
Dhea dan Gilang sama -sama sudah menghabiskan dua mangkok bakso. Lalu mereka berdua pun tersenyum puas.
"Benar - benar enak Dhe.... ", sahut Gilang.
" Iya kan, makanya kalau cuma makan semangkok pasti engga bakalan cukup. Pokoknya ingat bakso gepeng, ingat Omah", Gilang dan Dhea pun jadi tertawa lepas. Lalu Gilang mengambil es jeruknya dan memberikan kepada Dhea.
"Dhe, coba kamu minum punyaku es jeruknya, kok rasa durian sih? ", ujar Gilang sambil tersenyum.
" Ah masa sih? ", tanya Dhea, kurang yakin.
Dan setelah Dhea menyedot es jeruk milik Gilang, lalu ia berhenti dan mengecap - ecap rasanya, lalu.
" Eh iya....!!, beneran..!! es jeruknya berasa durian..!! ", sahut Dhea lumayan kencang, sehingga orang yang berada di sekitarnya menengok kearahnya, tapi Dhea cuek aja. Lalu Dhea menyedot es jeruknya sendiri. Lalu ia berhenti sebentar dan mengecap - ecap minumannya, lalu.
"Lang.!!, punya Dhea malah berasa alpukat..!!".
"Haaah...!!, masa sih Dhe..!! ".
" Iya Lang, coba aja minum es jeruknya Dhea!".
"Iya, sini..!, aku cobain deh...! ", ujar Gilang yang langsung mengambil minuman es jeruknya Dhea dan menyedotnya, lalu ia berhenti sebentar.
" I....,iya lho..!, berasa alpukat !! ", pekik Gilang tertahan lalu Gilang buru - buru menutup mulutnya. Sebab beberapa orang yang makan disitu kembali menengok kearah mereka.
Mereka berdua pun pura - pura sedang mengobrol. Tapi orang yang duduk disebelahnya mereka pun mendengar perkataan gilang dan Dhea. Lalu orang itu agak ragu, dan akhirnya memesan es jeruk juga dua gelas. Satu buat istrinya, satunya lagi mau ia cicipi sendiri. Setelah es jeruk pesanannya datang, orang itu pun tidak sabar untuk mencicipi, ia pun buru - buru menyedot es jeruknya tidak lama kemudian ia memandang ke arah Gilang dan Dhea sejenak ia senyum - senyum sendiri. Gilang dan Dhea pun seolah - olah tidak ada masalah. Dan ternyata mereka berdua pun diam - diam malah tertawa cekikikan
"Lang ..., bisik Dhea pelan.
" Ada apa Dhe... ", balas gilang pelan juga.
" Engga nyangka, yang duduk di samping kita juga makan sampai dua mangkok", bisik Dhea lagi sambil tersenyum.
"Iya, sudah gitu ditambah mie lagi, mungkin juga itu orang kelaparan".Gilang dan Dhea pun senyum - senyum, sambil memandang ke sekelilingnya.
" Hem jual bakso gepeng saja, yang makan bisa sampai seperti ini", ucap Gilang.
"Ini sudah lama bukanya Lang, kata Omah sewaktu Omah masih muda, sudah ada lho...., cuma dulu yang jual masih kakeknya. Turun temurun gitu".
Gilang pun mengangguk sambil masih tetap memandang kearah antrian depan. Tiba- tiba Gilang melihat seseorang , seseorang yang sudah di kenalnya sedang mengantri.
Gilang pun mencoba memanggilnya sambil melambaikan tangan .
" Deny...!!, Den...!! ".
Deny celingak - celinguk mencari arah datangnya suara. Dan ia pun melihat Gilang yang melambaikan tangan ke arahnya. Deny pun tersenyum.
" Gilang..?! ".
Sesaat kemudian Deny pun menuntun Rena dengan hati - hati menuju ke arah tempat Gilang dan Dhea duduk.
" Tumben Lang, bisa ketemu disini? ", ujar Deny.
" Kamu juga, bisa cari makan sampai kesini ?".
Gilang dan Deny pun tertawa lepas. Tiba - tiba Gilang menengok ke arah Deny.
"Hey... Hey..., aku lihat kamu jalannya kok pincang - pincang gitu...?, memangnya kenapa Den? ", tanya Gilang sambil menengok kaki Deny yang di perban, Dhea pun ikut menengok, Rena agak kaget.
__ADS_1
" Ya biasalah, habis di langgar mobil, sewaktu pulang kerja bareng sama Toto", ujar Deny sambil mendengus kesal.
"Toto..?, Toto yang bekerja di supermarket, terus dianya gimana?, luka juga? ".
" Engga, Toto engga kenapa - kenapa".
"Yang nabrak ketangkap? ".
" Malah langsung kabur Lang, pakai mobil sih..., jadi ngga bisa di kejar".
"Pakai mobil..?, warnanya? ".
" Hitam, kaca gelap, seperti mini fan gitu... ".
" Persis banget...!! ".
" Maksud kamu Lang? ".
" Ciri - ciri mobilnya..., persis banget sama yang menabrak Ipenk waktu itu... ".
" Ipenk juga di langgar ? ".
" Iya, tapi untung aja engga begitu parah, ya...hampir kaya lukanya kamu gitu Den... ".
" Bisa jadi orangnya sama".
Gilang mengangguk.
"Oh iya Den..., kenalin ini Dhea, pasangan hidup aku nantinya", ucap Gilang sambil memperkenalkan Dhea yang cuma tersenyum dari tadi. Deny pun menyalami Dhea.
"Dhea Anastasya", balas Dhea sambil menyalami Deny.
" Hem.. benar - benar pasangan yang serasi, ditunggu undangannya yah! ", ucap Deny memuji sambil tersenyum kepada Gilang dan Dhea yang juga tersenyum ramah.
" Lalu ini siapa Den?, cewek kamu yah? ", tanya Gilang.
Deny pun menuntun Rena yang sedari tadi cuma bersembunyi di belakang Deny.
" Kenalin, ini Rena", ujar Deny sambil memperkenalkan Gilang dan Dhea. "Ren, kenalin ini teman ku.
Rena pun menjulurkan tangannya kedepan, Gilang dan Dhea yang sadar dengan keadaan Rena langsung berjalan sedikit kedepan dan menjabat tangan Rena.
" Rena",
"Gilang", ucap Gilang sopan lalu langsung memperkenalkan Rena ke Dhea. " Ini, Dhea , Ren"
"Dhea anastasya", ucap Dhea yang langsung menjabat tangan Rena dengan hati - hati.
" Rena".
"Kalian belum dapat tempat duduk kan? ", tanya Gilang.
" Belum..., penuh banget sih Lang", ujar Deny tersenyum .
"Ya sudah, kalian duduk saja disini", ujar Gilang.
" Jangan..., jangan Lang, engga apa kok...nanti juga....", belum selesai Deny berucap.
__ADS_1
" Duduk aja mas Deny, kasihan Rena nya, takutnya nunggu kelamaan , kan cape", ujar Dhea.
"Iya Den, lagian kami juga sudah selesai makan kok... ", timpal Gilang.
" Pinginnya sih masih bisa ngobrol sama kalian lagi.. ", ucap Deny.
" Ga apa kok, kan lain kali masih bisa. Oh iya , kalian udah pesan belum yah?, nanti takutnya kelamaan nunggu... ", tukas Gilang.
" Belum Lang, soalnya saya mau cari tempat duduk buat Rena dulu.
"Ya sudah, kamu tunggu disini", ujar Gilang kepada Deny. Lalu Gilang pun berjalan ke bagian pemesanan.
" Tambah dua porsi lagi mas".
"Yang kosongan juga yah...? ", tanya si pelayan, lalu Gilang menoleh ke arah Deny.
" Den...!, kosongan apa pakai mie?! ".
Deny pun tampak sedang berbicara dengan Rena, lalu ia berjalan ke arah Gilang.
" Yang satu kosongan aja, yang satunya biasa", ujar Deny.
"Oke... ", Gilang pun memesan apa yang di inginkan oleh Deny. Lalu Deny pun mengeluarkan dompetnya hendak membayar. Tapi Gilang menolak.
" Disini aja Den, lagian tadi kami sudah makan banyak, biar saya yang traktir kalian".
"Tapi ....Lang.. ".
" Lain kali kita ketemu lagi, kamu yang traktir,oke ?", ujar Gilang sambil tersenyum.
"Oke deh, makasih banyak Lang.... ".
Gilang mengangguk setelah Gilang membayar semuanya, mereka berdua pun berjalan ke tempat mereka duduk tadi. Rupanya Dhea dan Rena sedang asyik mengobrol.
" Waah..., akrab banget ini berdua.. ", ujar Gilang. Rena dan Dhea cuma tersenyum.
" Ini lho Lang, si Rena ini ternyata bekerja di kedai bunga "Angela", tau ngga sih?, itu kan kedai bunga langganannya Omah, udah gitu Rena kenal banget sama Omah. Soalnya kalau Omah membeli bunga selalu ke tempatnya Rena, terus ngobrol sampai lupa waktu, obrolannya tentang bunga semua, untung saja Rena nya engga bosan. Mereka berdua memang klop banget deh", tutur Dhea panjang lebar sambil memuji Rena. Dan ternyata Rena sangat mengenali Omah nya Dhea, apalagi mereka berdua, sama- sama pencinta bunga. Hem... Makin klop saja.
Bahkan Rena bercerita ke Dhea, kalau ia sedang asyik mengobrol sama Omah tentang bunga, mereka itu sepertinya tidak memandang usia lagi, tapi layaknya seperti teman yang sedang asyik mengobrol. Lalu Rena menuturkan kalau setiap Omah ke kedai pasti membawakan Rena kue bikinan Omah. Dan yang lebih lucunya lagi , setiap Omah datang ke kedai bunga dan mengobrol, setiap kali itu juga pak Karyo menunggu sampai ketiduran. Dhea pun tertawa terpingkal - pingkal,sampai orang - orang yang sedang makan disitu pun menengok ke arahnya. Tapi Dhea cuek saja.
Gilang dan Deny malah sesekali tersenyum mendengar penuturan Dhea, begitu juga Rena yang sampai tertawa. Rena sepertinya terhibur dengan adanya mereka di situ. Sepertinya Ia sudah mulai akrab dengan Dhea.
"Hem, ya sudah kalian enjoy aja deh, sebentar lagi makanan kalian sudah datang", ujar Gilang.
" Oh iya Ren, kapan - kapan , kalau ada waktu main ke rumah ya, ngobrol sama Omah... ", ajak Dhea.
" Oh iya, Rena baru sadar, Rena juga mau tanya, kok belakangan ini, Omah sudah jarang ke kedai ? ", tanya Rena ke Dhea.
" Omah belakangan ini sering sakit Ren, jadinya jarang keluar, makanya Rena yang main ke rumah yah.., nanti suruh mas Deny yang anterin deh, awas kalau mas Deny nya engga mau, biar Dhea yang pites - pites hidungnya. Mereka samua pun jadi tertawa lepas.
"Oh iya Lang..,sudah nentuin tanggalnya belum..? ", tanya Deny sambil tersenyum.
" Hem..,gimana yah..?, saya serahin sama bos nya aja deh.. ", ujar Gilang sambil tersenyum lalu melirik ke arah Dhea. Dhea pun jadi malu.
" Iiiiihh..,kok Dhea sih yang jadi sasarannya...?,harusnya kamu dong Lang.., kalau Dhea sih kapan aja siap, mau besok juga oke..!! ", ujar Dhea mantap. Lalu mereka berempat pun tertawa lepas.
Dan setelah ngobrol tidak terlalu lama, Gilang dan Dhea pun pamitan sama Deny dan Rena. Soalnya Dhea mau ngajak Gilang jalan - jalan ke Mall.
__ADS_1