
Di hotel
Lain halnya dengan reza dan heni yang lebih memilih untuk jalan-jalan di bandingkan berdiam di Hotel. Via dan fico lebih memilih untuk tetap tinggal di dalam kamar.
" Mas keluar yuk jalan-jalan." Ajak via
" Besok aja jalan-jalannya sayang, malam ini kita di dalam kamar aja ya sayang." Ucap fico
" Tapi aku laper mas, pengen cari makan." Ucap via
" Kita kan bisa deliv sayang, kita pesen makanan aja ya. Kita makan di dalam kamar ini aja." Kata fico
" Ya udah deh, aku pesen makanan dulu lewat aplikasi ya mas." Ucap via meraih ponselnya
Setelah memesan makanan, via duduk di tepi ranjang membelakangi fico.
__ADS_1
" Kamu kenapa sih sayang, kok duduknya membelakangi mas kaya gitu, kamu marah ya sama mas." Ucap fico memeluk via dari belakang
" Nggak kok mas, aku cuma pengen keluar jalan-jalan aja. Tapi mas nggak ngebolehin." Ucap via
" Mas capek banget sayang, maafin mas ya." Ucap fico mengusap perut rata via
Mendengar ucapan fico tersebut, via langsung melepaskan pelukan fico dari perutnya dan berputar badan. Kini via memandangi wajah suaminya. Memang benar, wajah fico terlihat sangat kecapekan , via mengurungkan niatnya setelah melihat wajah suaminya yang terlihat kelelahan tersebut.
" Mas capek ya, nanti setelah makan via akan pijitin badannya mas ya." Ucap via dan di angguki oleh fico
Fico menatap lekat wajah cantik istrinya, perlahan fico memajukan wajahnya, nafasnya sudah tak beraturan, fico segera ******* bibir tipis nan manis yang membuat fico selalu ketagihan. Via yang mendapat serangan dari bibir fico pun langsung menutup matanya dan menikmati setiap l*****n yang di lakukan bibir suaminya. Tangan fico tak mau diam, tangannya telah masuk ke dalam kaos via dan memainkan apa yang ada di dalam kaos tersebut, sesekali fico mengusap perut rata via dan sesekali fico m*****s kedua gundukan yang berada pada via secara bergantian.
Mereka hampir melakukan ciuman panas tersebut selama 15 menit. Fico semakin memanas, fico menatap mata via meminta izin dari via.
" Apakah boleh mas melakukannya." Ucap fico dengan nafas memburu
__ADS_1
Via hanya mengangguk malu-malu. Tanpa menunggu lama fico mulai memasukkan tangannya kembali dan memainkan benda kenyal yang berada di dada via. Semakin fico m****** benda kenyal tersebut, semakin tak tahan via menahan desahannya.
Fico mulai membuka baju via, dan nampaklah bukit kembar yang selalu menjadi mainannya itu setiap malam. Fico mulai maju dan m****** ujung dari gundukan tersebut. "Emmmhhhh....
Fico tersenyum saat mendengar desahan-desahan kecil dari mulut istrinya tersebut, fico membuka bajunya, dan saat ingin membuka celana panjang yang di kenakannya..
Tokk...tokkk...tokk...
" Sial siapa sih yang berani ganggu acara ritual gue." Ucap fico berjalan menuju pintu, sebelum fico membuka pintu fico terlebih dahulu memakai pakaiannya, sedangkan via segera memunguti baju yang berserakan di lantai dan berlari ke kamar mandi.
*******
Hai readers, makasih sudah mampir di novel saya 🙏🙏
Mohon maaf jika masih ada kata yang kurang tepat dan banyak typo yang bertebaran 😁
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏