
Heni tengah melihat via dan fico duduk di dalam lobby hotel, heni merasa senang jika sahabatnya tersebut bahagia.
" ayo vi, mas resa udah nunggu di depan." Ucap heni menghampiri sahabatnya tersebut
" Oh udah ya, ayo mas" via menggandeng tangan fico pergi meninggalkan hotel tersebut. Heni mengikutinya dari belakang
Mereka berempat menempuh perjalanan pulang berjam-jam, dan akhirnya sampai di kediaman keluarga Rusdi.
" Assalamualaikum." Ucap serentak
" Waalaikumsalam, eh anak-anak papi sudah pulang. Gimana liburannya sayang ? " Ucap papi rusdi menghampiri fico via reza dan heni
" Liburannya menyenangkan pi, tapi nggak tau kenapa mas fico ngajak cepet-cepet pulang." Ucap via
" Maafin papi ya sayang, papi lagi butuh bantuan fico di perusaannya papi." Ucap bohong papi rusdi. Sebelum fico pulang, fico telah menghubungi papinya terdahulu dan menceritakan semuanya tentang reza yang melihat ratna yang berkeliaran di kota tersebut, papi rusdi juga tajut jika ratna berbuat nekat mencelakai via, ia tidak ingin mantu kesayangannya tersebut terluka.
" Iya gapapa pi, via ngertiin mas fico kok." Ucap via meraih tangan fico lalu menggenggam tangan tersebut
" Makasih sayang." Ucap fico yang senang mendengar ucapan istrinya
" Eh nak reza, nak heni, kalian disini juga." Ucap papi rusdi melirik reza dan heni yang berada di belakang fico
" Iya pi, kita mau pamit sama papi sebelum pulang." Ucap reza
" Iya za, hati-hati ya pulangnya." Ucap papi rusdi
" Iya pi, asslamualaikum." Ucap reza lalu melangkah keluar rumah
__ADS_1
.
" Kamu keatas istirahat di kamar dulu sayang, aku mau bicara sama papi masalah perusahaan." Ucap fico membelai rambut via
Via mengguk dan melangkah pergi menuju kamarnya. Di kamarnya via langsung pergi mandi dan bersih-bersih lalu segera tidur. Via merasa sangat kecapekan menempuh perjalanan berjam-jam.
Sedangakan di ruangan kerja papi rusdi fico membahas sesuatu bersama papinya.
" Jadi apa rencana kamu co." Tanya papi rusdi
" Via udah aku suruh ambil cuti dari kuliahnya pi, dan via menyetujuinya." Ucap fico
" Bagus nak, lebih baik via berada di rumah sementara waktu. Anak buah papi sudah papi kerahkan untuk mencari wanita tersebut." Ucap papi rusdi
" Makasih pi, makasih atas bantuannya." Ucap fico menatap wajah papinya
" Kamu tidak perlu sungkan nak, jika kamu membutuhkan sesuatu, beri tahu papi. Papi melakukan semua ini untuk kalian berdua, papi tidak mau terjadi sesuatu sama via, papi sudah berjanji kepada Mizan untuk menjaga anaknya seperti anak papi sendiri." Ucap papi menjelaskan
" Terus gimana nak, kamu jadi kan mengundurkan diri sebagai dosen dan membantu papi di perusahaan." Ucap papi rusdi
" Iya pi, besok fico ikut papi ke perusahaan." Ucao fico
" Ya sudah, istirahatlah, kamu pasti lelah."
Fico beranjak pergi dan pamit kepada papinya untuk kembali ke kamar.
Fico membuka kamar dan mendapati via sedang tertidur dengan pulas, fico masuk dan langsung kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri.
__ADS_1
Selang 15 menit fico keluar dari kamar mandi, da melihat via yang sudah bangun duduk di tepi ranjang.
" Kamu kok bangun sayang." Ucap fico menghampiri via
" Iya mas, aku haus, Mau minum." Ucap via
Fico segera mengambil gelas yang berisi air putih yang berada di meja samping tempat tidur dan memberikannya kepada via.
" Ini minumlah." Ucap fico. Via segera meminum air yang di berikan suaminya hingga habis.
" Haus banget ya yang" tanya fico dan hanya mendapat anggukan dari istrinya
" Mas ih, tangannya jangan gatel deh." Ucap via kaget saat tangan fico mulai masuk ke dalam bajunya.
" Mas lagi pengen sayang, tadi waktu mas masuk kamu tidur dan mas udah berusaha nahan, tapi saat ini kamu udah bangun, ayo kita buat cucu untuk papi sayang." Ucap fico yang tangannya sudah masuk ke dalam baju via dan meremas kedua bukit kesukaannya tersebut.
" Mas......"
.
.
.
.
Nanggung banget ya 😁
__ADS_1
Hehe, selamat membaca ❤️
Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏