
****
Fico menahan rasa sakit di lengan tangannya, dia berusaha menenangkan ketakutan via.
" Kamu pergi keluar dan masuk ke dalam mobilku, bentar lagi reza akan datang. kamu tidak boleh keluar dari mobil sama sekali, bersembunyilah di dalam mobil." titah fico
" Tapi mas, via nggak mau ninggalin mas fico sendiri di sini." ucap via menahan tangisnya
" Percayalah sama mas, mas berjanji akan segera keluar menemui mu." kata fico menggenggam lalu mencium tangan via
Eric yang melihat pemandangan tersebut mulai tersulut emosi, wanita yang telah membuat jatuh hatinya bersama pria lain di depannya, meskipun eric mengetahui jika via sudah mempunyai suami, tapi eric tetap menyukai via dan ingin melenyapkan fico agar dirinya bisa bersama via selamanya.
" Ciihhh, aku akan membunuhmu, setelah itu aku akan membawa istrimu itu pergi dan memaksanya menikah denganku." ucap eric
" Jaga mulut kotormu itu b*****an, aku yang akan membunuhmu dulu." ucap fico menahan amarahnya
" Mas, aku mohon tenangkan dirimu, jangan kotori tangan mu dan berjanjilah, setelah aku keluar dari tempat ini mas jangan membunuh siapa pun, aku nggak mau melihat itu mas." ucap via menatap mata suaminya tersebut
__ADS_1
" Iya sayang, mas janji, sekarang kamu pergi dari sini." perintah fico kepada via.
Via langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut dan lari menuju mobil, via masuk ke dalam mobil dan langsung mengunci mobil tersebut dari dalam. saat via tengah menunggu kedatangan suaminya tersebut, tiba-tiba satu laki-laki lain yang menculiknya datang dan masuk ke dalam rumah kosong itu, via tampak khawatir akan keadaan fico, via sangat ingin masuk dan membantu fico, tapi via juga terlanjur berjanji kepada fico untuk tetap diam di dalam mobil.
Di dalam rumah kosong tersebut, fico menghajar habis-habisan eric.
" Siapa kamu, berani-beraninya menghajar temanku seperti itu." bentak jarwo yang baru masuk ke dalam rumah kosong tersebut. jarwo mengambil sebilah kayu yang berada di sampingnya dan maju untuk melawan fico.
Fico melawan jarwo dengan tangan kosong, fico menahan sakit di lengan tangannya dengan darah yang terus mengalir hingga ke jemarinya.
Brukkkk....
Suara sirine mobil polisi terdengar mendekat, Jarwo panik dan segera membopong temannya eric yang tak berdaya dan segera masuk mobil dan pergi meninggalkan rumah kosong tersebut.
Polisi segera turun untuk masuk dan melihat keadaan di dalam rumah kosong itu, tapi di dalam hanya ada fico yang tengah terluka parah dan berjalan sempoyongan ke arah reza yang baru saja masuk ke dalam rumah kosong.
" Fico..." teriak reza
__ADS_1
" Lo gapapa kan co, sorry gua telat soalnya jalan macet co." ucap reza membopong membantu fico berjalan
" Cepat kejar para bajingan itu za, jangan biarkan mereka kabur." kata fico terbata-bata
Polisi yang mendengar perkataan fico segera pergi dan mengejar mobil jarwo yang tengah kabur, sedangkan fico merasakan pandangan matanya kabur dan pingsan.
Via memberanikan diri keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, via syok mendapati suaminya yang tengah pingsan dalam keadaan babak belur.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE YA..
__ADS_1
Dan maaf jika masih ada kata yang kurang tepat dan typo yan bertebaran, soalnya ini karya pertama AUTHOR.
Terima kasih yang sudah mampir sampai episode ini.. 🖤❤️