
Dhea tampak sedang mencari - cari sesuatu dibawah pohon. Dan sepertinya ia sudah menemukannya. Ternyata sesuatu yang sedang ia cari itu adalah sebuah batu yang sedikit lancip. Gilang yang sedari tadi melihat Dhea mencari - cari sesuatu pun, jadi bengong. Lalu Dhea pun terlihat sedang mengukir sesuatu di pohon . Gilang pun penasaran, kemudian ia pun bangkit dari duduknya dan mendekati Dhea. Gilang ingin melihat apa yang sedang dilakukan oleh Dhea. Dan ternyata Dhea sedang mengukir namanya dan nama Gilang di dalam sebuah gambar hati, yang di ukir oleh dhea juga. Dhea memandang ke arah Gilang, Gilang pun tersenyum, begitu juga Dhea.
"Dhea tanamin cinta Dhea sama kamu di dalam pohon ini Lang. Gilang hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian Dhea mengajak Gilang foto selfie dengan latar belakang pohon yang baru saja di ukir oleh Dhea.Lalu mereka terlihat asyik bercanda dan saling kejar - kejaran seperti anak kecil. Setelah asyik berlari - lari, akhirnya mereka beristirahat lagi duduk di bawah pohon .
"Lang...., mainan kamu masih ada ngga...? ", tanya Dhea tiba - tiba. Mood
" Mainan..., mainan apa Dhe....? ", tanya Gilang balik sambil menyeka keringat Dhea yang membasahi keningnya.
" Ha... Ha..., mainan yang dulu Dhea lempar keatas pohon belakang kamu itu.... " .
"Wah jangan tanya aku mainan itu deh, tanya si Lilis, dia yang terakhir mainin itu..".
Dhea jadi tertawa lepas.
" Jadi, mainan kamu di warisi ke Lilis semua yah?".
"Sebagian aja sih.., yang lainnnya sudah rusak sama aku..".
Dhea pun tertawa geli.
" Kamu jangan tertawa dulu Dhe, mainan kamu sendiri mana ? ", tanya Gilang.
" Dhea...??, Dhea mah mainannya boneka. Tau ga Lang ?,dulu boneka Dhea banyak banget Lang. Papa kalau beli buat ulang tahun Dhea, pasti yang dari luar negri, kalau mama sih lebih cinta sama buatan Indonesia. Cuma yang dari Indonesia kebanyakan bulu - bulunya lebih kasar, kaya Teddy bear Dhea yang warna coklat, bulunya engga halus... ", cerita Dhea.
" Bisa kehitung sama tangan ga, boneka kamu Dhe..? ", tanya Gilang.
Dhea menggeleng. " Sudah terlalu banyak Lang.Soalnya bukan disaat ulang tahun saja, kapan pun Dhea minta, pasti langsung dibeliin, pasti sudah ada di rumah.. ". Cerita Dhea sambil tertawa lepas.
" Terus, sekarang..boneka - boneka Dhe dimana ? ,apa masih ada ?".
"Sudah pada dikasih - kasih'in saudaranya Dhea, Lang. Kalau saudara - saudara yang pada main kerumahnya Dhea, pulangnya pasti bawa boneka. Dulu sih, yang sering main kerumah Dhea itu Fya, anak bibinya Dhea, makanya Fya yang paling banyak bawa pulang bonekanya. Tapi setelah itu, Dhea minta lagi, pasti di beli'in lagi.. ", tutur Dhea sambil tertawa geli.
" Memang anak manja sih.. ", ledek Gilang.
" Iiiiihhh.., manja apaan sih..? ", protes Dhea sambil mengacak - acak rambutnya Gilang.
__ADS_1
Gilang cuma pasrah. Dhea yang melihat rambut Gilang acak - acakan, malah tertawa cekikikan. Gilang pun keki, lalu ia menjitak kepala Dhea, tapi pelan.
" Adawww!! ", teriak Dhea lebay.
" yailaaaah, cuma pelan gitu kok.
Dhea pun pura - pura menangis. Gilanga malah kelimpungan.
Dhe...., Dhea, kamu kenapa?, tad... tadikan aku cuma pelan - pelan aja kok".
Dhea tetap aja cuek sambil nangis.
"Iya deh, saya minta maaf yah", ujar Gilang sambil membelai - belai rambut Dhea.
Tiba - tiba Dhea bangkit lalu mengacak - acak rambut Gilang lagi, lalu kabur meninggalkan Gilang yang lagi mencak - mencak.
" Dheaaaa!!, awas yah.... !! ", ujar Gilang yang langsung bangkit dan mengejar Dhea, tapi Dhea larinya benar - benar kencang, jadinya Gilang kewalahan sendiri.
" Dhe..., tunggu!! ", ucap Gilang larinya makin pelan lalu nafasnya tersengal - sengal. Tiba- tiba Gilang sesak nafas, lalu ia tersungkur ke tanah. Dhea yang keasyikan berlari, sampai tidak sadar kalau Gilang sudah tidak mengejarnya. Tapi setelah terasa lelah Dhea pun berhenti sambil melihat lihat sekeliling tapu sepi
" Lang..., Gilang...., Gilang di mana kamu? ".
" Gilang...!!, Lang..!! ", teriak Dhea panik sambil berlari kearah Gilang yang masih terbaring di situ.
" Gilang?!!, Lang!! ", kamu kenapa Lang ?! ".
Dhea mulai panik, dan hampir menangis.
" Lang...!!, bangun Lang..!!, Gilang..!!, tolong jangan bikin Dhea takut Lang..!! ", teriak Dhea sambil mengguncang - guncang tubuh Gilang. Tapi tetap saja tidak ada respon. Dhea pun mulai nangis.
" Laaang...!!, bangun Lang !, Gilang...! ". Suara Dhea semakin melemah, ia pun dengan sekuat tenaga membalikkan tubuh Gilang.
Setelah mengarahkan tenaga penuh, akhirnya tubuh Gilang pun sanggup di balik oleh Dhea. Dan yang ada Gilang malah tertawa sampai tidak bisa mengeluarkan suara lagi, sambil memegang perutnya, Gilang semakin ingin meledakkan tawanya. Dhea pun hanya bisa bengong melihat Gilang. Tapi semenit ia berlutut, baru ia sadar kalau ia sudah di kerjai oleh Gilang dan itu adalah Prank paling parah yang pernah ia dapati.
Iiiiihhhh!!!, Gilaaaang !! ", teriak Dhea membahana di seluruh taman, Gilang saja sampai kaget dan berhenti tertawa. Lalu Dhea berjongkok sambil menangis sesenggukan. Gilang jadi merasa bersalah kemudian Gilang mendekati Dhea perlahan - lahan, lalu memegang bahunya.
__ADS_1
" Dhea..., Dhea...., kamu engga apa - apakan? ".
Tapi Dhea tetap saja menangis, lalu Gilang berusaha memeluknya. Tapi tiba - tiba saja secara spontan dan refleks Dhea melayangkan sebuah tinjunya yang langsung mengenai pipi Gilang sebelah kiri. Gilang pun seperti melayang dan kemudian jatuh tersungkur. Dhea pun kaget bukan main.
"Ya ampun Lang..?!!, Gilang..!! ", teriak Dhea lebih panik. Gilang pun meringis kesakitan, tapi ia buru - buru bangun, karena ia tidak mau Dhea khawatir lagi seperti tadi, sampai menangis seperti tadi, Gilang jadi kasihan.
Dhea buru - buru memeluk Gilang.
"Ya ampun Lang, maafin Dhea ya Lang, Dhea engga sengaja.., Dhea benar - benar engga sengaja Lang.. ", ucap Dhea masih sesenggukan.
" Aku..., aku juga minta maaf Dhe, udah ngerjain kamu sampai kaya gitu.., aku kelewatan banget Dhe... ".
Dhea cuma diam. Lalu Gilang memapahnya berdiri.
" Kamu engga apa - apakan Dhe ? ", tanya Gilang penuh rasa khawatir.
Dhea mengangguk. Lalu Gilang pun memeluk Dhea lagi erat - erat.
" Lang...", panggil Dhea masih dalam pelukan Gilang.
" Ya Dhe..".
" Kalau kita sudah pacaran beberapa bulan, mau engga kamu melamar Dhea.., kita married Lang ? , soalnya Dhea engga mau nunggu terlalu lama..., Dhea mau nya bisa - bisa sama kamu setiap harinya Lang.. ".
Gilang jadi terdiam, ketika ditanya tiba - tiba oleh Dhea tentang ini. Gilang seperti belum siap, apalagi saat ini, ia masih kuliah, belum lagi kegiatan musiknya yang me'rong - rong disetiap hari - hari nya.
" Lang..?, kok diam ?, ka..kamu...,kamu belum siap ya..? ".
" Ak...., aku..., aku... ", ucap Gilang gugup.
" Ya sudah..,engga apa - apa kok Lang, kamu.., kamu jangan dimasukin ke dalam hati yah, itu cuma keinginan Dhea yang terlalu muluk... ".
" Sssshh...", ucap Gilang sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Dhea. " Dhe, kamu jangan ngomong seperti itu. Semua orang pasti punya keinginan, itu pasti bisa terwujud.. ".
" Tat..,tapi Lang...".
__ADS_1
"Emm.., aku akan pikirkan masalah ini, tolong kasih aku waktu.., oke.. ".
Dhea cuma mengangguk.