Dongeng Waktu Kecil ( The Story Of Gilang And Dhea).

Dongeng Waktu Kecil ( The Story Of Gilang And Dhea).
Bab 6 : Menggali Kenangan Masa Lalu.


__ADS_3

Siang itu matahari masih membayang diatas, seakan sinarnya yang terik itu begitu digdaya.


Dan saat itu, waktu menunjukkan pukul sepuluh.Tapi terik matahari sudah terasa begitu panas.Tidak seperti suasana hati kedua orang ini.Mereka sudah mulai akur kembali,seolah-seolah tidak terjadi apa-apa selama ini.Perasaan yang membeku perlahan-lahan mulai mencair, membaur berubah menjadi perasaan hangat, sehangat persahabatan mereka berdua.Dan siang itu, tepatnya di bawah pohon akasia tampak Gilang dan Dhea berdiri disitu.


"Hem..., tidak ada yang berubah", ucap Dhea pelan."Semuanya masih sama, masih sama seperti dulu", lanjut Dhea.


"Yah....., tidak ada yang berubah... ", ujar Gilang. "Masih sama seperti saat terakhir kamu disini", lanjut Gilang sambil memandang Dhea sebentar lalu perlahan-lahan mengalihkan pandangannya ke depan. Dhea melihat sekilas ke arah Gilang lalu tersenyum kaku dan perlahan-lahan ikut memandang ke depan.


"Masih ingat ga kamu ?, sewaktu es krim kamu jatuh, lalu merebut es krim yang sedang ku makan..? ", tanya Gilang kepada Dhea sambil tertawa.


"Ah norak kamu Lang, tentu saja aku masih ingat, apalagi es krim itu kan baru sekali ku makan, kan masih banyak Lang. Sayang banget sih, makanya aku kesal. Sampai sekarang masih teringat betul di kepalaku. Lalu keduanya tertawa terbahak-bahak.


"Trus kamu masih ingat ga Lang, sewaktu aku sembunyi'in mainan pesawat kamu yang baru di beliin ibu kamu diatas pohon akasia ini", tukas Dhea sambil tertawa geli.


"Hem...dan waktu itu aku nangis-nangis sampai ga mau pulang. Tentu saja aku masih ingat itu. Lalu aku manjat pohon ini, karena pesawat itu kamu lempar dan nyangkut di atas.Pas turunnya aku terpeleset jatuh.Dan hasilnya ini", ujar Gilang sambil menunjuk bekas luka di betisnya.Dhea cuma tertawa terpingkal-pingkal, soalnya Gilang ngomong sambil mulutnya di manyun-manyunin.


"Ah..., aku masih ingat satu lagi Lang...!! ", teriak Dhea bersemangat.


"Apa tuh...??!! ", tanya Gilang penasaran tapi sambil tersenyum.


"Aku masih ingat sewaktu kamu buang air kecil dibawah pohon ini, tapi...tapi celana kamu...", Dhea berusaha menahan tawa. "Celana kamu...melorot dan kelihatan "itu" nya", celetuk Dhea sambil menunjuk ke arah celana Gilang. Dan saat itulah tawa Dhea meledak seketika. Ia pun terpingkal-pingkal.


Gilang cuma bengong. Lalu mendesis.

__ADS_1


"Haissshh..., apa-apaan sih..?, norak..!, gak lucu tau..!!. Lalu Gilang pun mengepalkan tinjunya. " Awas kamu yaaahhh...!!!", ancam Gilang. Dhea kaget lalu cepat-cepat kabur. Gilang mengejar. Dan terjadilah kejar-kejaran, sambil tertawa lepas.Mereka sudah melupakan saat-saat kritis dari masa lalu mereka dan berganti dengan hangatnya rasa persahabatan mereka.


Sore itu sedari kampus, Gilang pun tiba dirumahnya, ada rona lelah tampak di wajah nya.Ia pun berjalan sampai didepan pintu dan


melangkah masuk ke rumahnya. Tapi kok sepi sekali, tidak seperti biasanya keadaan begitu sunyi.


"Assalamualaikum", ucap Gilang pelan. "Assalamualaikum", ucap Gilang lagi.


"Pak....bu....Liiiss, halooo...., apa ada orang dirumah..?! ",tetap saja tidak ada jawaban.


"Aneh..", bisik Gilang.


Gilang pun duduk di ruang depan sambil mengibas-ibas dengan bukunya.


"Happy Birthday..!!! ", "Slamat ulang tahun..!!, teriak semuanya kompak.Gilang kaget bukan main, bahkan saking kagetnya ia sampai halus melompat mundur. Sambil mengelus-elus dadanya, Gilang memandang mereka semua.Disitu tampak bapaknya Gilang, ibunya Gilang, Lilis dan betapa terkejutnya Gilang.


"Dhea...?", Gilang jadi heran." Sejak kapan kamu ada disini..?",tanya Gilang pada Dhea.


"Sehabis dari kampus kamu", ujar Dhea sambil tersenyum.


Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun nya Gilang.Dan Gilang dapat kejutan dari Dhea dan keluarganya Gilang. Mereka semua kompakan membuat kejutan untuk Gilang dan semua ini adalah rencananya Dhea yang sengaja ia bikin sehabis dari kampusnya Gilang, Dhea tidak langsung pulang ke rumah,karena Dhea teringat akan hari ulang tahunnya Gilang.Dheapun pergi membeli kue ulang tahun dan menyusun rencana dengan keluarga nya Gilang,untuk membuat kejutan kecil.Ada rona haru diwajahnya Gilang, ia benar-benar tidak menyangka akan mendapat kejutan.Yang bikin Gilang lebih terharu lagi adalah, kenapa mereka semua bisa ingat dengan hari jadinya itu. Padahal ia sendiripun bahkan tidak ingat, kapan terakhir kali ia merayakan hari ulang tahunnya.Hebat kan.


Tiba-tiba ada suara yang membuyarkan lamunan Gilang.

__ADS_1


"Gilang..., cepat tiup lilinnya..! ", tukas Dhea. Lalu mereka semua mulai bernyanyi.


" Tiup lilinnya...tiup lilinnya....tiup lilinnya sekarang juga...sekarang juga...sekarang juga", semuanya kompak bernyanyi.


Lang..ayo tiup lilinnya..sebelum meledak..", tukas Dhea asal. Gilang cuma bengong.


"Lang..cepat di tiup..!!, kok malah bengong sih..?! ", ujar ibunya. Gilang gelagapan lalu cepat-cepat meniup lilinnya.


"Horeeeeeee...!!! ", teriak semuanya kompak. Lalu Gilang digiring ramai-ramai ke meja makan, Gilang cuma pasrah.Tidak berapa lama, semuanya sudah sudah duduk rapi didepan meja makan.Gilang bahkan belum mandi tapi sudah keburu di seret kesitu.Dan dimeja makan ternyata sudah ada.. " Pizza !! "


Itu adalah makanan favoritnya Gilang, walaupun ia jarang-jarang makan, karena harganya yang lumayan mahal.Tapi setidaknya Gilang pernah mencicipinya, walau hanya bisa dihitung dengan sebelah tangan saja.


"Lho...yang beli pizza siapa sih..?", tanya Gilang penuh semangat. Semua keluarga


Gilang kompak menunjuk ke arah Dhea.


"Itu orangnya..!!! ",tunjuk mereka kompak.Dhea cuma tersenyum.Lalu Gilang pun langsung mengambil sepotong pizza dan makan dengan lahap setelah itu ia memandang ke arah Dhea.


"Tumben, masih ingat aja makanan kesukaanku", ujar Gilang senang, sambil mengambil sepotong pizza lagi dan mengunyah nya tanpa berhenti.


"Pelan-pelan Lang., nanti keselek..!!", ujar bapaknya Gilang. Semuanya pada tertawa.


Tapi Gilang cuek dan mengambil lagi sepotong lalu makan dengan lahap.Gilang memang tidak pernah ber basa-basi dengan makanan yang satu ini. Pernah suatu saat dengan tidak ada rasa malunya, Gilang ikut lomba makan pizza yang ternyata pesertanya adalah anak-anak kecil yang rata-rata berumur sepuluh tahunan.Dan hasilnya, Gilang keluar sebagai pemenangnya. Para juri sebenarnya ragu menyerahkan hadiahnya tapi sudah keburu ga enak terhadap Gilang yang benar-benar sudah menunjukkan semangatnya juga sudah keburu senang.Dan padahal perlombaan itu di khususkan buat anak kecil.Tapi para juri lupa mencantumkan persyaratannya. Salah sendiri, kenapa tidak mencantumkan syarat-syaratnya", ujar Gilang suatu saat, ketika ditanya oleh ibu nya.Dan hadiah yang diperoleh barusan oleh Gilang adalah dua buku tulis dan sekotak pensil warna.Bahkan disaat penyerahan hadiahnya pun para juri masih engga enak hati terhadap orang tua dari anak-anak yang ikut lomba. Karena diraut wajah mereka seperti ada rasa ingin protes tapi malu.Begitulah cerita Gilang kepada Dhea yang disambut dengan tawa Dhea yang meledak sambil memegang perutnya, Dhea mengusap air mata. Ternyata Dhea tertawa sampai nangis. Senang juga bisa melihat dia seperti ini ucap Gilang dalam hati.Dan mereka pun melalui sore hari dengan cerita-cerita lucu dari pengalaman mereka masing-masing sambil sesekali tertawa terbahak-bahak. Hingga tak terasa hari pun semakin malam.Dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

__ADS_1


.


__ADS_2