
Disela acara reuni berlangsung, via dan heni tampak menikmati hidangan yang telah di sediakan di acara tersebut.
" Nggak nyesel aku ikut mas reza datang ke acara ini vi, kita bisa makan enak." Ucap heni kepada via
" Nggak usah lebay gitu deh hen, kayak mas reza nggak bisa beliin makanan seperti itu ke kamu aja." Sahut via
" Hahaha, bercanda vi. Kamu tuh emang nggak bisa di ajak bercanda sedikitpun ya." Ucap heni
" Udah ah, jangan makan terus. Kita nyamperin suami kita aja yuk." Ajak via
Via dan heni yang tadinya izin kepada suami-suami mereka untuk makan, kini mereka mencari keberadaan suaminya. Via menghampiri suaminya yang sedang berkumpul dengan banyak teman-teman fico semasa SMA.
" Mas."
" Udah kenyang ?"
" Udah mas."
" Oh iya teman-teman, kenalin ini istri saya. Namanya via." Ucap fico mengenalkan via kepada teman-temannya
" Gue kira lo belum nikah, taunya udah mau punyak anak aja lo." Ucap salah satu teman fico bernama angga, ia mengamati tubuh via yang tengah hamil besar.
" Iya co, kapan lo nikah ? Kenapa ngga kasih kita-kita semua undangan pernikahan lo." Sahut heru
" Sorry semuanya, pernikahan aku sama via memang diselenggarakan secara tertutup. Tapi, nanti setelah via lahiran aku bakalan ngundang kalian semua ke acara penyambutan anak pertama kami." Ucap fico
__ADS_1
" Oke oke, jangan lupa undangan." Sahut beberapa teman yang lainnya
" Oke, gimana kalau kita main permainan untuk mengisi waktu kekosongan kita saat ini." Ucap angga
" Boleh juga tuh ide lo, kita main truth or dare aja setuju nggak." Ucap heru
" Oke, gue panggil beberapa temen yang lain dulu." Sahut angga.
Angga memanggil tiara, tanti, putri, reza dan heni untuk bergabung ke permainan truth or dare.
" Oke, semua udah kumpul. Sekarang gue akan muter botol ini, nanti jika botol ini menunjuk salah satu dari kalian. Kalian harus pilih jujur atau minum win satu gelas." Ucap heru
Semua telah berkumpul, heru mulai memutar botol yang berada di depannya. Putaran botol pertama mengarah ke arah reza, dan kali ini reza harus milih antara jujur atau harus minum win satu gelas yang ada di hadapannya.
" Gimana lo mau pilih jujur atau minum win ini." Ucap angga menyodorkan satu gelas win ke hadapan reza
" Wah sepertinya istrinya reza melarangnya untuk minum, berarti reza harus jujur. Siapa yang mau bertanya sama reza." Ucap tanti
" Aku." Ucap tiara mengangkat tangannya " za, gue mau tanya. Apa alasan lo mau ngurusin semua urusan restoran fico yang di serahin ke lo." Ucap tiara memberi pertanyaan kepada reza
" Itu mah gampang, jawabannya ya karena fico teman gue, lagian fico nawarin gaji tinggi ke gue." Ucap jujur reza, memang selama ini reza di gaji tinggi oleh fico untuk mengurus semua keperluan restoran fico yang sudah berkembang.
Fico tersenyum mendengar ucapan jujur yang di lontarkan oleh reza.
" Ah kurang seru pertanyaan lo ra. Sekarang gue puter lagi nih botolnya ya." Ucap angga.
__ADS_1
Kali ini botol berhenti ke arah Tanti, dan heru lah yang memberikan pertanyaan kepada tanti.
" Sekarang giliran gue bertanya sama tanti. Siapa cowok yang lo suka saat masih di SMA dulu." Ucap heru
Tanti terlihat diam, ia lama sekali tak menjawab pertanyaan dari heru tersebut.
" Eh malah ngalamun, ayo jawab pertanyaan dari heru. Apa lo mau minum ini aja." Ucap tiara
" Gue kan alergi sama minuman kayak gitu put. Tapi, masak gue harus jujur di sini sih." Ucap tanti berbisik kepada putri
" Ayo dong jawab, cepet." Ucap angga
" Iya nih lama." Sahut heru
" Gue... Eemmm.... Yang gue suka dulu waktu SMA adalah...." Tanti sulit menjawab, tapi tatapannya terus mengarah ke arah fico.
Via yang menyadari tanti menatap fico secara terus menerus mulai mengerti jika pria yang di sukai oleh tanti saat SMA adalah suaminya yaitu fico.
.
.
Hai 👋
Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏
__ADS_1
Dan jangan lupa mampir ke novel aku yang satunya " CINTA CLARIN " 🙏❤️