
via berjalan ke arah suaminya, tempat duduk tersebut terhalang oleh tembok sehingga via tidak mengetahui jika ada yang duduk di depan suaminya tersebut.
" Mas, maaf lama." kata via
Via kaget saat melihat bu siska dan seorang perempuan tua duduk di bangku depan fico.
" Via, kamu juga ada di sini." tanya bu siska
" Aduh gimana ini, kalau sampai bu siska tahu pasti besok di kampus bakalan heboh." batin via yang masih memandangi fico dengan tatapan bingung
" Via.. viaa kenapa malah melamun. kamu ke sini sama siapa." tanya bu siska
belum sempat via berbicara, fico menarik tangan via untuk duduk di samping fico.
" Via kemari bersamaku, kami makan malam bersama." ucap fico enteng
" Be..benarkah, ada hubungan apa kalian sebenarnya." kata bu siska terbata-bata
__ADS_1
" Saya masih saudaraan sama pak fico, kebetulan tadi ketemu di luar dan makan bersama." ucap via bohong
Fico menatap via dengan heran, kenapa juga via berbohong seperti itu. fico tidak suka dengan jawaban via yang berbohong.
" Owh gitu toh nak, ibu kira tadi kamu pacar entah istrinya nak fico. berarti anak saya siska masih ada kesempatan untuk bersanding dengan nak fico." ucap bu alin
DEG...
Hati via sakit mendengar penuturan wanita paruh baya tersebut, via tidak menyangka kebohongannya tersebut membuat peluang wanita lain mendekati suaminya. Fico hanya diam dan bersikap dingin saat bersama via di depan orang lain.
Via masih tertunduk dan memakan makanan yang di hidangkan di depannya, sesekali fico melirik via yang diam dan tidak berani berbicara. sedangkan bu alin berbicara seolah-olah ingin menjodohkan fico dengan putrinya.
" Memangnya kenapa bu," ucap fico
" Jangan panggil bu, panggil saja tante biar tambah akrab, nak via juga panggil tante saja ya." kata bu alin
" Iya tante" ucap via singkat dan kembali menunduk
__ADS_1
" Gini nak fico, kalau kamu belum punya pacar ataupun calon pendamping hidup, gimana kalau kamu sama anak tante saja, kalian kan sama-sama jadi dosen, sama-sama ganteng dan cantik, kalian sangatlah serasi." ucap tante alin panjang lebar
uhukkk...uhuukkk
via dan fico keselek bersamaan. fico menatap via dan segera memberi via minum.
" Kamu nggak papa sayang." ucap fico tiba-tiba
bu alin dan siska yang berada di depannya pun kaget mendengar fico memanggil via dengan sebutan sayang.
" Maaf tante, saya tidak bisa bersama anak tante siska. saya hanya menganggap siska sebagai rekan dosen di tempat kerja, sedangkan saya sudah mempunyai istri yang sangat saya cintai, maaf jika istri saya tadi berbohong dan tidak berkata jujur tentang hubungan kami karena kami baru menikah dan memang pernikahan kami masih kami rahasiakan karena belum sempat mengadakan acara resepsi." ucap fico panjang lebar
bu alin dan siska seketika menatap via dengan tatapan sinis. sedangkan via hanya menunduk.
" Kenapa nak via berbohong seperti itu kepada kami, apa nak via berusaha membodohi kami." ucap bu alin membentak
fico yang tidak terima saat via di bentak seperti itupun merasa geram.
__ADS_1
" Tolong jaga kata-katanya tante, tante tidak berhak membentak ataupun memarahi istri saya." ucap fico yang berdiri dan menggandeng tangan via untuk pergi dari restoran tersebut.
" Kamu.. dasar pasangan yang tidak punya sopan santun." ucap bu alin