
"Ya ampun..!! ", teriak Gilang lalu buru - buru menutup mulutnya. Dhea kaget,ia membuka matanya sejenak dan memandang Gilang dengan heran.
" Ad...ada apa Lang... ", tanya Dhea pelan.
" Ah...ini...,ibu ku tadi menelpon.. ",
" Di suruh pulang yah Lang...? ".
"Engga tau sih, coba Gilang telpon saja".
Gilang pun menghubungi ibunya. Tidak lama terdengar suara seseorang berbicara dari handphone nya Gilang.
" Iya Assalamualaikum bu... ,ada apa..? ".
" Waalaikum salam. Lang, kamu nginap di rumah Ipenk ya? ".
" Engga bu, Ipenk kemarin pagi kecelakaan..." .
"Ya ampun...., memang kenapa Ipenk? ".
" Di langgar orang bu....?
"Gimana keadaannya sekarang..?".
" Sudah mendingan sih bu...., soalnya sudah pulang kemarin..".
"Terus kamu dimana Lang, sekarang...? ".
" Di rumah Dhea bu.... ".
" Kamu nginap di situ... .? ".
" Ya engga lah bu....,Dheanya juga masuk rumah sakit. Kemarin tiba - tiba pingsan, jadinya Gilang temenin Dhea di rumah sakit tadi malam.
"Ya Tuhan, terus gimana keadaannya sekarang..? ".
__ADS_1
" Sudah agak baikan, sekarang sudah dirumah bu,Dhea nya lagi istirahat".
"Syukurlah..,.ya sudah kalau gitu, salam aja buat Dhea semoga lekas sembuh. Lain kali kalau engga pulang ya kasih tahu orang rumah Lang, biar engga pada khawatir"
"Iya bu, Gilang ngerti..... ".
" Ya sudah, ibu mau masak dulu Lang... ".
" Iya bu.... Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam... ".
Setelah itu Gilang pun menutup handphonenya. Kemudian Gilang memandang ke arah Dhea sambil tersenyum. Dhea pun membalas senyumannya Gilang.
"Di suruh ibumu pulang yah Lang...? ", tanya Dhea.
" Engga, ibu cuma nanya aku dimana, dikiranya nginap di rumah Ipenk".
"Terus, kamu bilangnya dimana? ".
"Aku sampai bikin ibumu khawatir ya Lang..? ", tanya Dhea.
"Emm...., iya sih..., makanya ibu telepon ke Gilang. Ibu berharap, kalau kamu sudah sembuh, kamu bisa main ke rumah Dhe...kan ibuku juga sudah lama engga lihat kamu..".
" Iya...kalau sudah sembuh banget. Dhea pasti main kesitu".ucap Dhea pelan. Gilang pun tersenyum.
"Engga terburu - buru, tunggu Dheanya sudah benar - benar fit deh..oke..??".
" Oke bos!! ".
Lalu mereka berdua tertawa lepas.
" Nanti...,nanti siang kamu pulang yah Lang...? ", tanya Dhea tiba - tiba.
Gilang yang masih tertawa jadi mendadak diam.
__ADS_1
" Entahlah Dhe...., ucap Gilang sambil menghela nafas. Kalau menurutmu...? ".
" Aku juga tidak tahu Lang...., em...,apa Gilang pulang saja, besok habis pulang kuliah baru kesini lagi... ", saran Dhea.
" Hem...boleh juga sih, mudah - mudahan besok jangan ada latihan dulu deh.... ".
"Iya, tapi Lang... ".
Tiba - tiba terdengar bunyi sesuatu dari perutnya Dhea. Gilang pun mendengarnya. Dhea cuma tersenyum.
" Kamu lapar ya Dhe? ", tanya Gilang. Dhea mengangguk.
" Mau makan apa...? ".
" Siomay..!! ", sahut Dhea spontan, Gilang jadi tertawa.
" Oke...oke... ,aku akan cari siomay ter- enak di daerah sini".
"Yang semangat...!! ", sahut Dhea sambil mengangkat tangan kanannya tinggi - tinggi. Lalu mereka berdua tertawa ceria.
Saat ini Gilang sudah berada di tengah jalan, sejauh ini ia belum menemukan kedai siomay, yang ada di sepanjang jalan yang ia lewati. Kalau tukang siomay gerobak sih banyak. Dan Gilang menelusuri jalan yang begitu ramai dengan motornya Ipenk ,yang ia tinggal kemarin di rumahnya Dhea. Ketika ia melewati sebuah perempatan jalan, Gilang pun melihat ada sebuah kedai yang lumayan ramai. Samar - samar ia seperti melihat ada tulisan yang ia cari tapi karena ia terlalu cepat melaju dengan motornya, jadi tidak terlihat jelas. Gilang pun berbalik memutar arah dan dengan perlahan - lahan ia melewati tempat tadi, tempat kedai yang ramai itu. Dan ternyata benar , di kedai itu tertulis "Siomay Bandung & Batagor". Gilang boleh bernafas lega karena sudah mendapatkan makanan yang di inginkan Dhea. Tapi bagaimana dengan antriannya. Gilang mau tidak mau harus berbaur dengan mereka dan menunggu sampai berjam - jam. Memang sih, Gilang pernah berkata, biasanya kalau makanan yang ramai pembelinya atau bahkan sampai mengantri seperti ini, itu pasti makanannya enak. Kalau tidak percaya, coba saja. Setelah lumayan menunggu giliran yang memakan waktu satu jam., akhirnya juga Gilang bisa memesan.
"Mas nya mau beli apa? Siomay atau batagor ? ", tanya si penjual.
" Siomay deh...,dua, pedasnya dikit aja...".
Sementara si penjual sibuk membungkus siomay, Gilang yang menunggu sambil iseng - iseng memandang di sekelilingnya. Ramai juga pengunjungnya di sini. Gilang jadi penasaran dengan siomay yang di jualnya, apakah itu enak. Tiba - tiba matanya terarah pada seseorang yang duduk di pojokan. "Pak Heri...? ", bisik Gilang tertahan.
Gilang pun buru - buru memalingkan wajahnya. " Mudah - mudahan dia engga lihat aku.... ", guman Gilang pelan. Tapi, sial sekali karena pada saat bersamaan pak Heri yang sudah selesai makan menuju ke arah Gilang untuk membayar makan'nya tadi dan pastinya pak Heri akan mengajak Gilang untuk latihan.
Jika ia sampai bertemu Gilang, gawat nih...
Tapi disaat yang tepat si penjual pun menyerahkan siomay ke Gilang dan Gilang pun membayarnya. Setelah Gilang menerima uang kembaliannya disaat itu juga pak Heri membayar siomay yang ia makan tadi, dan Gilang pun buru - buru keluar menuju parkiran, dan setelah membayar uang parkir, Gilangpun melaju motornya pergi dari situ. Kali ini, ia pun bernafas lega, lega banget.
Saat ini waktu menunjukkan pukul satu siang, dan Gilang sudah sampai di gerbang pintu. Ia pun turun dari motor sambil mengibas - kibaskan kerah bajunya.
__ADS_1
Hari ini cuaca memang benar - benar panas. Tenggorokan pun terasa kering dan dahaga. Tapi untung saja tadi Gilang sempat mampir ke kedai Bocil boba, miliknya mas Eki, teman sekampungnya Ipenk. Gilang memang kenal baik dengan mas Eki, dan mas Eki memang terkenal ramah.Dan tadi Gilang sempat mampir dulu kesana, karena sudah lama juga Gilang tidak pernah mampir apa lagi ia dengar dari Ipenk, kalau mas Eki ingin merubah kedai bobanya menjadi " Imagine cafe". Sedikit informasi saja kalau nama Imagine itu adalah usulan dari teman baiknya mas Eki yang bernama Deny, karena ia yang menemukan kata imagine atau dalam bahasa kerennya imajinasi dan itu cocok sekali buat nama cafenya mas Eki. Lalu apa yang membuat Gilang mampir kesana untuk membeli boba, alasannya adalah, pertama- tama ia sudah lama tidak main kesitu, kedua ia ingin melihat cafe barunya mas Eki, dan ketiga adalah karena minuman - minuman di kedainya mas Eki selain harganya terjangkau tapi juga enak dan segar, dan semua itu adalah racikan tangannya mas Eki. Dan Gilang, ingin merekomendasikan minuman nya mas Eki kepada Dhea. Dan ada lagi cerita soal Ipenk, asal kalian (boleh) tahu kalau Ipenk, lagi pe - de - ka - te sama Ice juice, adik satu - satunya mas Eki. Tapi kelanjutannya,Gilang belum tahu, karena ia belum mendengar curhatan nya Ipenk lagi, soalnya itu anak kalau ada masalah curhat nya ke Gilang begitu pun sebaliknya.