Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Perhatian Kecil


__ADS_3

.


Malam itu via tidak pulang ke rumah papi rusdi, Via mencoba menghubungi fico tapi panggilan via di abaikan oleh fico.


Di rumah keluarga pak Rusdi, pak Rusdi menunggu kepulangan via dan fico.


" Assalamualaikum pi." salam fico menuju ruang tamu dan menyalami tangan papinya


" Waalaikumsalam nak, mana via. kenapa dia tidak bersama mu." tanya pak rusdi


" Bukannya via sudah pulang pi, tadi via nelfon saat fico masih nyetir mobil, jadi fico abaikan panggilan via." jawab fico. memang fico mengabaikan panggilan via, fico berfikir via hanya tanya dimana keberadaannya fico dan saat itu juga fico sedang konsentrasi menyetir mobil.


" Tidak nak, via belum pulang sejak izin keluar dari tadi siang." sahut papinya


" Fico akan mencari via ke rumah ayah Mizan dulu pi, siapa tahu dia ada di sana." jawab fico sambil berjalan keluar rumah


Fico mencoba menghubungi Via kembali, tapi Via tidak menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


" Kemana dia pergi, kenapa sampai malam seperti ini pun belum kembali pulang. sangat merepotkan." gumam fico


Setelah sampai di rumah keluarga Mizan, fico bertanya kepada mama yanti apakah via ada di dalam atau tidak. saat mama yanti bilang via ada di kamarnya dan beliau bilang via sedang tidur, fico bisa bernafas dengan lega. Fico sebenarnya juga sangat khawatir saat via belum pulang, tapi dia tidak terlalu memperlihatkan kekhawatirannya tersebut.


Ceklekk...


Fico melihat sang istri yang telah tertidur pulas, dan fico menarik selimut untuk menyelimuti istri kecilnya tersebut.


Fico diam-diam memandangi wajah cantik via dan tersenyum. " Dia benar-benar cantik kalau di lihat dari jarak dekat seperti ini" batin fico di dalam hati


ceklekk..


" Pak fico juga ada di sini, pasti mau jemput via ya." tanya heni kepada dosennya tersebut.


" Ya, niat awal mau jemput via. soalnya papi nanya dia terus" jawab fico


" Pak, boleh saya ngomong sesuatu." kata Heni

__ADS_1


Fico mengangguk dan mereka berdua memutuskan untuk berbicara di luar kamar karena tidak mau mengganggu via tidur. Heni menceritakan semua kejadian yang telah terjadi kepada Via, Fico kaget dan tidak menyangka kalau Ratna senekat itu berbuat jahat kepada Via.


" Saya harap bapak bisa menjaga via pak, meski via anaknya keras kepala. tapi via anak yang baik hati. kalau begitu saya pamit dulu pak, niat saya mau nginep disini nemenin via, tapi karena bapak sudah ada disini, saya pamit pulang, dan sampaikan salam saya kepada via pak." kata heni


Fico hanya mengangguk dan tidak menjawab ucapan Heni. dan langsung masuk kembali ke dalam kamar istrinya.


" Mas fico, kenapa mas fico bisa ada disini." tanya via, kini via sudah bangun dan duduk di pinggir ranjang.


" Kenapa kamu nginep disini tidak kabari saya." tanya fico menatap via


" Tadi aku sudah menghubungi mas fico, tapi mas fico tidak angkat telfon ku." jawab via


Fico maju perlahan dan duduk disebelah via. Fico mencoba menyentuh dahi via, tapi karena kaget via memundurkan dirinya kebelakang


" Maafkan mas, Heni sudah menceritakan semua yang terjadi kepadamu, maaf gara-gara mas kamu telah disakiti oleh Ratna." kata fico


Via hanya mengangguk dan tersenyum, Via melihat wajah vico agak khawatir kepadanya dan dia merasakan senang. Dia sangat bahagia saat mendapatkan perhatian kecil dari Fico

__ADS_1


# LIKE, KOMEN, DAN VOTE YA... AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP. Terima Kasih ❤️🖤


__ADS_2