
Saat ini Gilang dan Dhea pun sudah di jalan menuju cafe nya mas Eki. Dhea memeluk erat Gilang sembari merebahkan kepalanya ke punggung Gilang.
" Full speed !! " Lang...!! ", sahut Dhea.
" Jangan ah..!!, bahaya tau !!, disini kendaraannya padat banget.., so jangan macem - macem deh..!! ", sahut Gilang balik. Dhea cuma tersenyum lalu memejamkan mata menikmati hembusan angin kencang yang menerpa rambutnya sehingga meliuk - liuk seperti selendang.
Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah mencapai ditempat nya mas Eki, tepatnya didepan kedai. Kedatangan Gilang langsung disambut oleh mas Eki dengan senyum yang ceria. Ia pun berjalan ke arah Gilang.
"Hallooo bro...!!, apa kabar nih..?! ", sambut mas Eki sembari menjabat tangan Gilang dan Dhea. " Ini pasti yang namanya Dhea imut ", ujar mas Eki saat ia menjabat tangannya Dhea, Dhea cuma bisa mengulum senyum nya. Sedangkan Gilang malah cengar - cengir kaya kuda.
" Dhe...,kenalin ini yang namanya mas Eki.. ".
" Dhea..., tapi engga pakai imut.. ", ucap Dhea sambil tertawa lepas.
" Oke...,kalian duduk aja dulu. Eh..., Ipenk..!!, Ipenk mana Ipenk...?!, dimana tuh anak ?, engga ikut ya ? ", sahut mas Eki sambil celingak - celinguk.
" Ini baru aja mau saya jemput .. ", ujar Gilang.
" Oh..,belum datang ya ?, ya sudah.., Dhea tunggu aja disini yah, mas Eki panggil Ice dulu, biar bisa temenin Dhea disini. Dhea nya mau minum apa ? ".
"Jangan repot - repot deh mas Eki, entar aja ga apa", tukas Dhea.
" Ya jangan dong...,masa ga minum ?, ya deh.. tunggu sebentar ya", ucap mas Eki sambil berjalan masuk ke dalam kedai.
Gilang pun mencolek Dhea. "Aku jemput Ipenk dulu ya, sekalian mau bawa biolanya".
" Tapi jangan lama - lama ya Lang.. ".
" Oke deh bos..!!", sahut Gilang sambil tertawa.
"Amiiiiin.., mudah - mudahan Dhea bisa jadi bos kamu Lang", ujar Dhea tersenyum geli.
Lalu Gilang pun langsung menstarter motornya.
" Hati - hati ya Lang..!! ", sahut Dhea.
Gilang melambaikan tangannya dan berlalu dari situ.
Tiba - tiba seseorang mencolek Dhea dari belakang. Dhea pun tersentak kaget, sebab sedari tadi pandangan Dhea tidak lepas dari Gilang yang sudah menjauh. Dhea pun menengok kebelakang .
__ADS_1
" Rena ?! ", sahut Dhea gembira, ia pun berdiri lalu memeluk Rena eret - erat, Rena cuma tersenyum.
" Ya ampun..!!, ayo duduk sini..!!, ucap Dhea sambil menuntun Rena duduk di kursi yang berada disampingnya.
"Tumben.., sendirian aja ", ujar Deny.
" Gilang nya lagi jemput si Ipenk. Untuuung aja.., kalian cepet datang, kalau engga.., hem Dhea udah duduk disini sendirian engga ada yang nemenin", tutur Dhea sambil menggoyang - goyang tangan Rena saking senang nya. Rena pun tersenyum lagi.
"Memang nya mas Gilang sudah lama pergi nya ? ", tanya Rena.
"Belum sih.., baru aja pergi", ucap Dhea sambil cengar - cengir.
Lalu mereka bertiga pun sudah terlibat dalam obrolan yang seru sambil sesekali tertawa lepas. Saat itu Ice datang sambil membawa segelas minuman untuk Dhea. Belum saja Ice meletakkan minuman nya.
" Lho..!!, mas Deny sama Rena udah datang yah..?! ", tanya Ice sambil tertawa geli. " Ya ampuuuunn..., kok mas Eki engga ngomong sih, minumannya cuma kebawa satu satu aja yah..! ".
" Santai aja Ce..., ga usah bolak - balik gitu. Nanti aja deh sekalian sama yang lain, kalau udah pada datang.. ", tukas Deny sembari tertawa geli.
"ya udah deh, karena mba Dhea nya udah ada teman, Ice tinggal dulu yah, masih banyak kerjaan nih, sorry yah! ", tukas Ice.
" Iya engga apa Ce, lanjut saja deh ", sahut Deny. Dhea dan Rena cuma tersenyum kepada Ice. Lalu ia pun melangkah pergi.
" Ice itu istrinya mas Eki yah, mas? ", tanya Dhea kepada Deny sambil menunjuk ke arah Ice yang sudah berjalan ke dalam kedai. Deny pun tertawa lepas.
"Adik ??!, ah kirain Dhea.... ".
" Ha...ha.., bukan..., bukan. Ice itu kan pacarnya... ", belum habis Deny berujar.
" Oh iya...!!, pacarnya mas Ipenk !! , iya...iya... Dhea baru ingat sekarang", sahut Dhea penuh semangat.
Sementara Dhea sedang asyik ngobrol dengan Deny dan Rena. Gilang sudah sampai lagi di kampus. Rupanya Ipenk sudah menunggu Gilang di pintu gerbang sambil menenteng sebuah biola.
"Ayo Penk, langsung saja naik...!! ", sahut Gilang. Ipenk pun langsung naik keatas motor.
" Oke, jalan saja...!! ".
" Apa kaki kamu sakit penk? ", tanya Gilang sambil tertawa.
" Sudah engga sih..., memangnya kenapa ? ".
__ADS_1
" Engga kenapa cuma hanya saja, soalnya mau aku ajak joget dangdut di tempat mas Eki.
"Ayo..!! siapa takut...?! ", tantang Ipenk. Lalu mereka berdua pun tertawa lepas.
Dalam waktu setengah jam motor yang dikendarai Gilang sudah sampai di samping kedai mas Eki. Mereka pun turun dari motor, keadaan di tempatnya mas Eki masih begitu ramai, hanya ada sebagian tamu yang ada di situ duduk dan mengobrol. Gilang berjalan ke arah Dhea sedangkan Ipenk langsung menuju kedalam kedai.
" Bawa apaan tuh Lang? ", tanya Deny sambil menunjuk kotak yang sedang di tenteng oleh Gilang.
" Biola...., buat performance nanti mas", ujar Gilang sambil tersenyum.
"Wah, bakalan heboh nih ! ".
" Ya engga lah mas..., baru pemula sih".
"Dia itu orangnya kurang percaya diri mas", tukas Dhea kepada Deny, Gilang jadi cengar - cengir mendengar perkataan Dhea.
" Ayo Dhe, katanya mau ketempat, paman kamu, biar mas Deny sama Rena disini saja, jangan gangguin deh ! ", ujar Gilang sambil mengedipkan matanya ke Dhea.
" jhiaaa!, napa juga buru - buru, kita engga merasa terganggu yah", sahut Deny. Dhea pun berdiri.
"Ren, kita tinggal dulu sebentar yah, Dhea mau cari paman Dhea dulu".
" Memangnya mau cari dimana Dhe? ", tanya Rena.
" Ada sih alamatnya", ucap Dhea sambil mengeluarkan sebuah kartu nama lalu memberikannya kepada Deny. Deny pun membaca alamat yang tertulis di sebuah kartu nama.
"Arman Kodir. S. E. ?, manager Lolipop swalayan. Jln. Tunas Ungu no 9-10 A..... ", baca Deny. Lalu ia mengernyitkan dahi.
" Jadi pamannya Dhea itu pak Kodir, manager supermarket yah ? ".
Dhea mengangguk. " jauh engga alamatnya mas? ".
" Ini mantan bos saya Dhea, dulu saya kerja di Lolipop swalayan ini. Tempatnya engga jauh, cuma jalan dari sini ke depan ruko, masih satu deret sama ruku ini, sudah kelihatan tulisan Lolipop swalayan",tutur Deny sambil tangannya menunjuk - nunjuk.
"Oh, jadi masih satu ruko sama kedainya mas Eki yah ? ", tanya Dhe lagi.
" Yuph..!!, engga jauh kok, sini saya anterin",
"Engga usah deh mas,kita bisa kok jalan kesitu kalau memang sudah dekat. Mas Deny temenin Rena saja disini. Deny pun mengangguk.
__ADS_1
" Ya deh..., tapi jangan lama - lama yah..! ", sahut Deny.
Gilang pun kemudian melambai kan tangannya ke arah deny. Kemudian Gilang dan Dhea pun berjalan ke ruko samping.