiba - tiba handphone yang ada disaku nya berbunyi.
"Siapa sih, malam - malam begini masih telpon ? ", gumam Gilang sambil mengeluarkan handphone dari saku nya. Setelah dilihat.
" Ipenk..? ", gumam Gilang lagi,lalu menjawab telpon dari Ipenk.
" Ya halo Penk...,ada apa..? ".
" Lang...,baru pulang ..? ".
" Ya begitulah, sewaktu kamu telpon tadi, aku masih dijalan Penk.. ".
" Hem, besok kayanya pak Heri akan nunggu kita di kampus Lang.. , sorenya kita di undang sama mas Eki, besok sore..., mas Eki mau resmiin cafe nya, kamu bisa ajak Dhea kesana Lang.. ".
" Ya..., ya..., ya...., tapi motornya kan cuma satu.. ".
" Besok, sehabis dari tempat latihan, kamu langsung bonceng aku ke tempatnya mas Eki dulu Lang, aku mau bantu - bantu disitu ".
" Harus dong, kan calon ipar.., jangan sampai engga.., nanti di cancel baru tau kamu Penk", ujar Gilang cekikikan. Ipenk pun tertawa ngakak.
"Gimana kencan hari ini, bro..? ".
" Mulus deh, kaya hidung kamu Penk ".
Ipenk tertawa kencang, terdengar dari speaker handphone yang membuat Gilang menjauhkan telinganya dari handphone.
" Busyet deh...nih anak..! ".
" Hidung boleh mulus bro, tapi jerawat di jidat (kening) yang engga mau ilang - ilang, pusyiiing deh... ", keluh Ipenk.
" Makanya Penk...., si Ice cepetan di pingit yah...! ".
Tawa Ipenk pun meledak, Gilang pun harus menjauhkan lagi handphone dari telinganya.
" Udah ah, makin ngaco aja.. , mendingan aku bobo aja deh..! ", sahut Ipenk.
" Oke deh, sampai ketemu besok pagi Penk ".
__ADS_1
" Oke deh bro..., dadaaaaahh.. ".
" Daaaaahh.... ", balas Gilang sambil senyum - senyum sendiri. Kemudian Gilang menutup handphonenya dan ia melihat ada sms dari Dhea, kemudian Gilang membalas sms itu, lalu pergi mencuci muka serta mangganti bajunya yang basah, setelah itu ia masuk ke kamarnya. Tidak berapa lama, terdengar lantunan sebuah tembang " Whenever You Close Your Eyes ", dari miliknya Tommy Page terdengar pelan,suara khas nya yang merdu membuat Gilang merasa bahwa lagu itu menggambarkan suasana hatinya saat ini. Mungkin Gilang mempunyai kesamaan dengan Dhea yang hobi mendengarkan lagu - lagu slow romance sampai membawanya tidur. Atau mereka berdua memang memiliki satu chemistry yang kuat dan terikat satu sama lain. Goodnight....