
" Mas..." Ucap via lirih
" Hemmm, apa." Jawab fico yang sedang asyik dengan kedua mainannya tersebut. Fico sudah membuka baju yang di kenakan via entah kapan. Fico mulai gencar dan M****** kedua mainan kembar tersebut. Fico mulai membuka handuk yang di gunakan, fico hanya menggunakan handuk lantaran baru selelai mandi dan belum sempat untuk ganti baju.
" Sayang, sekarang ya, mas udah nggak kuat nahan." Kata fico
Via hanya mengangguk malu. Via selalu malu-malu setiap fico meminta jatah kepada dirinya. Fico mulai menindih tubuh via, m****** bibir via dengan rakus. Fico menyadari via kehabisan nafas, dan segera memundurkan wajahnya dari via, Fico tersenyum saat melihat istrinya tersebut menikmati sentuhan-sentuhan yang fico berikan. Fico mulai menyatukan juniornya dengan tubuh via, bagi fico semua tubuh via adalah candunya.
Fico menyudahi penyatuan setelah semua benih di tumpahkan kedalam rahim via, fico hanya bermain satu kali karena dia tau istrinya sangat kecapekan dari perjalanannya pulang tadi sore.
" Tidurlah sayang, mas nggak akan minta jatah lagi, malam ini cukup satu kali, mas nggak tega lihat kamu kecapekan." Ucap fico mencium kening via, lalu menarik selimut menutupi tubuh istrinya tersebut, Fico merebahkan tubuhnya tepat di samping istrinya dan memeluk via dari samping.
*****
Keesokan harinya, fico sudah mandi dan bersiap-siap barangkat kantor. Fico tersenyum saat melihat istrinya masih tertidur pulas. Fico menghampiri via dan duduk di tepi ranjang, fico memang sengaja membiarkan via bangun siang, karena ia tahu jika istrinya kelelahan atas perbuatannya tadi malam.
Via mulai membuka matanya, ia tersenyum saat fico memandanginya dengan penuh kasih sayang, itu terlihat dari tatapan lembut yang di berikan fico kepada via.
" Mas, kenapa nggak bangunin aku." Ucap via bangkit dari tidurnya
__ADS_1
" Mas nggak tega bangunin kamu sayang, kamu sepertinya kelelahan, kamu istirahat di rumah aja ya, kan kamu juga udah janji sama mas buat cuti kuliah." Ucap fico
" Iya mas, tapi nanti siang via boleh kan ke perusahaan papi nganterin makan siang buat mas fico dan papi." Sahut via
" Boleh, asal di anterin sama supir. Mas nggak ngijinin kamu naik mobil sendiri."ucap fico
" Ih kenapa sih mas, lagian juga biasanya aku bawa mobil sendiri." Kata via
" Nggak ada penolakan sayang, pokoknya ini buat kebaikan kamu juga, ingat nggak boleh bantah perkataan suami." Ucap fico tegas
" Iya iya, nanti biar supir yang anter via ke perusaan papi." Ucap via pasrah
" Bagus, ini baru yang namanya istri penurut. Ya udah kamu segera mandi. Mas buru-buru mau berangkat ke kantor sayang." Ucap fico
" Iya sayang, papi butuh bantuannya mas. Lagian papi sudah tua, mas nggak tega lihat papi kerja sendirian di perusahaan." Ucap fico.
Via segera mandi dan turun dari kamarnya, ia melihat suami beserta papi mertuanya sedang ngobrol di ruang tamu.
" Mas, belum berangkat." Tanya via menghampiri fico
__ADS_1
" Belum sayang, sengaja nungguin kamu turun dari kamar." Jawab fico
" Ayo pih, kita berangkat, fico udah lihat istri fico." Ucap fico tersenyum kepada papinya
" Dasar kamu ini." Ucap papi menatap anaknya tersebut. "Ya udah kami berangkat dulu ya nak, kamu baik-baik di rumah." Ucap papi rusdi ke via
Via menyalami tangan suaminya berserta mertuanya tersebut bergantian. Via memandangi mobil yang di gunakan fico hingga pergi meninggalkan halaman rumah.
****
Sesampainya di kantor, papi rusdi mengumpulkan semua karyawan dan mengenalkan fico kepada seluruh karyawan kantor. Banyak wanita yang bekerja di kantor tersebut takjub akan ketampanan fico, mereka semua belum mengetahui akan status fico yang sudah menikah lantaran memang pernikahan fico masih belum di ungkapkan dan belum ada acara resepsi antara fico dan via.
.
.
.
Hai terima kasih yang sudah mampir 🙏
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏❤️
Maaf jika masih banyak kata yang kurang tepat dan typo yang bertebaran 🙏🙏