
********
Sudah hampir satu jam via berada di dalam ruang persalinan, semua orang masih nampak khawatir menunggu kabar baik dari dalam ruangan tersebut.
Setelah sekian lama menunggu, terdengar suara tangisan bayi yang berasal dari dalam ruangan persalinan via. Semua orang merasa lega setelah mendengar suara tangisan bayi tersebut.
Dokter selvi yang membantu proses persalinan via keluar dari ruangan tersebut, ia memberitahukan kepada semua orang yang sedang menunggu di depan ruangan bahwa bayinya berkelamin laki-laki. Semua orang nampak bahagia mendengar ucapan dari mulut dokter selvi.
Setelah beberapa menit, via di pindahkan ke ruang rawat inap. Via akan di rawat beberapa hari karena keadaan tubuhnya masih lemas.
" Dok, apa kami boleh masuk." Ucap mama yanti bertanya kepada dokter selvi
" Iya boleh, silahkan pak bu." Ucap dokter selvi sopan
Semua orang masuk ke dalam ruangan dimana via di rawat. Via berbaring di atas ranjang, sedangkan fico dibantu oleh suster menggendong bayinya dan sedang mengadzani anak laki-lakinya yang baru saja hadir di kehidupannya.
Setelah mengadzani bayinya, fico memberikan bayinya kepada via agar memberikan asinya untuk pertama kali.
" Sayang, lihatlah baby boy kita tersenyum." Ucap fico yang merasa sangat bahagia
" Iya mas, dia tersenyum. Dia mirip banget sama kamu saat tersenyum" ucap via
" Kalian mau kasih nama siapa bayi ini nak ? apa perlu bantuan mama buat nyiapin namanya." Tanya mama yanti kepada fico dan via
__ADS_1
" Mas fico sudah menyiapkan nama untuk bayi kita ma." Ucap via
" Benarkah ? Siapa namanya ?" Sahut heni bersemangat
" Kenzo Julian Vernanda. Gimana menurutmu sayang." Ucap fico bertanya pendapat via
" Nama yang bagus mas." Ucap via tersenyum
" Kita akan manggil kamu kenzo sayang." Ucap mama yanti menatap bayi kecil yang berada di gendongan via.
" Mah, yah, kalian kalau capek bisa pulang duluan. Aku akan jaga via." Ucap fico
" Baiklah, kita pulang duluan nak. Kita nitip via sama kamu." Ucap ayah mizan kepada fico
" Gue juga pamit dulu co, selamat atas lahirnya anak pertama lo. Gue harus pulang, kasihan istri gue juga harus istirahat." Ucap reza
" Iya za, makasih ya. Dan makasih juga buat kamu hen, tadi udah mau bantu aku bawa via ke rumah sakit." Ucap fico berterima kasih kepada heni
" Sama-sama mas, kami pamit dulu ya." Ucap heni berpamitan
Kini di dalam ruangan tersebut tersisa, fico, papi rusdi, via dan bayinya yang sudah di beri nama kenzo.
" Papi nggak pulang." Ucap fico
__ADS_1
" Kamu usir papi nih ceritanya."
" Bukan begitu pi, aku cuma nyuruh papi pulang buat istirahat."
" Baiklah, papi akan pulang sekarang juga. Jaga via dan cucu papi baik-baik" ucap papi rusdi.
Fico menggendong si kecil kenzo dalam pelukannya, via tersenyum saat melihat interaksi antara ayah dan anaknya tersebut.
" Mas mendingan kamu istirahat juga, sini biar kenzo aku yang pangku." Ucap via
" Tidak sayang, kamu yang seharusnya istirahat. Karena setelah pulang, aku akan meminta persyaratan yang belum kamu penuhi." Ucap fico tersenyum
" Persyaratan apa mas ?" Tanya via bingung
" Kamu jangan pura-pura lupa, tadi pagi aku mengajukan satu persyaratan biar kamu bisa pergi ke apartemen reza." Ucap fico
" Kenapa nggak memintanya sekarang aja sih mas." Ucap via
" Tidak sayang, kamu habis melahirkan. Tidak baik kalau kita begituan." Ucap fico asal ceplos
" Begituan ? Maksudnya apa mas ?" Ucap via heran
" Aku ingin kenzo punya adik perempuan sayang." Bisik fico di telinga via
__ADS_1
Wajah via seketika memerah mendengar ucapan suaminya tersebut, ia tidak menyangka jika fico akan meminta dirinya mengandung anaknya lagi setelah beberapa jam yang lalu ia baru saja melahirkan anak pertamanya dengan fico.