Dongeng Waktu Kecil ( The Story Of Gilang And Dhea).

Dongeng Waktu Kecil ( The Story Of Gilang And Dhea).
Bab 27 : JANJI.


__ADS_3

"Tok - tok - tok", ujar Gilang menirukan suara ketukan pintu.


" Masuk..!! ", tukas Dhea sambil menahan tawa.


Gilang pun membuka pintu dan masuk.


" Yang buka'in pintu depan siapa Lang?, pak Karyo atau Omah? "..


" Pak Karyo...,katanya tadi ia mendengar suara teriakanku, kalau Omah ada di kebun belakang.


"Kok kamu engga mencet bel sih Lang...? ".


" Engga ah, aku sudah kapok", ujar Gilang kocak, Dhea pun tertawa terpingkal - pingkal.


"Yang pasang bel itu, adalah papa Lang.... ".


Gilang memandang kearah Dhea sebentar untuk mendengarnya, lalu Gilang pun menganggukkan kepalanya.


" Siomay nya dapat di mana Lang...? ".


" Itu ,tadi hampir dekat di perempatan jalan".


"Pasti ramai ya Lang, makanya kamu lama sampai disini.. ".


Gilang pun tertawa cekikikan.


" Makanan yang enak pasti ramai antriannya", jelas Gilang.


"Apa selalu kaya gitu...? ".


" Yah ngga tentu juga sih ya..., kadang ada yang enak tapi sepi juga, apa lagi sekarang perekonomian lagi susah - susahnya ", tutur Gilang sambil membukakan bungkusan siomay kepunyaan Dhea, lalu mengambil minuman boba untuknya.


" Ada minuman boba juga Lang? ".

__ADS_1


" Iya, tadi beli di kedai boba milik temannya si Ipenk, katanya sih enak bobanya, makanya cobain yuk..".


Gilang pun mengambil segelas boba untuk Dhea, lalu Dhea mencoba sedotan pertamanya. Sejenak ia terdiam mencoba mengecap - ecap rasanya.


" Hem iya..., enak banget Lang, susunya terasa banget...?".


"Ah masa sih...? ", tanya Gilang sembari menyedot bagiannya lalu Gilang juga diam sambil mengecap rasanya. "Iya....enak banget yah, susunya benar - benar wangi, terasa di mulut sampai ke tenggorokan... ".


" Oke, ayo di makan siomay nya, aku juga pingin tau enak atau enggak, soalnya ramai sih.... ", tukas Gilang sambil menyuapi Dhea makan siomay. Dhea kelihatan senang banget, soalnya di manjain sama Gilang. Tak henti - hentinya Dhea tersenyum geli, karena Dhea membayangkan kalau ia seperti anak kecil saja,maunya makan di suapin,tiba - tiba Dhea berhenti tersenyum,soalnya Dhea teringat sama mamanya yang juga sering menyuapi Dhea makan, bukan disaat Dhea masih kecil saja, bahkan disaat Dhea sudah beranjak dewasa juga masih sering minta disuapi sama mamanya, benar- benar manja sekali. Wajah Dhea jadi murung, mulutnya berhenti menguyah, mata Dhea agak sedikit berkaca - kaca. Gilang yang melihat itu pun mencoba menyapanya


"Hey...girl....are you ok ? ".tanya Gilang sambil tersenyum kecil, Dhea pun menengok kearahnya.


" Ak...aku kangen sama mama Lang", ucap Dhea lirih, bibirnya sedikit gemetar. Setetes air mata turun perlahan - lahan melewati pipinya hingga menetes ke bajunya. Gilang paham, keadaanseperti itu. Ia pun meletakkan makanannya dan memeluk Dhea erat - erat.


" Mama kamu engga pergi Dhe..., dia ada disini, dia selalu ada disisimu dan dia selalu ada untukmu Dhe... ".


" Kamu yakin Lang?, kalau mama selalu bersama - sama Dhea? ", tanya Dhea sambil memandang Gilang dalam - dalam. Gilang pun mengangguk sambil tersenyum.


Gilang menggeleng.


" Aku cuma bisa merasakannya Dhe..., aku bisa merasakan kalau mama kamu selalu mendampingi kamu... ".


" Dhea pun tersenyum. Lalu ia memandang berkeliling.


"Ma..., Dhea memang engga bisa lihat mama, tapi Dhea tahu mama ada disini, dan Dhea ingin ngomong sama mama, kalau Dhea sayang banget sama mama, Dhea kangen banget sama mama... ", ucap Dhea lirih, hingga ia tidak bisa menahan air matanya yang turun membasahi pipinya. Gilang cuma diam terpaku.


" Lang.... ", panggil Dhea lirih.


" Em....iya Dhe..., kenapa? ".


" Ak... Aku... Aku bisa merasakan mama Lang, seperti ada hembusan angin yang menerpa rambut Dhea...., Lang... ", ucap Dhea sambil tersenyum kaku. Gilang membalas senyum Dhea, tapi sedikit canggung.


" Lang...., panggil Dhea lagi.

__ADS_1


"Iya Dhe...? ".


" Apa nantinya..., Dhea bisa lihat mama lagi ?, apa Dhea bisa bertemu mama lagi...? ".


Kali ini Gilang cuma diam, ia seperti terpojok dengan pertanyaan Dhea. Sejenak ia ragu, lalu Gilang pun mengangguk terpaksa. Dhea pun tersenyum gembira.


" Ayo Dhe..., siomaynya dihabisin. Kita engga boleh boros sama makanan... ", ajak Gilang. Dhea mengangguk.


" Lang sudah berapa hari ini kita tidak bermain di taman, besok sehabis kamu pulang kuliah, kita kesitu ya Lang, boleh kan ?".


"Tentu dong, itu kan taman kita... ", tukas Gilang sombong. Dhea jadi tertawa.


" Lang entah kenapa..., bila kamu berada disisiku, aku berasa lebih nyaman, lebih sedikit tenang, kayanya aku bisa lebih enakan dikit....!! ".


" Masa sih Dhe...? ".


" Iya...., beneran, tapi..., sebentar lagi kamu sudah mau pulang... ", ucap Dhea sambil tertunduk lesu.


" Hay...kan masih ada hari esok..., gini deh pokoknya selesai kuliah, aku langsung kesini, langsung...,expres deh....!! ", tukas Gilang sambil memegang dagu Dhea dan menengadahkannya ke atas lalu ia menatap Dhea dalam - dalam. Dhea pun tersenyum manis.


" Janji... ", ujar Dhea sambil menjulurkan jari kelingkingnya.


" Janji.... ", tukas Gilang mantap sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Dhea.


Dhea pun memeluk Gilang erat - erat. Hangat sekali rasanya bila berada dalam pelukan Gilang. Mudah - mudahan ini semua jangan cepat berlalu, dan akan bisa selamanya seperti ini, batin Dhea dalam hati. Kemudian ia memeluk Gilang lebih erat sambil memejamkan matanya.


"Hem..., kalau begitu aku pulang sekarang yah, lagian sudah sore.... ".


" Iya deh, Dhea engga berani nahan kamu lebih lama lagi, takutnya kamu dicariin ibu kamu.... ", ujar Dhea sambil tertawa kecil.


" Yuk...., aku mau pamitan sama Omah dulu..".


Dhea mengangguk, lalu menggandeng Gilang keluar kamar dan pergi ke belakang menemui Omah. Ternyata Omah sudah tidak ada di kebun belakang tapi malah sedang berada di dapur sambil mengiris bawang merah, Omah bernyanyi - nyanyi kecil. Ia terlihat menikmati lagu yang sedang di nyanyikannya saat ini, sebuah tembang manis dari miliknya Chrisye, yang berjudul "Anak sekolah". Dhea dan Gilang yang berada tidak jauh dari Omah cuma bisa tersenyum dan tertawa geli. Omah pun merasakan kehadiran mereka, tapi Omah tetap cuek. Dhea yang hendak mencolek Omah, tetapi dilarang oleh Gilang sambil menggeleng pelan. Dhea pun mengurungkan niatnya. Mungkin maksud Gilang biarlah Omah bersenang - senang. Tiba- tiba Omah berbalik secara refleks sehingga mengagetkan mereka berdua. Dan Omah langsung menangkap tangan Gilang dan Dhea lalu mengajak mereka berdua ikut larut dalam lagu yang sedang di senandungkan oleh Omah, sambil berjoget berputar - putar. Pak Karyo yang membawa ember kecil hendak mengambil deterjen pun tak luput dari ajakan Omah, dan akhirnya pak Karyo pun pasrah ikut menari - nari dan berputar - putar, bahkan ada sekali pak Karyo yang hampir terjatuh akibat ia terlalu bersemangat memutar badannya terlalu kencang membuat ia kehilangan keseimbanga,tapi untung saja Gilang sempat menangkap tangannya.Dan kini mereka ber empat pun bernyanyi sambil menari yang di komandoi oleh Omah. ( walau pun terpaksa tapi demi Omah, jadi..., mau engga mau...) .

__ADS_1


__ADS_2