
" Eh iya vi, mas reza bilang kamu lagi ngidam naik motor ya." Tanya heni
" Iya nih hen, pengen makan bakso yang ada di taman komplek depan, terus belinya harus naik motor." Ucap via
" Hahaha, jangan-jangan anak kamu cowok vi. Makanya kamu pengen naik motor." Ucap heni bercanda
" Apapun jenis kelaminnya harus di syukuri hen, ini adalah anugrah yang di titipkan oleh Allah." Ucap via mengelus perutnya sendiri. " Eh iya mas reza mana hen." Tanya via
" Tuh di depan lagi ngobrol sama suami kamu, kayanya sih ngomongin masalah restoran." Jawab heni
" Eh iya, gimana persiapan pernikahan kamu hen." Ucap via
" Udah tujuh puluh persen beres vi, untungnya ibu sama mamanya mas reza mau bantuin persiapannya vi, kamu kan tahu pernikahan aku dan mas reza termasuk dadakan cepet banget." Ucap heni
" Ya iya lah, baru juga satu bulan kemaren kenalan, eh ini bentar lagi mau nikah." Ucap via tertawa
" Ya alhamdulillah dong vi, kan kamu seharusnya seneng sahabatmu ini akhirnya laku juga, hahaha." Ucap heni ikut tertawa.
" Kalian ngomongin apa sih." Sahut fico yang tiba-tiba masuk dan menghampiri via. Reza pun ikut duduk di sebelahnya heni
" Nggak mas, ini lagi bahas persiapan pernikahannya heni sama mas reza." Ucap via menjelaskan kepada suaminya
" Oh, mas kira tadi kamu ngomongi mas sayang." Ucap fico yang tanpa malunya kepada via, sedangkan heni dan reza merasa geli mendengarkan ucapan fico tersebut.
" Lama-lama lo jadi bucin sama via co." Ucap reza
" Biarin, bucin sama istri sendiri gak masalah dong." Ucap fico mengejek reza
" Iya deh iya, gue percaya lo bucin banget sama via. Buktinya via udah ngisi gitu." Ucap reza
__ADS_1
" Iya dong, gua kan buatnya tiap malam." Ucap fico
" Mas ih, ngomong nggak ada remnya sama sekali." Ucap via mencubit lengan fico
" Hahaha, gapapa sayang mereka sebentar lagi juga akan nikah. Pasti mereka juga paham kok." Ucap fico
.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membuat mereka berempat menoleh secara kompak.
" Waalaikumsalam pi, papi kok tumben pulang cepet." Ucap fico
" Iya co, di perusahaan pekerjaan nggak terlalu banyak. Makanya papi bisa pulang agak sore." Ucap papi " eh ada nak heni dan nak reza, mau nyebarin undangan pernikahan ya." Tanya papi rusdi
" Bukan pi, fico mau pinjem motornya reza, makanya reza kesini nganterin motor miliknya." Ucap fico
" Tumben kamu mau naik motor co, biasanya takut kena debu, takut panas, takut apalah itu kalau di suruh naik motor." Ucap papi rusdi
" Ya elah pi, ini tuh keinginan calon junior fico pi." Ucap fico, papi rusdi masih tak paham maksud fico karena fico belum sempat memberi tahu papinya kalau via kini tengah hamil.
" Calon junior siapa maksudmu co." Tanya papi rusdi lagi
" Via tengah hamil pi, tadi siang aku udah ajak via cek up kesehatan dan dokter silvi bilang via tengah hamil jalan 3 minggu pi." Ucap fico
__ADS_1
" Alhamdulillah nak, akhirnya papi akan jadi kakek. Terima kasih nak." Ucap papi rusdi menghampiri via lalu memeluknya
" Iya pi, via juga terima kasih banyak karena papi sudah sangat baik kepada via." Ucap via
" Itu nggak masalah nak, sekarang aku akan menelfon mizan, ia pasti senang mendengar kabar bahagia ini." Ucap papi rusdi
" Tadi via sudah nelfon mama pi, mama bilang besok bakal kesini." Sahut fico
" Ya udah kalau begitu, papi naik ke atas dulu ya, papi mau istirahat." Ucap papi meninggalkan ruang tamu tersebut.
" Kami juga pamit ya co, udah mau magrib kami balik dulu." Ucap reza
" Ya udah, makasih ya udah mau nganterin motor ke sini." Ucap fico
" Vi sehat-sehat ya, jagain calon ponakan gue. Kami balik dulu ya." Ucap heni minta pamit kepada via
" Kalian hati-hati ya." Ucap via mengantar heni dan reza ke depan pintu.
.
.
.
Hai semua, terima kasih yang sudah mampir ke novel pertama saya ❤️🙏
Jangan lupa like komen dan vote ya 🙏
Selamat membaca ❤️
__ADS_1