Dosen Galak Itu Adalah Suamiku

Dosen Galak Itu Adalah Suamiku
Ngidam


__ADS_3

" Eh iya vi, mas reza bilang kamu lagi ngidam naik motor ya." Tanya heni


" Iya nih hen, pengen makan bakso yang ada di taman komplek depan, terus belinya harus naik motor." Ucap via


" Hahaha, jangan-jangan anak kamu cowok vi. Makanya kamu pengen naik motor." Ucap heni bercanda


" Apapun jenis kelaminnya harus di syukuri hen, ini adalah anugrah yang di titipkan oleh Allah." Ucap via mengelus perutnya sendiri. " Eh iya mas reza mana hen." Tanya via


" Tuh di depan lagi ngobrol sama suami kamu, kayanya sih ngomongin masalah restoran." Jawab heni


" Eh iya, gimana persiapan pernikahan kamu hen." Ucap via


" Udah tujuh puluh persen beres vi, untungnya ibu sama mamanya mas reza mau bantuin persiapannya vi, kamu kan tahu pernikahan aku dan mas reza termasuk dadakan cepet banget." Ucap heni


" Ya iya lah, baru juga satu bulan kemaren kenalan, eh ini bentar lagi mau nikah." Ucap via tertawa


" Ya alhamdulillah dong vi, kan kamu seharusnya seneng sahabatmu ini akhirnya laku juga, hahaha." Ucap heni ikut tertawa.


" Kalian ngomongin apa sih." Sahut fico yang tiba-tiba masuk dan menghampiri via. Reza pun ikut duduk di sebelahnya heni


" Nggak mas, ini lagi bahas persiapan pernikahannya heni sama mas reza." Ucap via menjelaskan kepada suaminya


" Oh, mas kira tadi kamu ngomongi mas sayang." Ucap fico yang tanpa malunya kepada via, sedangkan heni dan reza merasa geli mendengarkan ucapan fico tersebut.


" Lama-lama lo jadi bucin sama via co." Ucap reza


" Biarin, bucin sama istri sendiri gak masalah dong." Ucap fico mengejek reza


" Iya deh iya, gue percaya lo bucin banget sama via. Buktinya via udah ngisi gitu." Ucap reza

__ADS_1


" Iya dong, gua kan buatnya tiap malam." Ucap fico


" Mas ih, ngomong nggak ada remnya sama sekali." Ucap via mencubit lengan fico


" Hahaha, gapapa sayang mereka sebentar lagi juga akan nikah. Pasti mereka juga paham kok." Ucap fico


.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu membuat mereka berempat menoleh secara kompak.


" Waalaikumsalam pi, papi kok tumben pulang cepet." Ucap fico


" Iya co, di perusahaan pekerjaan nggak terlalu banyak. Makanya papi bisa pulang agak sore." Ucap papi " eh ada nak heni dan nak reza, mau nyebarin undangan pernikahan ya." Tanya papi rusdi


" Bukan pi, fico mau pinjem motornya reza, makanya reza kesini nganterin motor miliknya." Ucap fico


" Tumben kamu mau naik motor co, biasanya takut kena debu, takut panas, takut apalah itu kalau di suruh naik motor." Ucap papi rusdi


" Ya elah pi, ini tuh keinginan calon junior fico pi." Ucap fico, papi rusdi masih tak paham maksud fico karena fico belum sempat memberi tahu papinya kalau via kini tengah hamil.


" Calon junior siapa maksudmu co." Tanya papi rusdi lagi


" Via tengah hamil pi, tadi siang aku udah ajak via cek up kesehatan dan dokter silvi bilang via tengah hamil jalan 3 minggu pi." Ucap fico

__ADS_1


" Alhamdulillah nak, akhirnya papi akan jadi kakek. Terima kasih nak." Ucap papi rusdi menghampiri via lalu memeluknya


" Iya pi, via juga terima kasih banyak karena papi sudah sangat baik kepada via." Ucap via


" Itu nggak masalah nak, sekarang aku akan menelfon mizan, ia pasti senang mendengar kabar bahagia ini." Ucap papi rusdi


" Tadi via sudah nelfon mama pi, mama bilang besok bakal kesini." Sahut fico


" Ya udah kalau begitu, papi naik ke atas dulu ya, papi mau istirahat." Ucap papi meninggalkan ruang tamu tersebut.


" Kami juga pamit ya co, udah mau magrib kami balik dulu." Ucap reza


" Ya udah, makasih ya udah mau nganterin motor ke sini." Ucap fico


" Vi sehat-sehat ya, jagain calon ponakan gue. Kami balik dulu ya." Ucap heni minta pamit kepada via


" Kalian hati-hati ya." Ucap via mengantar heni dan reza ke depan pintu.


.


.


.


Hai semua, terima kasih yang sudah mampir ke novel pertama saya ❤️🙏


Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏


Selamat membaca ❤️

__ADS_1


__ADS_2