
Fico bersiap-siap untuk mengantarkan via cek kesehatan ke rumah sakit, fico sangat khawatir melihat via yang sering muntah dan berwajah pucat.
" Ayo sayang." Ucap fico menghampiri via di depan meja rias
" Apa harus ke rumah sakit mas, aku gapapa kok, mungkin kecapekan dan masuk angin aja." Ucap via berusaha menolak ajakan fico ke rumah sakit
" Nggak sayang, kamu harus periksa kesehatan kamu hari ini juga, tadi aku udah menghubungi dokter keluarga kita. Ayo kita ke rumah sakit." Ucap vico membelai pipi via
Via hanya mengangguka dan menuruti kemauan suaminya tersebut.
*****
Sesampainya di rumah sakit via langsung masuk ke dalam ruangan dokter silvi. Via di periksa secara menyeluruh oleh dokter silvi.
" Gimana keadaan istri saya dok." Tanya fico
Dokter selvi tersenyum melihat kekhawatiran fico yang terlihat sangat jelas.
" Selamat pak fico, istri anda positif hamil. Usia kandungannya jalan 3 minggu." Ucap dokter silvi
" Beneran dok." Ucap fico yang tampak senang
Fico memeluk via lantaran senang mendengar bahwa via tengah hamil.
" Makasih sayang." Ucao fico yang masih memeluk via
" Iya mas, aku seneng banget. Nggak nyangka di perut aku ini ada calon junior." Ucap via sembari terseyum
.
__ADS_1
.
.
Setelah dari Rumah sakit, via dan fico langsung pulang menuju ke rumah dengan perasaan yang senang.
Sesampainya di rumah, via menuju ruang keluarga, ia mengambil beberapa camilan dan air putih guna untuk meminum vitamin yang di berikan oleh dokter silvi.
" Kamu lagi ngapain sayang." Ucap fico menghampiri via
" Mas, sini deh."
" Ada apa sayang." Fico langusung duduk di sebelah via
" Nanti malem jalan-jalan yuk mas, aku lagi pengen makan bakso yang di taman komplek depan." Ucap via
" Kamu nyidam pengen makan bakso, kenapa nggak kita beli sekarang aja." Ucap fico menatap via
" Tapi mas kan nggak punya motor sayang, terus pakai motor siapa ? Lagian udara malam nggak baik buat ibu hamil kaya kamu." Ucap fico
" Tapi kan lagi pengen naik motor mas, masa nggak mau nurutin kemauan dedek bayi sih. Ini tuh yang minta dedek bayi yang ada di dalam perut sini." Ucap via meraih tangan fico yang di letakkan dia atas perut via yang masih rata.
" Ya udah iya, nanti biar aku pinjem motornya reza." Ucap fico pasrah, ia tidak mau membuat via sedih. Sebisanya fico akan menuruti apa pun yang via minta.
.
Fico menghubungi via dan meminta reza mengantarkan motor ke rumahnya karena Ia tak ingin meninggalkan via sedikit pun.
Reza mengantarkan motor tersebut bersama heni, fico memberi tahu reza dan heni jika via saat ini tengah hamil. Mendengar kabar bahagia tersebut heni sebagai sahabatnya via merasa sangat senang atas kehamilan tersebut.
__ADS_1
" Assalamualaikum." Ucap bersamaan heni dan reza yang berada di depan pintu
Via sangat bersemangat mendengar suara sahabatnya tersebut berlarian menuju ke arah pintu seperti anak kecil. Sedangkan fico yang melihat tingkah via yang agak sedikit ceroboh menjadi khawatir.
" Waalaikumsalam." Ucap via yang membukakan pintu tersebut. Heni langsung memeluk via dengan senang, ia tak menyangka jika sahabatnya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
" Vi kamu beneran hamil ? Berapa bulan ?." Tanya heni
" Baru berjalan 3 minggu hen, doain ya semoga lancar sampai lahiran." Ucap via
" Pasti aku doain lah vi, ini kan ponakannya tante." Ucap heni mengelus perut via yang masih rata. Via tersenyum melihat heni yang tengah mengelus perutnya yang masih rata.
.
.
.
.
.
.
HAI semua 👋
Selamat membaca ya 🙏
Mohon maaf jika masih banyak kata yang kurang tepat dan banyak typo yang bertebaran 🙏
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote 🙏❤️