Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Makan siang bersama


__ADS_3

Setelah kurang lebih satu jam melakukan olahraha siang yang panas, mereka berdua segera membersihkan tubuh di kamar mandi. Fico membantu mengeringkan rambut via yang basah dengan handuk


" Mas ayo kita ke ruangan papi, ini sudah jam makan siang. Kasian papi menunggu kita lama." Ucap via


" Bentar sayang, mas bantuin kamu ngeringin rambut kamu dulu." Fico masih menggosokkan handuk di rambut via agar rambut via tidak basah.


Via tersenyum senang saat mendapat perhatian dari fico.


" Sudah selesai, ayo kita ke ruangannya papi." Fico telah berhasil mengeringkan rambut via dan mengajak via ke ruangan papinya untuk makan siang bersama.


Fico menggandeng tangan via berjalan menuju ruangan papinya, banyak mata yang memandang ke arah fico da via. Fico yang mengetahui banyak karyawan yang sedang memandanginya bersikap cuek dan bodo amat. Beda halnya dengan via yang merasa risih saat para karyawan menatapnya.


" Mas, kenapa banyak karyawan yang melihat kita seperti itu." Tanya via dengan nada pelan


" Mungkin mereka terpesona akan kecantikan kamu sayang."


" Tapi yang melihat ke kita kebanyakan karyawan wanita mas." Ucap via kembali


" Mungkin mereka iri melihat kecantikan kamu, atau mereka iri dengan kamu yang bisa menjadi istriku." Jawab fico santai


" Kalau mereka iri dengan kecantikanku itu tidak mungkin mas. lihat saja, mereka juga cantik-cantik mas." Sahut via


" Meski mereka cantik, tapi lebih cantikan istri mas sayang, apalagi kalau udah di kamar dan di atas ranjang, kamu bener-bener cantik sayang." Bisik fico di telinga via


Muka via kini memerah karena ucapan suaminya yang mesum tersebut. Via hanya menggeleng heran kenapa suaminya sangat mesum


" Dasar mesum." ucap via lirih namun fico mendengar ucapan tersebut

__ADS_1


" Mas kan hanya mesum sama istri mas doang, masa nggak boleh mesum sama istri sendiri."


" Iya deh boleh." Jawab via


" Ini ruangan papi." Tunjuk fico ke arah salah satu pintu memberi tahu via


Mereka kini berada di depan pintu ruangan papi rusdi. Via mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok


Tok


Tok


" Masuk." Jawab papi rusdi yang berada di dalam ruangannya


Ceklek


Via mendapati papi mertuanya tersebut sedang sibuk berkutik dengan berkas-berkas yang berada di meja. Bayak tumpukan berkas penting yang berada di depan papi mertuanya tersebut.


" Papi." Ucap via


Papi rusdi mendongakkan kepalanya ke depan, ia tak menyangka jika menantu kesayangannya tersebut datang ke perusahaannya.


" Nak via, kamu disini." Papi rusdi berdiri dari tempat duduk meninggalkan berkas-berkas pekerjaan dan menghampiri menantunya tersebut.


" Duduk nak." Titah papi rusdi kepada via dan fico

__ADS_1


" Pi via bawa bekal makan siang untuk kita." Ucap fico memberi tahu papinya tersebut


Via membuka rantang yang berisi makanan di atas meja, via mengambilkan makanan tersebut untuk papi dan suaminya.


" Kelihatannya ini enak sekali nak, makasih nak via, kamu tak perlu repot-repot seperti ini." Ucap papi rusdi yang mulai mengunyah makanannya


" Ini tidak merepotkan pi, via seneng bisa nganterin bekal kesini. Sekalian via bisa lihat-lihat perusahaan papi." Ucap via


Papi rusdi dan fico menikmati makan siang yang di bawa oleh via.


" Kamu juga makan sayang, kamu belum makan." Ucap fico memberikan suapan di mulut via


" Via makan sendiri aja mas, malu sama papi ih." Ucap via


" Gapapa sayang, nggak perlu malu. Lagian di sini cuma ada papi." Sahut fico. Via hanya mengangguk dan menerima suapan demi suapan yang di berikan oleh suaminya.


Papi rusdi yang melihat adegan romantis tersebut pun merasa senang, ia tak menyangka jika fico bisa jatuh hati dan mencintai via seperti saat ini.


.


.


.


.


Selamat membaca ❤️

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan bantu vote ya 🙏


TERIMA KASIH ❤️🙏


__ADS_2