
Pagi - pagi sekali Gilang sudah bangun untuk mendengarkan keluhan Dhea lewat handphone. Mata nya masih sedikit mengantuk, sebab waktu itu baru menunjukkan pukul lima pagi. Alhasil Gilang pun mengobrol sambil mata masih terpejam.
"Dhea ngga bisa bobo Lang...., bobo cuma beberapa jam saja, habis itu bangun, terus melek sampai sekarang...., gimana dong Lang?, coba Dhea harus ngapain dong...?, gimana kalau nanti malam kaya gitu lagi?, terus besok malamnya seperti ini lagi, kan tersiksa banget Lang... ".
Gilang tidak bereaksi, itu karena Gilang masih setengah tidur.
" Lang....?, Lang....?, Gilang...?, Gilaaaaang..!! ", teriak Dhea.
Gilang terbelalak, matanya melotot, ia pun menjauhkan handphone dari telinganya, kemudian menelan air ludahnya.
" I...iya...iya Dhe.... ", ujar Gilang gugup
" Kamu lagi ngapain Lang?, kok kayanya ngga nyimak omongan Dhea.
"Ad.. ada kok.... ".
" Gilang....! ".
" Nah terus aku harus bagaimana Dhe...? ".
" Ya ..., pokoknya kamu harus tanggung jawab.. ".
" Hah..!!, tang....tangung jawab buat apa Dhe?!
"Kamu harus tanggung jawab kenapa Dhea sampai engga bisa bobo.. ".
" Kok...kok bisa gitu? ".
" Makanya Lang, cepat nikahin Dhea, biar Dhea bisa tidur nyenyak".
"Emang dengan cara seperti itu bisa ? ".
" Yah..., kan kamu bisa temani Dhea bobo, pasti bisa nyenyak bobonya".
"Hanya cuma nemenin gitu, pasti udah bisa bobo nyenyak? ".
" Ya..., kaya gitu.., kaya gitu sih.... ".
" Tat...,tapi...,tapi kok si Lilis.., biasanya ditemenin ibu, kok tetap engga bisa bobo ? ".
" It... Itu..., itu kan lain Lang...!! ".
" Jadinya harus gimana dong? ".
" Kam.., kamu kok...?, aaaaahh!!, kok kamu ngga ngerti banget sih Lang ?! ".
"Oooh, iya...iya..., ngerti deh...,ngerti... ".
__ADS_1
" Tuuuuh...kan akhirnya kamu bisa cerca omongan Dhea".
"Jadi aku yang harus nemenin ..., gitu kan intinya....? ".
" Iya Lang..., bener sih..., dengan adanya kamu kan.. ", ucap Dhea malu - malu.
" Iya aku tau itu, berarti nanti malam biar aku yang gantiin ibu deh... ".
" Buat apa Lang..?! ".
" Buat nemenin Lilis bobo, biar Lilis bisa bobo nyenyak... ".
" Gilaaaaaaaaaaang..!!!!".
Gilang buru - buru menjauhkan handphone dari telinganya sambil mengernyitkan dahi.
********
Gilang sudah bersama Ipenk di perjalanan menuju kampus. Hari ini memang seperti biasa, kemacetan memang selalu menghiasi jalan - jalan raya di saat jam - jam sibuk dan ini sudah menjadi langganan kota Jakarta. Tapi ada untungnya juga bagi pengendara motor seperti Gilang dan Ipenk, yang dengan mudah menemukan gang kecil dan bisa dilewati untuk menembus jalan lain. Dan sekarang mereka jadi sering melewati gang pintas untuk sampai di kampus tepat waktu.
"Lang, kemarin sore sewaktu aku lihat di intetnet, kayanya Vanesa Mae merilis album baru, tapi itu promosinya di New York, engga tahu di Indonesia udah masuk atau belum, kalau negara asia, belum ada kabarnya sih".
" Kayanya juga dia lagi bersaing keras sama bond untuk merilis album baru, promosinya juga terbilang jor - joran, lihat saja tanggal promo ,selisih nya tidak berselang jauh", tutur Gilang penuh semangat.
Gilang, kalau sudah di ajak ngobrol tentang Vanesa Mae dan bond ini memang begitu antusias dan menggebu - gebu. Tapi untuk latihan biolanya sekarang lebih banyak berkurang. Padahal dulu Gilang pernah bilang kalau ia bercita - cita ingin seperti Vanesa Mae. Tapi sekarang ia malah terlihat tidak begitu bersemangat.
Setelah memasuki tempat parkir motor khusus mahasiswa, Ipenk bertemu dengan Yeyen teman kampus mereka yang jago nyanyi sekampung .
"Lho, mau kemana Yen? ", tanya Ipenk sambil turun dari motornya dengan perlahan.
" Mau pulang bang... ", ujar Yeyen sambil tersenyum.
" Emangnya kamu hari ini engga kuliah? ".
" Engga, cuma mau izin sama pak Mastur sekalian mau ngasih undangan".
"Hah...memangnya kamu mau nikahan Yen...?! ".
" Bukan Yeyen bang, tapi kakaknya Yeyen yang nomor dua, besok mau nikahan jadinya Yeyen mau izin dua hari, soalnya Yeyen mau latihan mas, biasalah...., buat ikut performance besok bang... ". ujar Yeyen sambil tertawa memamerkan giginya yang di pasang kawat gigi. Gilang pun nimbrung di disitu setelah memarkir motornya.
" Tumben Yen, belum masuk ,tapi sudah mau pulang ? ". Yeyen cuma cengar - cengir.
" Ini lho, si Yeyen mau izin dua hari engga masuk kuliah soalnya mau nikah", tukas Ipenk asal.
"Iiiih..., bukan...!!, bukan Yeyen kok...!! ", protes Yeyen sambil ketawa - ketawa.
" Lho..., tadi katanya kamu mau nikah Yen? ", goda Ipenk.
__ADS_1
" Yee..., mana ada..!! ", Yeyen mah nungguin bang Ipenk saja deh!! ", celoteh Yeyen sambil tertawa terpingkal - pingkal.
" Hah, masa sih?! ", ujar Gilang kaget.
" Huuuh..., maunya tuh.... ", tukas Ipenk sengit.
" Eh Yen..., kalau ketawa, mulutnya jangan lebar - lebar dong".
"Emang kenapa bang? ", tanya Yeyen masih tertawa pelan.
" Silau tau!! ", sahut Ipenk yang di sambut oleh cubitan Yeyen di lengannya Ipenk sambil masih tertawa ngakak.
" Sudah ah..!! Yeyen mau pulang dulu bang, entar malah di tungguin orang rumah", ujar Yeyen sambil tersenyum - senyum.
"Ya sudah, hati - hati Yen... ", ujar Ipenk sambil melambaikan tangan ke Yeyen. Sesaat kemudian Yeyen sudah mengendarai motornya meninggalkan tempat parkir.
" Eh... Lang..!! ", sahut Ipenk sambil menepuk langan Gilang .
" Aku punya ide nih..., gimana..., kalau di peresmian cafenya mas Eki nanti, kamu menunjukkan performance kamu di hadapan orang - orang yang hadir disitu...? ",
Gilang pun berpikir sejenak. Lalu mengangguk setuju.
" Iya deh... ", ujar Gilang singkat
" Ada bagusnya juga Lang, biar orang - orang pada tahu, siapa tahu juga kamu bisa viral, mumpung kamu lagi bawa biola juga sih".
"Hem..... boleh...boleh.... ".
" Ayo...!!, masuk deh", ajak ipenk.
*********
Ternyata hari ini tidak jauh beda dengan hari kemarin. Gilang masih saja mengikuti mata kuliah secara tidak fokus. Sesekali itu terlihat menguap, mengantuk, rebahan, kadang juga terlihat ia senyum - senyum sendiri. Ipenk yang duduk disebelahnya jadi ikut kehilangan fokus.
"Lang... ", bisik Ipenk
" Em..., ada apaan? ".
" Kamu ngapain ? ".
"Engga tau nih...., kaya serba salah gitu, ga fokus gitu..", gumam Gilang pelan.
" Nah, kamu pasti mikirin Dhea terus sih.., makanya susah fokus.
"Aku mau pergi cuci muka dulu deh, biar enakan..".
" Ya deh, sana..., biar engga ngantuk.. ", bisik Ipenk lagi.
__ADS_1
Deny pun izin dengan Dosen pengajar, kemudian ia pun berjalan keluar.