
Akhirnya Dhea juga bisa bernafas lega.Kini Gilang sudah menjadi bagian dari hidup nya.
Perasaan mereka kini menyatu dan membentuk cinta yang baru. Dan kisah mereka, berharap bisa seperti dongeng, dongeng yang selalu menceritakan kisah - kisah yang indah, dongeng yang selalu mengubah mimpi menjadi kenyataan, dongeng yang selalu menjanjikan cinta abadi, dan dongeng yang menjanjikan kita penuh dengan impian.
" Kenapa tidak dari saat kita ketemu, kamu ungkapin cinta kamu Lang ? ", tanya Dhea sambil tersenyum manis. Gilang menggeleng.
" Saat itu aku belum bisa Dhe, saat itu aku sedang kacau".
Dhea jadi tertunduk. Gilang pun sadar apa yang baru ia katakan.
"Sudah yah, itu kan sudah berlalu, jangan kita bahas lagi, masa lalu tidak akan ada akhirnya, di bahas pun tidak akan pernah habis.
" Iya deh aku ngerti ", ucap Dhea pelan.
"Nah gitu dong.... ".
" Tapi kamu janji ya Lang, jangan ninggalin aku, sama seperti aku waktu meninggalkan kamu saat itu... ".
Gilang mengangguk " Iya aku janji... ".
" Beneran?".
"Beneran Dhe..., apa perlu saksi...? ".
" Perlu banget", ujar Dhea tersanyum. Gilang pun mencari - cari apa atau siapa yang bisa di jadikan saksi untuk cinta mereka. Tiba- tiba ia melihat ikan lele yang ada di bungkusan yang mereka makan. Itu juga sudah tinggal kepala, bagian body nya tinggal tulang belulang dan ekornya masih bergelantung.
__ADS_1
"Aku pilih dia jadi saksinya ",ujar Gilang sambil memungut ikan lele goreng yang sudah tidak utuh lagi. Dhea pun tertawa terpingkal - pingkal. Lalu mereka pun mengikat janji, bahwa cinta mereka selalu abadi dan tak pernah akan mati, lele ini pun jadi saksi.
Sesaat kemudian tampak Gilang yang sedang membersihkan sisa - sisa makanan, tapi banyak juga yang belum habis di makan.
"Kamu yakin ga mau makan lagi Dhe...? ".
Dhea menggeleng.
"Sudah ah Lang..., aku sudah kenyang...".
" Yuph..., kalau begitu aku beresin dulu yah.., biar yang belum kemakan disimpan aja, siapa tau malamnya kamu lapar Dhe.. ".
Dhea pun mengangguk.
" Lang, tolong ambilkan handphone Dhea donk, di samping meja".
"Lang duduk di sampingnya Dhea yah.. ".
Gilang yang tadinya duduk di samping ranjang pun merapatkan duduknya ke samping Dhea. Kemudian Dhea pun pelan - pelan membaringkan kepalanya ke bahu Gilang, lalu ia pun memejamkan matanya.
Sejenak Gilang ragu, lalu ia memberanikan diri untuk membelai rambut Dhea dengan penuh kasih sayang.Sebuah tembang "Right Here Waiting" yang romantis miliknya Richard Marx,benar - benar membuai Dhea terlelap dalam tidurnya. Lama kelamaan kepala Dhea pun terjatuh lunglai ke pahanya Gilang. Gilang tersentak kaget, karena tadi pun Gilang sudah hampir tertidur.
"Dhe..., Dhea....?, sudah tertidur... ", gumam Gilang sambil menghela nafas lega.
Ia pun memandang Dhea sambil tersenyum kecil. Lalu Gilang pun membaringkan kepala Dhea ke bantalnya dengan sangat hati - hati.
__ADS_1
Kemudian ia membelai rambut Dhea lagi dan mengecup pelan kening Dhea.
" Met malam Dhe,tidur yang nyenyak yah,moga mimpi yang indah...",bisik Gilang pelan dan ia pun bangkit, lalu duduk di kursi yang ada di samping ranjang, sambil menggenggam tangan Dhea, Gilang duduk berselonjor .Perlahan - lahan Gilang pun menengadahkan kepalanya ke atas, ia pun menghirup nafasnya dalam - dalam lalu menghela nya pelan - pelan. Sesaat kemudian, Gilang tampak sedang melamun sambil sesekali ia senyum - senyum sendiri. Entah apa yang ia bayangkan, tapi yang pastinya ia sedang merasakan kegembiraan yang benar - benar sulit di lukiskan, itu tampak dari wajahnya yang bersinar - sinar ceria. Seperti ini kah rasanya jatuh cinta, batin Gilang dalam hati, lalu ia pun senyum - senyum lagi sendiri. Gilang pun berujar pelan.
"Ternyata benar apa kata pujangga, "Jika Cinta, Jangan Ragu".Gilang pun mengangguk - anggukkan kepalanya. Lalu Gilang termenung, ia membayangkan masa - masa kecilnya, dimana saat ia sedang bermain bersama Dhea waktu itu. Membayangkan kejadian - kejadian yang lucu dan sesekali Gilang tertawa cekikikan.Dan kini,mereka sudah besar, sudah sama - sama dewasa, malah akhirnya bisa saling jatuh cinta, Gilang pun jadi geleng - geleng kepala seakan masih belum percaya kalau Dhea kini sudah menjadi pacarnya.Tapi lamunannya tiba - tiba buyar di karenakan Dhea yang juga tiba - tiba bangun dan memanggil nama Gilang.
"Lang...., Gilang... ".
" I...,iya Dhe..., aku.. aku disini.. ".
" Lang ..., kamu.., kamu masih disini kan ?, ka..., kamu jangan pergi yah... ".
" Engga kok.., aku engga pergi ke mana - mana.. ".
" Ak...aku takut Lang..., aku.. aku mimpi buruk.., aku bermimpi,tiba - tiba ada yang ingin memisahkan kita Lang. Ada dua orang dan tampang mereka begitu menyeramkan, ak.. aku jadi takut sekali Lang..! ", ucap Dhea hampir menangis. Gilang pun berusaha menenangkan Dhea yang kelihatannya benar - benar sedang ketakutan.
" Ssstt..., Dhea..., Dhea dengerin aku yah.., itu..itu semua cuma mimpi.., cuma mimpi buruk .Jangan membayangkan yang bukan - bukan, aku akan jagain kamu disini, pokoknya kamu engga usah takut karena aku akan selalu jagain kamu, oke.? ".
Tapi Dhea belum bisa tenang, wajah nya begitu ketakutan. Gilang pun kasihan melihat Dhea yang ketakutan seperti itu. Ia buru - buru memeluk Dhea dengan erat.
" Kamu harus percaya sama aku Dhea, kita akan selalu bersama sampai kita tua, kamu harus percaya bahwa cinta kita akan seperti dongeng yang penuh dengan keindahan, dongeng yang penuh dengan keajaiban,..".
"Kamu engga bohong kan Lang ?, kalau cinta kita akan seperti dongeng.Dongeng - dongeng yang indah, benarkan Lang ? ".
Gilang mengangguk pelan, lalu memeluk Dhea erat - erat. Dhea tampak masih melamun,membayangkan mimpi nya tadi.Tidak berapa lama, Dhea pun sudah tertidur lagi dengan lelap di pangkuannya Gilang. Gilang menghela nafas, Ia pun memikirkan mimpi Dhea tadi, tapi pada akhirnya ia harus melupakan kejadian itu, dan tidak ingin mengungkit tentang mimpi itu dan ia menganggap mimpi itu adalah bunga tidur yang tidak nyata.
__ADS_1
Malam itu, udara memang terasa pengap, tidak seperti biasanya. Karena malam ini seperti akan turun hujan. Dan benar saja, , tidak begitu lama, hujan pun mulai turun begitu deras membasahi jalan - jalan yang sudah sepi, Tetesan - tetesan air hujan pun membias ikut membasahi pohon - pohon dan juga daun - daun yang rantingnya meliuk - meliuk tertiup angin malam.Tampak nya hujan malam ini akan terasa begitu panjang dan akan terus turun sampai hari menjelang pagi.
Di mana matahari akan mulai memancarkan cahaya nya yang panas.