Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
menyalahkan diri sendiri


__ADS_3

~~ Pagi harinya


" Ma bangun ma." Ucap via berusaha membangunkan mamanya


" Eemm kamu udah bangun nak, maaf mama malah ketiduran." Ucap mama yanti


" Gapapa ma, sekarang mama pulang aja dulu. Mama ganti baju dan temenin adek di rumah. Nanti heni bakalan kesini nemenin via kok." Ucap via kepada sang mama


" Ya udah mama pulang dulu ya, nanti sore mama akan kesini lagi bawain kamu makan." Ucap mama yanti meraih tasnya lalu pergi dari ruangan rumah sakit tersebut.


Via menghampiri fico yang masih tertidur, sebenarnya tadi malam fico sudah siuman, tapi fico tak membangunkan via dan mama mertuanya karena ia melihat via dan mamanya tersebut tengah tertidur pulas.


" Mas, sampai kapan mas akan seperti ini." Ucap via membelai pipi fico


Via menyesali semuanya, via tidak menyangka jika keinginannya makan bakso di taman komplek akan membuat fico terbaring di rumah sakit seperti ini lagi.


" Maafin via mas, maaf sudah membuat mas fico seperti ini. Ini semua salah via, andai saja via tidak meminta mas fico nemenin via makan bakso di taman komplek, mas tidak akan terbaring lemah seperti ini." Ucap via terisak menangis

__ADS_1


" Kamu tidak salah sayang." Ucap fico yang tiba-tiba meraih tangan via dan menggenggamnya.


" Mas, kamu sudah bangun." Ucap via


Fico hanya mengangguk dan tersenyum. Ia senang saat melihat keadaan via baik-baik saja.


" Gimana keadaan kamu sayang, gimana keadaan calon anak kita." Tanya fico


" Aku baik-baik aja mas, calon anak kita juga sangat baik. Makasih sudah berkorban lagi mas, aku nggak tahu jika tidak ada mas tadi malam." Ucap via menahan tangisnya


" Mas akan melakukan apa saja asal kamu dan calon anak kita baik-baik aja sayang." Ucap fico


" Tapi mas nggak tahu seberapa khawatirnya aku melihat mas pingsan tidak sadarkan diri, tubuhmu penuh luka dan darah juga gara-gara aku mas." Ucap via menangis terisak tak mampu menahan air matanya lagi


" Maafin mas udah membuatmu khawatir, mas janji akan lebih berhati-hati." Ucap fico menggenggam tangan via


" Janji ya mas, via nggak mau melihat mas terbaring di tempat ini lagi, udah ke tiga kalinya mas berkorban demi aku. Aku nggak mau itu terjadi lagi." Ucap via

__ADS_1


" Maka dari itu, kamu berhenti kuliah ya sayang. Kamu nggak boleh kuliah dulu sampai kamu melahirkan dan sampai papi menemukan keberadaan ratna." Ucap fico


" Ratna ? Apa hubungannya dengan ratna mas." Tanya via bingung


" Waktu kita liburan, reza tidak sengaja memergoki ratna di kota tersebut, aku curiga kejadian semalam juga ada sangkut pautnya sama ratna, maka dari itu mas nggak akan izinin kamu pergi kemanapun tanpa di temani mas di sisimu." Ucap fico menjelaskan kepada via


" Iya mas, aku akan nurutin semua yang mas katakan. Sekarang mas istirahat dulu ya, aku mau ambil air di baskom buat ngelap tubuhmu mas." Ucap via


Fico hanya tersenyum dan mengangguk, betapa senangnya ia mendapat perhartian dari via seperti ini.


" Buka dulu bajunya mas, via mau ngelap tubuh mas." Ucap via


" Bukain dong sayang, mas kan lagi sakit." Ucap fico


Via hanya nurut dan membuka satu per satu kancing baju yang fico kenakan, fico tersenyum senang via menuruti semua yang fico katakan.


Via mulai mengelap seluruh tubuh fico, mulai dari dada hingga bagian-bagian tubuh yang mana hanya via yang bisa melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2