
Saat ini Gilang terlihat sedang berpikir, sambil menggigit - gigit bibir bawahnya.
"Ojol....,ojol...,hem siapa yah..? yang jadi ojol di perumahan dekat sini...?, em...ahaaa..!, mang Ucup...!!, ya...ya...ya.., mang Ucup kan temannya bapak, pasti enak ngomongnya. Gilang pun langsung cabut dari kamarnya, terus buru - buru ke pintu depan. Bapak dan ibu yang sedang asyik menonton televisi pun terusik dengan Gilang yang tiba - tiba berlari lewat disitu.
" Sudah malam, mau kemana Lang? ",tanya ibunya.
" Em... ", sejenak Gilang tampak ragu, tapi ia tidak bisa berbohong dengan orang tuanya .
"Gilang mau ke rumah Dhea sebentar bu..".
"Hah...!! malam - malam begini..?!,apa engga salah Lang...?!, nanti kamu bisa di ciduk polisi, apa ngga bisa tunggu besok saja...?", ujar bapaknya.
" Dhea lapar ,minta tolong di belikan makanan...".
"Tapi gimana kamu ngomongnya?., sama penjaga di komplek itu... ? ".
" Gilang harus nyamar jadi ojol, dan mengantarkan makanan pesanan Dhea.. ".
"Apa harus sampai segitunya..?!", apa kamu yakin Lang....,kaya gitu engga ketahuan? ", ujar ibunya cemas.
" Yakin dong bu, pokoknya ibu tenang aja, lagian niat kita kan baik, bukan jahat... ".
" Ya sudah , kamu hati - hati saja. Kalau bisa cepat pulang, ngga enak ke rumah orang malam - malam gini, lagian kalian kan belum nikah.... ".
" Iya....bu, Gilang akan kembali secepatnya".
Setelah mengucap salam kepada bapak dan ibunya. Gilang pun mengeluarkan motornya dan siap - siap menjalankan misinya malam ini, yaitu misi kerumah Dhea, dengan cara menyamar menjadi ojol atau ojek online.
Gilang pun segera kerumahnya mang Ucup untuk meminjam jaket ojol nya. Cuma butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di rumahnya mang Ucup. Gilang memarkir motornya kemudian ia pun turun dari situ. Gilang melangkah kedepan pintu karena ingin mengetuk nya. Tapi setelah di panggil - panggil dan diketuk - ketuk tetap saja tidak ada orang yang keluar. Gilang tetap menunggu lalu diketuknya sekali lagi baru terdengar suara langkah dari dalam rumah., pintu terbuka dan keluarlah seorang ibu - ibu, istrinya mang ucup, Gilang memang mengenalinya.
"Assalammualaikum bu", sapa Gilang sopan.
" Waalaikum salam....., ada apa Lang? ".
" Mang Ucupnya sudah pulang belum bu? ".
" Oh..., tadi sih sudah pulang, tapi pergi lagi, engga bilang sih mau kemana, memang cari mang Ucup ada keperluan apa Lang? ".
"Saya mau pinjam jaket ojolnya mang Ucup bisa ngga bu...., cuma sebentar saja, nanti saya kembalikan lagi".
" Oh itu ada sih, kayanya mang Ucup punya lima buah jaket. Gilangnya masuk saja pilih sendiri mau yang mana.... ", ujar istrinya mang Ucup mempersilahkan Gilang untuk masuk dan memilih sendiri jaket ojol yang mau di pinjam.
" Yang ini saja bu, nanti saya kembalikan".
"Ngga apa Lang, besok- besok juga boleh, masih banyak gantinya ini.... ".
" Em... Baik lah kalau gitu... ,saya pamit dulu bu, soalnya buru - buru... ".
" Iya...iya, hati - hati Lang, jangan terlalu buru - buru juga".
"Ah...iya saya ngerti bu, terima kasih. Assalammualaikum bu... ".
__ADS_1
" Waalaikum salam..".
Setelah memakai jaket ojolnya, Gilang pun melesat pergi untuk mencari kedai bakso. Tidak sulit bagi Gilang untuk menemukan kedai bakso, soalnya boleh di bilang di hampir sepanjang jalan yang ia lewati, rata- rata penjual bakso dan mie ayam, selain itu ada penjual ketoprak, nasi goreng dan Lamongan. Bakso urat pun sudah ada di tangan Gilang, tanpa menunggu lama, Gilang langsung menuju ke rumah Dhea. Sesampainya di pos penjagaan ternyata Gilang langsung di periksa oleh security yang berbadan gendut.
"Berhenti dulu ya mas, coba tunjukin kartu identitasnya dan helmnya juga tolong di buka... ".
Lalu kartu identitas Gilang di periksa oleh security yang gendut.
Gilang jadi deg - deg'an wajahnya mulai berubah cemas. Masalahnya ia takut di tanyai kartu keanggotaan ojek online. Gilang pun menunduk tidak berani memandang security itu. Lalu petugas itu memandang Gilang dan ia berujar.
" Lang..., Gilang..., tumben malam - malam begini masih nganter pesanan... ".
Gilang pun tersentak kaget, lalu ia memandang security itu dengan heran.
" Bapak ini siapa ?, kok...kenal sama saya yah...? ".
" Sombong kamu Lang, masa gitu saja lupa... ", ujar security gendut itu sambil membuka topinya.
" Mem...memet....?, ini bener Memet ya..?!, masya Allah..., beneran ini kamu Met...?!! ", teriak Gilang seolah masih tidak percaya.
" Ya iyalah, memangnya kamu kira siapa? ".
" Oke... Oke..., tunggu sebentar ya Met..., nanti saya balik lagi, saya mau ngantar ini dulu", tukas Gilang sambil menunjukkan bakso pesanan Dhea.
"Nanti kita ngobrol lagi Met, kam...kamu engga kemana - manakan...?! ", ujar Gilang sambil berjalan kemotornya.
" Lha..lagian saya mau kemana sih Lang?, saya kan kerjanya ya disini", tukas security yang bernama Memet itu sambil tertawa. Gilang pun masuk ke komplek tanpa menemui kesulitan. Dan kini tinggal memanggil Dhea keluar, Gilang berdiri di depan pintu gerbang sambil memegang handphonenya yang sudah terhubung dengan Dhea.
" Aku sudah di depan pintu rumah nih".
"Pintu rumah kamu atau pintu rumah Dhea, Lang? ",tanya Dhea sambil tertawa lepas.
"Yalaaah ini anak, mau di jitak yah?, cepetan sini...!! ".
" Iya..., iya..., galak banget sih ojolnya", celoteh Dhea.
Gilang cekikikan. Sambungan telepon pun di tutup. Dhea keluar sambil mengendap - endap, takut menimbulkan suara, nanti malah ketahuan Omah, kalau ketahuan pak Karyo sih masih bisa kompromi. Pintu depan rumah pun di buka, tapi menimbulkan sedikit suara berdecit, yang menandakan bahwa engsel pintu harus di lumuri minyak biar tidak kering. Sesampainya di depan, Dhea pun berlari - lari ke arah pintu gerbang, tapi tiba - tiba Dhea berhenti.
"Ya ampun...kunci...kuncinya..., gumam Dhea pelan sambil berlari masuk ke dalam rumah Gilang yang melihat itu pun jadi ikut panik. Tidak lama kemudian Dhea keluar lagi sambil berlari, sesampainyadi depan pintu kuncinya pun dipasang, tapi.
" Astaga.... kok engga bisa masuk..., engga bisa nih Lang... ", ujar Dhea panik.
" Coba saya lihat... , ka..., kayanya ini bukan kuncinya deh... ".
"Masa sih Lang...? ".
Dhea pun mengamati kunci itu dengan seksama.
" Oh iya, ini kunci pintu belakang yang dekat dapur... ".
Dhea pun berlari masuk kedalam rumah. Gilang jadi bengong.
__ADS_1
Tidak berapa lama Dhea berlari keluar lagi sambil mengacung - acungkan kuncinya, tapi kuncinya malah terjatuh ke bawah mobil.
Dhea pun mencari sambil membungkuk, tapi karena disitu tidak ada lampu penerang jadi agak sedikit gelap, sebab lampu hias di taman sudah tidak begitu terang, jadi cahayanya tidak mampu menjangkau sampai ketempat Dhea yang sedang mencari kunci, yang ada Dhea hanya meraba - raba.
"Aduuuh, kemana sih... ? ".
" Dhe.. ada engga", bisik Gilang dari depan pagar.
"Tunggu bentar Lang....., naah ini dia... ".
Lalu Dhea pun berdiri dan berlari ke arah pintu pagar lalu membukanya. KLeK..!!
" Akhirnya.... ", ujar Dhea senang. Setelah pintu dibuka, Dhea langsung memeluk Gilang dengan semangat. Rona diwajahnya memancarkan kebahagiaan yang tiada tara.
" Senang banget ketemu kamu Lang... ".
" Yaaaaahh.., kan baru tadi sore aku pulang dari sini.... ".
" Tapi engga tau kenapa, kok rasanya kangen banget sama kamu, Lang...... ".
" Namanya juga kasmaran Dhe, apalagi kan kita baru jadian, baru pacaran, iyakan..? ".
Dhea tidak menggubris. Yang ia tahu hanya memeluk Gilang erat - erat.
" Dhe...ini baksonya.. ".
" Engga mau ah..., buat kamu aja Lang.. ".
" Lho kok.., tadi katanya lapar, minta di beliin bakso... ".
" Dhea engga kepingin baksonya, Dhea cuma kepingin ojolnya aja... ".
Gilangpun jadi cekikikan.
" Ssssstt..., nanti kedengaran Omah", ujar Dhea pelan, sambil menutup mulutnya Gilang.
"Iya..., maaf deh....maaf.... ".Gilang pun cengar - cengir.
Lalu Dhea pun memeluk Gilang lagi, seolah - olah ia takut sekali kehilangan Gilang.
" Ya sudah, lebih baik sekarang baksonya, kita makan sama - sama., gimana..? ".
Dhea pun tersenyum sambil mangangguk dan berujar.
" Siap bos...!!! ".
" Amiiiiiiiinnn...., ya mudah - mudahan nanti, saya bisa jadi bos kamu.. ".
Lalu Gilang dan Dhea pun tertawa lepas, tapi tiba - tiba mereka berdua berhenti tertawa dan menutup mulutnya, sambil mendelik mereka berdua pun menahan nafas.
Tidak lama kemudian, terlihat Gilang sudah asyik menyuapi Dhea makan makan bakso, sambil sesekali Gilang ikut makan.
__ADS_1