
Setelah menunggu 2 minggu, kini akhirnya via, fico, heni dan reza pergi liburan ke Bali. awalnya fico menolak via mengajak heni, tapi akhirnya fico membolehkan heni ikut karena via beralasan untuk mencomblangkan heni dengan reza.
" Gimana semua udah siap kan za." ucap fico menghampiri sahabatnya
" Udah, semuanya udah beres. tinggal berangkat doang." jawab reza
" Bentar mas, heni kan belom nyampe sini." ucap via
" Siapa heni." tanya reza heran
" Ooh, heni itu temen aku, entar aku kenalin ke mas reza deh." ucap via
Selang beberapa menit akhirnya heni tiba di kediaman keluarga rusdi.
" Sorry vi, gue telat. tadi macet di jalan." ucap heni
" Ya udah gapapa, eh iya hen. kenalin ini yang namanya mas reza temennya mas fico yang pernah aku ceritain ke kamu kemaren." ucap via mengenalkan reza kepada heni
" Hallo mas, nama saya heni, senang bisa kenalan dengan mas reza." ucap heni mengulurkan tangannya
__ADS_1
" Hallo juga heni, aku juga senang bisa berkenalan dengan temannya via yang cantik seperti kamu ini." ucap reza menyalami tangan heni
tiba-tiba pipi heni memerah tomat mendapat pujian tersebut dari reza.
" Wahh bener kata via, mas reza bener-bener ganteng." batin heni yang masih memandangi wajah tampan reza
" Woyy, malah ngalamun. ayo hen buruan masuk ke dalam mobil, kita berangkat sekarang." ucap via mengagetkan heni dari lamunannya.
Via tersenyum saat melihat heni terpesona oleh ketampanan reza.
Di dalam mobil fico dan via duduk di kursi belakang, sedangkan heni di depan di samping reza yang sedang mengemudikan mobil.
Sesampainya di Bali, fico, via, heni, dan reza langsung menuju hotel dimana mereka berempat akan menginap. fico telah memesan 3 buah kamar VIP untuk mereka semua.
" Wah keren banget vi pemandangannya." ucap heni berlari ke balkon kamarnya.
Via tidak langsung masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu, dia lebih memilih ikut heni ke kamar heni.
" Iya hen kamar kita bertiga memang pemandangannya langsung berhadapan dengan pantai, mas fico sengaja pilih kamar yang langsung berhadapan pantai katanya biar lebih romantis." ucap via menghampiri heni
__ADS_1
" Itu mah elu yang bikin tambah romantis, lha sedangkan gue cuma bisa jadi obat nyamuknya elu doang." kata heni
" Eeh ya nggak dong, kan lu bisa sama mas reza, itung-itung PDKT kan." jawab via
" Eh iya vi, lu bener juga. vi kalau boleh tau mas reza udah punya pacar ataupun gebetan gitu nggak sih." tanya heni
" Kalau pacar kayaknya belom deh, soalnya mas fico sering ngeledekin mas reza jomblo, tapi kalau masalah gebetan gue nggak tau." ucap via
" Aemoga aja belom vi, kayak nya gue tertarik deh sama mas reza." ucap heni
" Cie cie yang jatuh cinta pada pandangan yang pertama nih ye." ledek via tertawa. " udah ah, gue mau balik ke kamar gue, suami gue udah nungguin." kata via pergi meninggalkan heni
****
" Kamu kemana aja sih sayang" tanya fico yang melihat via barusan masuk ke dalam kamar
" Hehehe, maaf mas, tadi mampir dulu ke kamarnya heni ngobrol sebentar." ucap via
" Kebiasaan deh kamu, kalo udah ngobrol sama temennya lupa waktu, bahkan sampe lupa suaminya sendiri." sindir fico
__ADS_1
" Iya maaf suamiku sayang." via menghampiri fico dan langsung mencium pipi fico