
Tidak berapa lama Ipenk pun keluar, jalannya terseok - seok,Gilang yang melihat langsung buru - buru menghampirinya.
" Gimana keadaan kamu bro? ", tanya Gilang sambil merangkul Ipenk dan membantunya berjalan.
" Sudah agak mendingan, engga begitu parah sih", jawab ipenk.
" Kamu yakin penk ?".
" Yaah seperti yang kamu lihat... ".
Gilang pun tersenyum begitu juga ipenk.
" Baguslah bro.....,kalau begitu, kita pulang sekarang... ", ajak Gilang yang di sambut Ipenk dengan anggukan kepala dan senyuman khas Ipenk.
Mereka berdua pun berjalan berlahan - lahan ke pintu depan rumah sakit.
" Eh...,tunggu sebentar bro..!", ujar Gilang tiba - tiba.
" Mau kemana Lang..? ".
" Ke bagian administrasi...,mau bayar dulu bro... ",
" Sudah di bayar Lang... ", jawab seseorang.
Gilang pun menengok kearah belakang, kearah datangnya suara itu. Gilang pun terkejut.
" Pak Heri...?, kok.. pak Hery tau kita ada di sini ? ". Tanya Gilang lalu menengok kearah Ipenk kemudian ke arah pak Heri lagi.
" Tadi pak Heri menelponku Lang, lalu aku bilang kalau kita ada disini, dirumah sakit. Gilang cuma mengangguk, lalu buru - buru memapah Ipenk.
" Pak Heri bilang akan datang kesini menjemput kita", ujar Ipenk lagi sambil berjalan pelan - pelan. Pak Heri pun berjalan menghampiri mereka.
" Bagaimana keadaan kamu Penk? ", tanya pak Heri.
" Yah...sudah agak mendingan pak", jawab Ipenk sambil tersenyum. Gilang cuma diam ia terlihat cemas.
" Baiklah kalau begitu, kita antar kamu pulang dulu".Ipenk mengangguk. Dan mereka bertiga pun berjalan kedepan rumah sakit.
__ADS_1
" Kalian tunggu disini dulu, bapak mau ketempat parkiran mobil, biar kalian naik dari sini nantinya ".
Pak Heri pun berjalan sendiri kearah parkiran.
" Pak Heri kenapa menelpon kamu bro? ", tanya Gilang cemas.
" Biasa Lang mau ngajak latihan", jawab Ipenk santai. Gilang cuma diam, ia sedikit panik.
" Kenapa kamu Lang...?, kaya orang bingung gitu? ", tanya Ipenk heran.
" Eh bro...,pokoknya kamu harus bantu aku yah...,please... ", mohon Gilang.
" Memangnya ada apa sih Lang?, panik banget ? ".
" Ak...aku.....,hari ini ...aku ngga bisa ikut latihan.. ", ujar Gilang gugup.
" Lho kenapa ?, tumben.., biasanya kamu antusias banget....?",ujar Ipenk heran sambil mengernyitkan dahi.
"Tat....tapi Penk, ini darurat banget... ".
" Apalagi sih...?, hmmm...pasti mau ketemu sama Dhea ya ? ".
"Ipenk gitu lhooooo...., selalu memberi solusi bagi yang membutuhkan ", ucapnya bangga.
" Nah makanya itu, aku sayang banget sama kamu Penk.. ".
Ipenk pun kaget dan melompat mundur dari Gilang. Perhatian orang - orang disitu pun tertuju ke arah mereka berdua.
" Gila kamu Lang..!!, kamu masih normalkan ?!! ", tanya Ipenk sambil melotot. Gilang cuma ketawa - ketawa.
" Kaki kamu udah engga sakit Penk ? ", tanya Gilang sambil menunjuk kearah kaki nya Ipenk. Dan Ipenk yang tadinya melompat mundur baru sadar kalau kakinya sedang sakit.
" Astaga..!!, wadaaaaaaw...!!, sakittt...!!, sakit banget kakiku...!! ".
Gilang pun tak kuasa menahan tawanya, ia pun terpingkal - pingkal sambil memegang perutnya.
Sesaat kemudian datanglah mobil pak Heri dan berhenti didepan mereka. Gilang pun memapah Ipenk maju dan membantu Ipenk duduk ke dalam mobil dengan hati - hati. Setelah itu, pintu ditutup, Gilang pun menyusul masuk lewat pintu sebelahnya. Tidak berapa lama mobil pak Heri sudah berada ditepi jalan tapi sayangnya arah yang mereka lalui kini sedang padat, dan mereka bertiga pun terjebak dalam kemacetan.
__ADS_1
" Ya ampun apalagi nih...?! ", gumam Gilang pelan. Ia tampak begitu gelisah. Sebentar - sebentar ia mengeluarkan handphone dan melihatnya. Tiba - tiba pak Heri angkat bicara, suaranya memecah keheningan disitu.
" Lang....., hari ini kamu punya waktu kan? ", tanya pak Heri sambil memandang kaca spion tengah, lalu memandang kembali ke arah jalan yang ada didepannya.
Gilang pun mendelik kearah Ipenk yang sedang enak tiduran. Karena Ipenk sedang asyik, maka Gilang pun menyikut lengannya. Ipenk pun tersantak bangun. Lalu ia seperti sedang mencari - cari sesuatu.
"Lagi cari apaan penk? ", bisik Gilang. Ipenk diam bengong.
" Apel yang kamu kasih dimana Lang? ", tanya Ipenk culun. Gilang pun mendekap mulutnya sambil menahan tawa. Lalu Gilang pun menyikut Ipenk lagi sambil mendelik - delikkan matanya.
" Apaan....? ", tanya Ipenk polos.
Lalu Gilang memberi isyarat kepada Ipenk, kalau pak Heri sedang berinteraksi dengan mereka berdua. Karena dirasanya tidak ada yang menjawab, pak Heri pun mengulangi pertanyaannya.
" Lang...hari ini kita bisa latihan kan? ".
Gilang mendelik kearah Ipenk lagi, lalu memberi isyarat padanya. Ipenk yang disenggol tiba - tiba, akhirnya gugup.
" I ...iya...ada apa pak Heri?".
" Gilang hari ini bisa latihan ngga? ", tanya pak Heri.
" Eh...an...anu pak..., Gilang hari ini off dulu deh, biar temenin saya dulu pak. Saya lagi butuh bantuannya... ", jawab Ipenk
" Emm...begitu ya Lang? ", pak Heri mencoba memastikan.
" I ...iya pak, biar saya jagain Ipenk dulu hari ini,.....takutnya nanti ia membutuhkan sesuatu. Jadi saya berjaga - jaga di kamarnya sambil menemani Ipenk.
" Gitu ya...?, em...baiklah kalau begitu, lain kali saja baru kita latihan. Sekarang kalian berdua bapak antar pulang kerumahnya Ipenk,dan kalian istirahat saja".
"Iya deh pak Heri, terima kasih banyak", jawab Ipenk.
Gilang pun bernafas lega,giliran Ipenk yang mendelik. Gilang boleh saja bernafas lega karena hari ini pak Heri menangguhkan latihan dan menggantinya lain waktu. Tapi Gilang masih belum bisa senang dulu, karena sekarang ini mereka masih berada di dalam mobilnya pak Heri. Dan mobil itu masih terjebak dalam kemacetan." Oh God ",bisik Gilang sambil mendesah. Ada sekitar satu jam lebih, keadaan pun berangsur - angsur pulih, perlahan - lahan kemacetan semakin mereda. Terlihat beberapa petugas dari kepolisian yang sedang sibuk mengatur lalu- lintas, dan ternyata kemacetan itu disebabkan oleh traffic light atau lampu lalu - lintas yang tidak menyala, semuanya padam akibat dari mati lampu yang terjadi di wilayah sekitar situ.
Akhirnya mereka bertiga pun bernafas lega, kendaraan pun di pacu lebih kencang tapi masih dalam batas yang normal. Tidak berapa lama mereka sampai di depan rumah nya Ipenk. Gilang yang turun terlebih dahulu, langsung berlari ke pintu samping dan membukanya,lalu Gilang memapah Ipenk turun dari situ. Ipenk tampak kesakitan karena sesekali ia mendesis.
" Baiklah...., bapak pulang dulu, kalian istirahat saja, lihat beberapa hari ini kalau ada waktu kosong, baru kita rencanakan untuk latihan berikutnya . Lagian besok,bapak harus keluar kota, masih banyak urusan yang harus bapak selesaikan. Nanti kalau sudah pulang pasti bapak kabari, oke? ". ujar pak Heri sambil tersenyum kepada Gilang dan Ipenk.
__ADS_1
" Baik pak Heri, kami mengerti", ucap Gilang sambil tersenyum kecil.
Tidak berapa lama, mobil pak Heri pun melaju pelan, meninggalkan Gilang dan Ipenk yang masih melambaikan tangannya.