
Tidak perlu terlalu jauh untuk mencari, sebab dengan berjalan sedikit keluar dari deretan ruko dekat kedainya mas Eki, Gilang dan Dhea sudah bisa melihat tulisan besar di atas sebuah supermarket.
"Tuh dia Lang..!!, Lolipop Swalayan..!! ", sahut Dhea.
" Ayo langsung ke sana ".
Tiba - tiba Ipenk memanggil mereka dari belakang.
" Lang..!!, pada mau kemana nih? ".
" Dhea, mau nemuin pamannya sebentar di lolipop swalayan", tutur Gilang.
"Jangan lama - lama yah, acaranya udah mau mulai, mungkin sekitar dua puluh lima menit lagi", ujar Ipenk. Gilang dan Dhea mengangguk.
Ipenk pun berjalan balik ke kedai, Gilang dan Dhea langsung menuju ke supermarket.
" Tapi kayanya udah mau tutup deh", ujar Gilang kepada Dhea.
"Masa sih...? ".
" Itu karyawannya sudah mulai beres - beres..", tukas Gilang sambil menunjuk kearah kaca. Memang jelas sekali terlihat dari depan kalau karyawan di dalam sudah mulai berbenah, Gilang dan Dhea pun mencoba melangkah masuk, sambil tersenyum Dhea melangkah kearah kasir.
"Permisi mba, saya mau cari pak Kodir, apa orangnya ada? ", tanya Dhea ke seorang kasir wanita yang badannya hampir setinggi Dhea.
" Oooh.., mau ..., mau cari pak Kodir ? ", ujar kasir itu tersenyum kaku.
" Pak Kodir?, kayanya sih tadi sudah keluar deh", ujar seorang karyawan yang agak kurus.
"Lho itu kan tadi To, udah lama, memangnya waktu pak Kodir balik kesini kamu engga tau ?! ", ujar karyawan yang lebih tinggi dan berbadan tegap.
" Engga lihat sih ko Aceng, soalnya tadi sibuk banget sih", ujar karyawan yang kurus kecil itu.
"Tunggu sebentar yah, biar saya panggilkan dulu pak Kodir nya", ujar karyawan yang tinggi itu sambil berjalan ke belakang.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, karyawan yang tinggi itu sudah berjalan keluar lagi sambil di ikuti oleh seorang bapak - bapak yang berbadan kurus tinggi dengan kepala botak di bagian tengahnya.
"Ini orangnya pak", ucap karyawan yang tinggi tegap sambil menunjuk ke arah Dhea.
" Oooohh..., iya..., Dhea..!! ", sahut bapak yang baru keluar itu.
" Paman..!,Paman sehat?! ", tanya Dhea.
" Ya begitulah, kaya yang kamu lihat sekarang, saya sehat - sehat, bagaimana dengan kamu De ? ", tanya bapak yang di panggil paman oleh Dhea.
" Dhea juga sehat - sehat kok", ujar Dhea sambil tersenyum.
"Gimana kabar papa kamu ?, sehat ?., terus... papa engga pulang ya? ".
" Papa sehat - sehat juga, tapi engga mau pulang, papa mah selalu sibuk terus , katanya sih nanti mau nyusul Dhea, eh malah ditunggu - tunggu sampai sekarang belum kesini juga..", tutur Dhea sambil cemberut. Pamannya cuma tertawa lepas.
"Maklum lah, papa kamu dari dulu memang seperti itu, orangnya pekerja keras, tapi itu kan demi kamu juga".
Pamannya pun cuma tersenyum.
"Ehm..., kamu bawa bodyguard dari mana Dhe? ", tanya pamannya sambil menunjuk Gilang yang berdiri di samping Dhea. Lalu pamannya pun tersenyum kepada Gilang.
" Oh iya Lang, kenalin...., ini paman Dhea, dia adiknya mama yang paling bungsu", ucap Dhea sambil memperkenalkan pamannya ke Gilang. Gilang pun menjulurkan tangannya sembari tersenyum.
"Saya Gilang om.. ".
" Pak Kodir..", ucap pamannya Dhea sambil menjabat tangan Gilang.
" Ayo kita cari tempat ngobrol sambil minum kopi ", ajak pamannya Dhea. Lalu mereka bertiga pun berjalan keluar supermarket. Baru berjalan tidak berapa jauh, tiba- tiba seorang karyawan wanita memanggil pamannya Dhea.
"Pak..!!.. Pak Kodir..!! ", panggil karyawannya. Pamannya Dhea pun mendadak menoleh ke arah karyawannya.
Setelah berbicara sesaat, pamannya Dhea pun berbalik dan melangkah pergi bersama Dhea dan juga Gilang. Ternyata mereka bertiga berjalan ke kedainya mas Eki. Suasana di kedainya mas Eki memang sudah mulai ramai, dan mereka bertiga pun bergabung duduk dengan Deny dan Rena yang sudah menunggu mereka di sana.
__ADS_1
Tidak berapa lama, karyawan yang bekerja di supermarket milik paman nya Dhea pun sudah pada ikutan nimbrung disitu.Mereka semua tampak bercanda dengan hebohnya disitu, dan yang sering membuat guyonan adalah Dhea dan paman nya, dengan sesekali mereka memberikan tebakan - tebakan yang mengocok perut. Tiba - tiba Ipenk datang sambil membawa nampan yang berisi beberapa gelas minuman segar menghampiri mereka semua.
"Nah itu dia bos nya...,sudah datang ! ",sahut Gilang sambil menunjuk ke arah Ipenk. Ipenk pun mendelik ke arah Gilang, lalu semuanya pun tertawa lepas. Kemudian Ipenk pun berujar.
" Tolong semuanya jangan pada rebutan yah...!!, yang belum dapat minuman tenang aja, dibelakang masih banyak air kobokan..!! ", ujar Ipenk sambil cekikikan.
" Huuuuuu..!! ", teriak semua yang duduk disitu.
Lalu Ice pun keluar juga sambil membawa nampan yang isinya sama dengan yang di bawa oleh Ipenk. Ice pun memberikan minuman kepada para tamu juga teman - teman dari mas Eki yang hadir disitu.
Sesekali terdengar riuh canda dan tawa di sekeliling situ. Semuanya tertawa gembira. Walaupun acara nya belum dimulai tapi hampir semua tempat duduk sudah terisi. Untung saja hari ini cuaca benar - benar bersahabat, sehingga mas Eki tidak perlu mencemaskan acara nya yang akan berlangsung malam ini.
Tidak lama kemudian, setelah semua tempat duduk sudah terisi penuh, dan para undangan sudah hadir semua, maka mas Eki berjalan keluar untuk membuka acaranya.
Semua alat - alat sudah diperiksa dengan teliti, termasuk mikrofon,speaker, soundsystem dan kabel - kabel, semuanya tidak ada masalah.Mas Eki pun mulai membuka acara.
"Ya selamat malam semuanya.., pertama - tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan bersyukur kepada-Nya, karena kita semua telah di beri kesehatan sehingga bisa berkumpul disini semuanya, dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih buat kalian semua karena sudah bisa hadir disini. Pada malam yang cerah ini juga pada kesempatan yang bagus ini, akhirnya saya bisa meresmikan cafe baru yang memang sudah lama kami rancang bersama rekan saya, mas Deny Prayoga", tutur mas Eki sambil menunjuk ke arah Deny yang langsung di balas dengan lambaian tangan.
"Dan setelah melewati banyak eksperimen serta perubahan, pada akhirnya kami sepakat untuk mengubah kedai boba ini menjadi sebuah cafe, masih dengan berbagai macam minuman akan tersedia disini. Nah.., tanpa berpanjang lebar, maka saya akan meresmikan, Imagine Cafe .
Semua tamu yang ada disitu pada bertepuk tangan riuh setelah mas Eki menarik tali yang mengikat pada sebuah kain. Setelah kain itu tersibak, maka tampaklah tulisan " IMAGINE CAFE " ,yang terbuat dari bahan stainless dengan hiasan lampu kecil berwarna - warni dipinggir tulisan,dan rancangan tulisan itu hasil kolaborasi Deny dan mas Eki.
"Terima kasih, atas dukungan dari kalian semua. Dan tidak lupa juga, malam ini kita semua akan kedatangan seorang tamu yang juga sahabat saya, dan dia akan menghibur kita semua yang ada disini dengan performance nya yang luar biasa, dan tanpa berpanjang lebar serta tanpa mengurangi rasa hormat saya, para hadirin semua, kita sambut dengan meriah..!!!, Gilang Aditya Pradana !!! ", sahut mas Eki yang langsung disambut dengan tepuk tangan serta sorak - sorakan yang riuh dan ramai mengiringi Gilang yang langsung maju ke depan sambil menenteng biola nya. Ia pun berdiri didepan kedai sambil menghadap ke arah pengunjung yang memadati kedai itu. Dhea yang terlihat paling antusias, sebab di antara semua pengunjung, tepuk tangannya lah yang paling kencang.Deny dan Rena tersenyum gembira, lalu Gilang pun menyampaikan beberapa patah kata.
"Ehm..terima kasih buat semuanya yang hadir disini pada malam ini.Juga terima kasih banyak buat mas Eki", ucap Gilang sambil tersenyum kepada mas Eki dan dibalas mas Eki dengan anggukan kepalanya. " Karena telah memberikan saya kesempatan untuk menghibur kalian semua yang hadir disini. Dan doa saya, semoga cafe ini bisa memberikan rezeki yang bagus buat mas Eki dan Ice, serta bisa menghasilkan berkah buat mereka berdua. Amin".
"Oke..., sambil menikmati hidangan yang ada disini, saya akan menghibur kalian dengan satu persembahan dari miliknya Vanessa Mae yang berjudul " STORM ".
Tepuk tangan riuh pun mengiringi Gilang yang sudah siap dengan biolanya. Tidak lama kemudian semua tamu yang hadir disitu sudah tersihir oleh permainan biolanya Gilang yang benar - benar memukau, sesekali ia meliuk - liuk mengikuti hentakan irama yang keluar dari setiap gesekan senar nya yang tanpa sedikit pun melakukan kesalahan. Decak kagum pun terdengar memenuhi tempat itu. Dhea bahkan dibikin sampai meneteskan air mata karena saking takjubnya terhadap Gilang. Deny pun sampai tidak berkedip, matanya pun berbinar - binar.
Mas Eki sudah menyiapkan handycam nya tepat terpasang didepan Gilang. Itu dipasang untuk merekam kesemua acara yang diselenggarakannya malam ini, begitu juga dengan Ipenk yang mencoba merekam kehebatan Gilang dengan handphonenya dan juga ada beberapa tamu yang ikut merekam aksi Gilang malam ini. Setelah Gilang mengakhiri permainan biola nya, segenap tamu yang hadir disitu langsung memberikan aplaus yang luar biasa , Gilang pun tersenyum gembira. Mas Eki pun langsung berjalan ke arah Gilang .
"Benar - benar luar biasa, benar - benar menghibur. Terima kasih buat mas Gilang, benar - benar suatu kehormatan, anda mau tampil di acara pembukaan cafe baru saya", ucap mas Eki sambil berjabat tangan dengan Gilang. Setelah itu Gilang pun berjalan kembali ke tempat duduk nya. Deny dan Rena pun masih bertepuk tangan. Pak Kodir pun mengacungi jempol kepada Gilang. Dhea yang pastinya langsung memeluk Gilang dengan perasaan bangga, sambil menyeka air matanya.
__ADS_1